Evaluasi Nilai TKA Rendah: Perbaiki Fondasi Literasi Siswa

Pemerintah terpaksa mengakui kelemahan sistem pendidikan Indonesia yang menimbulkan hasil TKA 2025 ini. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris diangkaa 55,38, 36,10 dan 24,93. Tiga mata pelajaran wajib tersebut merupakan hal penting dalam penilaian kemampuan siswa menghadapi dunia yang semakin terkompleks di akhir abad ini.

Hal ini menyebutkan lagi permasalahan tentang literasi dasar Indonesia secara umum. Kualitas pendidikan dan kemampuan masyarakat untuk menangani tantangan sosial, ekonomi dan politik dalam masa depan sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih kritis dan berwawasan luas. Pada 2022, program asesmen PISA (Program for International Student Assessment) yang dilaksanakan oleh OECD menunjukkan perolehan nilai rata-rata siswa Indonesia di aspek literasi dan matematika tercatat sangat rendah, bahkan stagnan selama 10-15 tahun terakhir.

Sementara itu, pernyataan Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh hanya fokus pada memperbaiki nilai siswa, melainkan harus memperbaiki sistem dan ini dimulai dari peningkatan kualitas guru. Hal ini mencakup redistribusi guru berkualitas dan evaluasi LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Selain itu, perlu diadakan hentian formalitas administratif yang menghalangi aktivitas belajar. Guru harus bebas dari kesibukannya dalam penggunaan teknologi tanpa berdampak pada kemampuan mereka dalam memberikan pengajaran yang lebih efektif. Pada masa depan, pemerintah juga harus memperbaiki metode pengajaran literasi yang masih terjebak pada level mengeja dan membaca tanpa diskusi yang tajam.

Selain itu, perlu diintegrasikan pendidikan matematika dengan cara mengajarkan siswa untuk menggunakan matematika sebagai alat pemecahan masalah (problem solving) sehingga siswa diharapkan dapat menganalisis dan menalar. Hal ini sebenarnya sudah ditekankan oleh para guru yang mendapat lulusan LPTK dengan skor lebih baik dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Pernyataan dari Ubaid juga menyebutkan bahwa perlu ada pendampingan klinis yang masuk ke kelas-kelas untuk memastikan guru benar-benar paham cara mengajar penalaran, bukan hanya menuntaskan bab di buku paket.
 
Gue rasa biar banget apa kondisi pendidikan kita kini 🀯. Nilai TKA 2025 itu lumayan rendah, kan? 😳. Tapi gue pikir ini salah satu kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk beralih dari cara belajar yang hanya sekedar mengeja dan membaca tanpa berdiskusi 🀝.

Gue rasa perlu ada strategi baru dalam pengajaran, seperti mengajarkan matematika sebagai alat pemecahan masalah, supaya siswa bisa lebih menganalisis dan menalar πŸ“š. Dan gue juga paham dengan Ubaid Matraji, biar kita bisa meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualitas guru dan redistribusi guru berkualitas πŸ’Ό.

Gue juga rasa perlu ada hentian formalitas administratif yang menghalangi aktivitas belajar, sehingga guru bisa fokus pada memberikan pengajaran yang lebih efektif πŸ“. Dan gue harap pemerintah bisa memperbaiki metode pengajaran literasi yang masih terjebak pada level mengeja dan membaca tanpa diskusi πŸ’‘.

Gue rasa ini semua kesempatan bagi kita untuk membuat perubahan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia 🌟.
 
"Kualitas pendidikan adalah kunci bagi kemajuan bangsa" 😊. Pernyataan yang dibuat oleh Ubaid Matraji, Koordinator JPPI benar-benar perlu diperhatikan agar sistem pendidikan Indonesia dapat meningkatkan mutu dan memberikan hasil yang lebih baik kepada generasi muda kita. πŸ‘
 
Gue pikir pemerintah sudah lama gak ada strategi yang jelas utk meningkatkan sistem pendidikan Indonesia πŸ€”. Kita udah tahu nilai TKA 2025 itu sangat rendah, tapi apa yang dibawa oleh pemerintah? Hanya janji-janji aja πŸ™„. Guru berkualitas harus disosialisasikan lebih dulu sebelum memperbaiki mutu pendidikan. Dan siapa bilang teknologi tidak berdampak pada kemampuan guru dalam memberikan pengajaran yang efektif? Sepertinya pemerintah nggak punya rencana utama untuk meningkatkan sistem pendidikan πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Pak, ini salah satu contoh bagaimana sistem pendidikan kita masih banyak kelemahan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris itu benar-benar rendah! πŸ€” Aku pikir perlu kita fokus pada peningkatan kualitas guru ya, karena kalau guru tidak berkualitas, maka anak-anak kita juga tidak akan bisa belajar dengan baik. πŸ‘¨β€πŸ«

Dan, aku rasa perlu kita buat hentian formalitas administratif yang banyak menghalangi aktivitas belajar di sekolah-sekolah kita. Guru harus bebas dari kesibukannya dalam penggunaan teknologi tanpa berdampak pada kemampuan mereka dalam memberikan pengajaran yang lebih efektif. πŸ’»

Aku senang mendengar bahwa perlu diintegrasikan pendidikan matematika dengan cara mengajarkan siswa untuk menggunakan matematika sebagai alat pemecahan masalah (problem solving) ini. Itu sebenarnya sudah ditekankan oleh para guru yang mendapat lulusan LPTK dengan skor lebih baik dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi! πŸ€“
 
aku pikir ini salah satu masalahnya karena kita masih terlalu fokus pada ujian dan tes yang sangat banyak membuat siswa menjadi stres banget πŸ’”. apa yang kita butuhkan adalah pendidikan yang lebih menyeluruh, seperti mengajarkan siswa untuk berpikir kritis dan berkelanjutan 🌎. kita juga perlu memperhatikan masalah literasi dasar di Indonesia yang masih banyak orang yang tidak bisa membaca atau menulis dengan baik πŸ“š. dan yang paling penting adalah kita harus meningkatkan kualitas guru agar mereka bisa memberikan pengajaran yang lebih efektif πŸ’‘.
 
Pokoknya kita harus jujur, sistem pendidikan Indonesia ini masih banyak kerugian... πŸ€• Semakin lama kita lihat nilai siswa di TKA 2025, semakin jelas bahwa kita harus memperbaiki hal-hal yang sudah ada. Guru kita harus lebih berkualitas dan tidak hanya sekedar mengajarkan materi-materi di buku paket.

Saya pikir perlu diintegrasikan pendidikan matematika dengan cara yang lebih nyaman, jangan seperti sekarang kalian semuanya harus menuntaskan bab di buku paket... πŸ“š Mereka harus belajar untuk menganalisis dan menalar, bukan hanya sekedar mengingat jawaban-jawabannya.

Dan apa salahnya kita mulai dari pengajaran literasi yang lebih agresif? Tidak lagi hanya mengeja dan membaca, tapi membahas tentang konteks sosial dan politik yang sedang terjadi... πŸ“° Saya rasa itu akan membuat siswa kita lebih berwawasan dan kritis.
 
ini gue pikir kalau apa yang dibutuhkan bukan cuma peningkatan nilai siswa aja tapi juga kualitas guru dan sistem pendidikan itu sendiri ya kalau gak jadi berarti hasilnya lagi sama aja dan ini punya dampak sosial dan ekonomi yang besar
 
Saya rasanya terkejut banget hasil TKA 2025 ini. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris itu sangat rendah. Nah, aku pikir ini gampang-ganteng, tapi sayangnya tidak cuma soal nilai siswa aja. Sistem pendidikan kita sendiri yang memprihatin, ya? 😐

Kualitas guru juga bukan mainan. Ubaid Matraji benar-benar ketepennya nih kalau pemerintah hanya fokus pada memperbaiki nilai siswa saja. Kita harus memperbaiki sistem pendidikan dari dasarnya, ya! Dan ini mulai dari peningkatan kualitas guru dan evaluasi LPTK.

Saya pikir kita perlu liburan formalitas administratif yang menghalangi aktivitas belajar. Guru harus bebas dari kesibukannya dalam penggunaan teknologi tanpa berdampak pada kemampuan mereka dalam memberikan pengajaran yang lebih efektif. Dan metode pengajaran literasi yang masih terjebak di level mengeja dan membaca tanpa diskusi yang tajam ini juga perlu diperbaiki! 🀦

Dan apa kabar dengan pendidikan matematika? Kita harus mengajarkan siswa untuk menggunakan matematika sebagai alat pemecahan masalah (problem solving) aja. Ini sebenarnya sudah ditekankan oleh para guru yang mendapat lulusan LPTK dengan skor lebih baik dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi. πŸ€”
 
ini kayaknya pemerintah harus serius banget dgn masalah pendidikan kita... sistemnya jadi kalah lagi... nilai rata-rata bahasa, matematika dan bahasa inggris itu nggak bisa dipikirkan lagi... kita harus meningkatkan kualitas guru dan sistem pendidikan kita... tidak boleh hanya fokus pada memperbaiki nilai siswa aja, tapi harus memperbaiki keseluruhan sistemnya... jadi kita harus meningkatkan metode pengajaran literasi yang lebih efektif... juga harus diintegrasikan pendidikan matematika dengan cara mengajarkan siswa untuk menggunakan matematika sebagai alat pemecahan masalah... itu kayaknya sudah ada di buku paket guru, tapi pemerintah harus memperbaikinya... πŸ€”
 
Ini kayak serangan terhadap sekolah, kan? Pemerintah harus mulai memikirkan hal ini sekarang juga, bukan nanti-nya. Nah, kalau kita lihat nilai rata-rata Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris itu, sih 55,38, 36,10 dan 24,93. Nih makin rendah ya? Ini kayak semua orang di luar sekolah sudah tahu ini, tapi di dalam sekolah masih kayak sama aja. Kualitas pendidikan itu benar-benar penting, kan? Jangan pilih kasus dengan guru yang baik dan biarkan yang kurangnya.
 
Saya rasa ini masalah yang cukup serius. Pendidikan kita harus lebih fokus pada pembangunan keterampilan berpikir, bukan hanya sekedar mengeja dan membaca. πŸ€” Guru juga perlu diberi kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih profesional, jadi mereka bisa memberikan pengajaran yang lebih baik. πŸ’‘
 
Makasih dia pemerintah sudah ngakoni kelemahan sistem pendidikan kita πŸ™. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris ini benar-benar rendah banget, 55,38, 36,10 dan 24,93 πŸ”₯. Maksudnya apa? Kita harus mulai dari sini juga, nggak bisa terus kelewatkan keterampilan berpikir yang lebih kritis dan berwawasan luas πŸ€”.

Pagi 2022, program PISA menunjukkan perolehan nilai rata-rata siswa Indonesia di aspek literasi dan matematika tercatat sangat rendah, bahkan stagnan selama 10-15 tahun terakhir 😬. Artinya, kita harus lebih fokus pada kualitas guru dan sistem pendidikan kita sendiri, nggak bisa terus terjebak dalam masalah ini πŸ”„.

Maksudnya, pemerintah harus meningkatkan mutu pendidikan kita, mulai dari redistribusi guru berkualitas dan evaluasi LPTK untuk meningkatkan mutu pendidikan πŸ“š. Dan, perlu diadakan hentian formalitas administratif yang menghalangi aktivitas belajar, sehingga guru bisa fokus pada memberikan pengajaran yang lebih efektif πŸ“.

Makasih dia pemerintah juga harus memperbaiki metode pengajaran literasi yang masih terjebak pada level mengeja dan membaca tanpa diskusi yang tajam πŸ’‘. Dan, perlu diintegrasikan pendidikan matematika dengan cara mengajarkan siswa untuk menggunakan matematika sebagai alat pemecahan masalah (problem solving) πŸ€“.

Mengerti ya? Kita harus mulai dari sini juga dan pemerintah harus lebih fokus pada meningkatkan mutu pendidikan kita πŸ™.
 
gampang banget sih.. nilai rata-rata BMIP 2025 ini memang sedikit rendah dari yang kita harapkan. tapi jangan salah paham, perlu kita ingat bahwa edukasi kita sebagai negara masih dalam perubahan dan pertumbuhan, bukan bisa langsung diharapkan semuanya pas. apa pun itu, kita harus berani mengakui kalah kita dan mulai memperbaiki hal tersebut dengan cara yang konstruktif dan proaktif. tapi jangan lupa kita harus juga memberikan dukungan kepada guru dan pendidik kita yang sedang bekerja keras untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. dan gampang banget, jika kita mengintegrasikan pendidikan dengan penggunaan teknologi yang efektif, serta memberikan pendampingan klinis kepada guru-guru, saya yakin bahwa nilai rata-rata BMIP 2026 ini akan semakin meningkat 🀞
 
Gak ngerti sih apa yang dipikirin nih... nilai rata-rata Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris diangkaa 55,38, 36,10 dan 24,93 itu gimana bisa? Gimana caranya siswa bisa mengetahui kalau mereka sukses atau tidak? Mereka harus belajar banyak juga sih... tapi apa yang dipikirin dari nilai ini gak sama dengan apa yang ada di pikiran kita.
 
Maksudnya ya kalau nilai PISA itu benar-benar rendah? Saya pikir pemerintah harus serius banget lagi tentang pendidikan kita. Maka dari itu, perlu ada perubahan besar-besaran di dalam sistem pendidikan kita. Misalnya, seperti ayo buang guru yang tidak berpengalaman, dan ayo ajak guru yang sudah lulus LPTK untuk mengajar, biar kita bisa mendapatkan nilai yang lebih baik di PISA itu nanti πŸ€”πŸ“š. Dan juga harus ada peningkatan kualitas teknologi yang digunakan dalam pendidikan, jangan seperti sekarang kayaknya teknologi itu hanya untuk berburu iklan aja! πŸ˜‚.
 
Bisa kayaknya pemerintah serius banget ngebawa permasalahan ini! Matematika dan Bahasa Indonesia hasil TKA 2025 itu kayaknya lumayan rendah, aku rasa kita butuh program yang lebih jelas agar kualitas pendidikan bisa meningkat. Aku yakin kalau dengan sistem yang tepat, anak-anak kita bisa menangani tantangan masa depan dengan baik πŸ€” [https://www.republika.co.id/ news/nasional/2025/03/04/2157349/tka-2025-hasil-tinggi-satu-pertiga-studi-si](https://www.republika.co.id/news/nasional/2025/03/04/2157349/tka-2025-hasil-tinggi-satu-pertiga-studi-si)
 
Gue rasa ini salah juga. Pemerintah harus makin proaktif lagi dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita. Kita tidak bisa terus terjebak dengan sistem yang lemah seperti ini. Jangan cuma fokus pada nilai siswa aja, tapi bagaimana cara memperbaiki sistem pendidikan kita sendiri. Misalnya kita harus memperhatikan kualitas guru dan LPTK. Kita juga harus mengintegrasikan pendidikan matematika dengan cara yang lebih praktis, seperti membuat siswa belajar untuk menganalisis dan menalar dengan menggunakan matematika. Dan gue rasa pemerintah harus makin bebas dari segala kepentingan politik dan birokratis, agar kita bisa fokus pada hal-hal yang benar-benar penting seperti ini πŸ€”
 
πŸ€” Pendidikan kita nggak bisa dipungut, kan? 55,38? itu apa kabarnya? πŸ€·β€β™‚οΈ Sepertinya sistem pendidikan kita masih dalam tahap awal, belum masuk ke tingkat yang lebih maju. Saya rasa pentingnya kita fokus pada bagaimana meningkatkan keterampilan berpikir kita, seperti problem solving dan kritikal thinking. Tapi kayak gini, pemerintah nggak bisa berbicara tentang ini kalau tidak juga mau memperbaiki sistem pendidikan kita. Jangan hanya fokus pada nilai siswa, tapi juga harus ada peningkatan kualitas guru dan metode pengajaran yang lebih efektif. Dan apa dengan teknologi, kita harus bisa menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar, bukan menghalanginya 😊
 
Makasih kayakak aja sih. Pendidikannya kalau nanti banget sih kalah dengan negara lain, terutama Asia. Siswa kita masih belum bisa menghadapi dunia yang semakin canggih dan kompleks. Nilai rata-rata bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris itu benar-benar rendah banget! πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’”

Dan siapa tahu, mungkin kalau kita fokus pada peningkatan kualitas guru dan pengajaran yang lebih efektif, maka siswa kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Tapi sih, itu masih dalam fantasi ya... πŸ™„ Masyarakat kita masih belum sadar tentang pentingnya pendidikan yang baik. Literasi dasar Indonesia masih belum berkembang, dan itu sangat mempengaruhi kemampuan masyarakat kita untuk menangani tantangan sosial, ekonomi, dan politik di masa depan. πŸ˜•
 
kembali
Top