Kota Bogor, Jakarta - Wali Kota Dedie A. Rachim menekankan pentingnya sistem pendataan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Dedie, penguatan sistem ini diperlukan agar manfaat program benar-benar tepat sasaran.
"Kita bukan hanya memonitor pelaksanaan MBG, tetapi juga kita bangun untuk memastikan bahwa warga yang mendapatkan manfaat dari keberadaan MBG ini betul-betul terdata dengan baik," ujar Dedie dalam pertemuan bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sistem pendataan yang dikembangkan oleh Kota Bogor mencakup kelompok lain yang membutuhkan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, posyandu, anak-anak balita, dan juga dapat menyentuh anak-anak yang stunting.
Menurut Dedie, program MBG ke depannya tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung upaya penanggulangan stunting di Kota Bogor. Oleh karena itu, kuncinya adalah membangun database warga yang akurat agar penerima manfaat juga didistribusikan sesuai dengan data yang akurat.
"Desil 1 sampai desil 5 bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan manfaat, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan bagi anak-anaknya yang stunting," ujarnya.
Saat ini, dapur MBG di Kota Bogor sudah mencapai 86 dapur dari target 110 dapur. Dedie menambahkan, dari tiap dapur tersebut ada sekitar 3.000 penerima manfaat, sehingga total sekitar 240.000 warga yang telah menerima manfaat.
Dengan demikian, Kota Bogor berharap dapat meningkatkan kualitas layanan MBG dan memastikan bahwa program ini tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkannya.
"Kita bukan hanya memonitor pelaksanaan MBG, tetapi juga kita bangun untuk memastikan bahwa warga yang mendapatkan manfaat dari keberadaan MBG ini betul-betul terdata dengan baik," ujar Dedie dalam pertemuan bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sistem pendataan yang dikembangkan oleh Kota Bogor mencakup kelompok lain yang membutuhkan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, posyandu, anak-anak balita, dan juga dapat menyentuh anak-anak yang stunting.
Menurut Dedie, program MBG ke depannya tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung upaya penanggulangan stunting di Kota Bogor. Oleh karena itu, kuncinya adalah membangun database warga yang akurat agar penerima manfaat juga didistribusikan sesuai dengan data yang akurat.
"Desil 1 sampai desil 5 bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan manfaat, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan bagi anak-anaknya yang stunting," ujarnya.
Saat ini, dapur MBG di Kota Bogor sudah mencapai 86 dapur dari target 110 dapur. Dedie menambahkan, dari tiap dapur tersebut ada sekitar 3.000 penerima manfaat, sehingga total sekitar 240.000 warga yang telah menerima manfaat.
Dengan demikian, Kota Bogor berharap dapat meningkatkan kualitas layanan MBG dan memastikan bahwa program ini tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkannya.