Evaluasi Nilai TKA Rendah: Perbaiki Fondasi Literasi Siswa

Gue sengaja coba ngobrol soal keseluruhan sistem pendidikan Indonesia. Ternyata nilai rata-rata Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris yang ditampilkan akhirnya memaksa pemerintah terpaksa mengakui kelemahan kita dalam hal ini. Maksudnya apa sih kalau kita punya siswa yang nilai maternaunya 55,38? Kalau bisa ngajarkan mereka untuk menganalisis dan menalar itu belum ada di Indonesia! Kita fokus sekali buat mengeja dan membaca tanpa diskusi yang tajam. Saya tahu pemerintah harus memperbaiki hal ini sekarang juga jangan sampai kita terlambat lagi.
 
Apa sih kelemahan sistem pendidikan Indonesia ya? Pertanyaannya adalah sama seperti saya yang gak tahu apa itu PISA πŸ€”. Mungkin karena saya masih berkuliah dan belum terlalu banyak ngetrol dengan hal ini. Tapi sepertinya sistem pendidikan kita masih memiliki beberapa kesalahan yang perlu diperbaiki. Misalnya, nilai rata-rata Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris itu gak terlalu enak di lihat πŸ€•. Dan saya rasa kalau kualitas guru juga sangat penting untuk dipertimbangkan, karena kalau guru kurang berkualitas, maka hasilnya juga akan kurang baik.

Dan saya suka dengan gagasan Ubaid tentang pendampingan klinis yang memastikan guru benar-benar paham cara mengajar penalaran. Sepertinya itu sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Tapi, saya masih gak tahu apa itu LPTK dan bagaimana cara kerjanya πŸ€”. Mungkin bisa saya cari di internet deh? 😊
 
gak bisa percaya nilai Bahasa Indonesia yang rendah aja 55,38 🀯! apa yang terjadi dengan pendidikan kita sekarang? ini jangan hanya karena guru-guru lulus LPTK kualitasnya sama juga, tapi perlu diadakan evaluasi dan peningkatan agar lebih berani berpikir πŸ˜’. mungkin itu satu-satunya cara agar nilai siswa meningkat ya? tapi kalau kita hanya fokus pada memperbaiki nilai, itu tidak akan mengubah kualitas pendidikan kita πŸ€”. gak ada solusi jika kita tidak mau melihat permasalahan yang sebenarnya 🚫.
 
Gua pikir kalau kita fokus terlalu banyak pada nilai siswa aja, gue rasa kita lupa kalau pengajar itu yang utama, ya! Gua suka melihat para guru di Indonesia, mungkin karena kurangnya sumber daya atau apa aja, tapi mereka yang benar-benar peduli dengan anak-anaknya. Mereka yang ingin memberikan yang terbaik, tapi kita gue masih fokus pada ujian dan hasil saja, bukan pada proses belajar. Kalau kita mau benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan, kita harus mulai dari sini! πŸ˜‚πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
πŸ€¦β€β™‚οΈ Siswa Indonesia sendiri yang harus belajar literasi dasar aja deh πŸ“šπŸ‘€ Pemerintah tidak bisa dipaksa untuk mengubah siapa sih πŸ™„
πŸ“Š 55,38? Wah kapan kita bisa punya guru yang lebih baik dan siswa yang lebih pintar πŸ€“πŸ“
πŸ€” Kualitas pendidikan Indonesia sendiri yang harus diperbaiki ya, tidak ada yang hanya fokus pada memperbaiki nilai siswa aja πŸ™…β€β™‚οΈ
πŸ’» Guru harus bisa menggunakan teknologi dengan baik, tapi tidak perlu ngobrol banget dengan anak-anak di kelas πŸ“±πŸ˜΄
 
Gue pikir pemerintah harus mulai dari hal sederhana, yaitu memberi kemampuan kepada guru-guru kita untuk belajar dan berkembang bersama-sama 🀝🏻. Jangan hanya fokus pada perbaikan nilai siswa, tapi juga bagaimana cara meningkatkan kualitas pendidikan kita. Kita harus mengakui kelemahan kita dan berusaha untuk memperbaiki sistem pendidikan kita secara total πŸ“šπŸ’ͺ.
 
kembali
Top