ESDM Ungkap Alasan Penundaan Penerapan Bea Keluar Batu Bara

Bea Keluar Batu Bara Penundaan Penerapan, Kementerian ESDM Ungkap Alasannya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku bahwa regulasi bea keluar untuk komoditas batu bara masih dalam tahap finalisasi. Menurut Wakil Menteri Yuliot Tanjung, aturan pelaksana yang akan berbentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) masih dalam proses penyusunan.

"Jadi, itu kan berdasarkan PMK, ini berdasarkan tren harga. Jadi, dari Kementerian ESDM dan juga Kementerian Keuangan, itu bagaimana penyusunan PMK-nya," ungkap Yuliot saat diskusi di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Namun, penentuan besaran tarif tidak diputuskan secara final karena pemerintah masih memantau perkembangan harga batu bara di pasar global. Menurut Yuliot, perlu waktu untuk konsolidasikan informasi dan mengetahui tren perkembangan harga.

"“Nanti bagaimana tren perkembangan harga kan. Ini segera kami konsolidasikan dulu. Jadi, ini saya cek sama Dirijen Minerba, sudah sampai mana pembahasannya," tambah Yuliot.

Pernyataan senada disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa skema tarif yang dirancang bersifat progresif dan akan menyesuaikan dengan level harga batu bara. Dalam usulan yang masih dibahas, tarif 5 persen akan diterapkan pada harga di level bawah, 8 persen untuk level menengah, dan 11 persen untuk harga yang lebih tinggi.

"”(Bea keluar batu bara) untuk levelnya masih di pembahasan. Kalau enggak salah sih, diusulkan tergantung harga batu baranya ya, ada 5 (persen), ada 8 (persen), ada 11 (persen), tergantung level harga batu baranya,” kata Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Namun, angka-angka tersebut belum final. Menurut Purbaya, perlu waktu lagi untuk menyelesaikan pembahasan teknis dan membuat Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
 
[ GIF : orang sedang menggelitik batu bara ]🤣😂🔥 Batu bara lagi gan 🙄. Kementerian ESDM masih kaget aja dengan tren harga di pasar global 🤑. Mungkin kalau ga perlu bea keluar, harga batu bara akan lebih murah dan semua orang bisa menikmati energi yang lebih terjangkau 💡. Tapi, mungkin ga bisa jadi kan? 😂
 
Tapi gini, pengaturan bea keluar batu bara masih banyak ngeliat kayak apa sih. Dulu kalah, kemudian lama bervariasi, sekarang juga kembali lagi. Waktunya kalau kita makin serius banget ngatur kebijakan ini, bukan kayak gini yang sering berubah-ubah 🤔💡
 
Wah bro, penundaan bea keluar batu bara ini kayaknya lagi-lagi bikin kita mahasiswa penasaran. Apa sih tujuan dari perubahan tarif ini? Bakal mengurangi pengeluaran mahasiswa atau apa? 🤔

Aku rasa pemerintah harus jujur, apa benar-benar mereka tahu cara mengatasi masalah energi yang terus meningkat? Ternyata ada 5%, 8% dan 11% tarifnya. Gimana caranya kalau mahasiswa tidak bisa memahami siapa-apaan itu? 🤑

Aku pikir pemerintah harus serius dalam mengatasi masalah ini, bukan hanya menunda-tunda saja. Seperti giliran kita di sekolah yang harus siap-siap untuk ujian, pemerintah juga harus siap-siap untuk menghadapi konsekuensi dari kebijakan yang mereka bentuk. 📚
 
Harga batu bara lagi-lagi kena penundaan aja, sih... Bagaimana caranya nih pemerintah bisa terus menunda-nunda regulasi ini? Pertama, perlu ada kejelasan lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan "tren harga" itu. Apakah itu berarti pemerintah masih ragu-ragu tentang bagaimana memprediksi harga batu bara di masa depan?

Kedua, tidak adil nih kalau pemerintah bisa menunda regulasi ini tanpa memberikan informasi yang jelas tentang apa yang akan terjadi kepada industri batu bara. Apakah mereka mau mengatur tarif atau tidak? Berapa tinggi tarif itu? Ternyata ada kekacuan di dalam proses penyusunan PMK, sih...
 
Harga batu bara itu sih kayaknya gak stabil banget ya! Penundaan penerapan bea keluar makin mempermasalahkan investor yang ingin investasi di bidang energi. Aku pikir kementrian ESDM dan Kemenko harus lebih cepat dalam menyusun aturan ini, jadi bisa jelas bagaimana tarif bea keluar untuk komoditas batu bara, biar investor bisa berinvestasi dengan aman dan tidak ragu-ragu lagi 😒
 
Sampir aja nih, apa yang dikatakan kementerian ESDM tentang bea keluar batu bara. Kalau benar-benar ingin memantau tren harga di pasar global, mungkin bisa nggak segera nanti. Nggak ada kabar apakah mereka sudah punya angka-angka yang jelas untuk tarif bea keluar. Itu penting banget sekarang karena banyak company yang mau investasi pada proyek batu bara.
 
Kalau tidak ada regulasi bea keluar, gula jadi utama sumber pendapatan negara aja. Kamu bayangkan jika gula diimpor dengan tanpa bea keluar, apa yang terjadi? Harga gula naik tiup-tiu, dan negara gila! Baik batu bara, baik gula, kita butuh regulasi agar tidak kena amok 😂. Dan 5% untuk level bawah, 8% untuk menengah, dan 11% untuk tinggi? Ternyata itu nggak cukup hebat aja 🤔. Perlu waktu lagi untuk menyelesaikan pembahasan teknis? Kenapa tidak sekarang aja? Kita butuh kepastian agar tidak ada kesan penundaan lagi 😒.
 
Sekarang ini kayak giliran lagi nge-lobby harga batu bara, siapa yang kalah? 🤔 Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan udah jelas tidak bisa menentukan besaran tarifnya karena masih nantinya harus tunggu apa kabar pasar global. Dan kalau diusulkan tarif 5-11 persen, itu gampangnya akan berubah, siapa yang tertinggal? 🤑 Bagaimana caranya kita dapat yakin tarif itu tidak akan berubah setiap harinya? 🤷‍♂️ Perlu waktu lagi untuk menyelesaikan pembahasan teknis dan membuat PMK, tapi apa artinya kalau nanti gada jawaban yang jelas? 😐
 
hehehe, apa sih? Bea keluar batu bara penundaan penerapan lagi! ini seperti cerita kakek kikir aja 😂. pertama kali dengar, seharusnya orang suka banget numpang ngomong harganya, tapi sekarang kabar gembira sih 🤷‍♂️. apa yang punya menteri ESDM soalnya? apa salah dengan harga batu bara yang makin turun? kan kayaknya mau dulu ngebawa harga di pasar global, kalau tidak ada kejutan, bisa dibelanjutin lagi hehe 😅.
 
Aku pikir gak masuk akal sih kalau tarif 5 persen, 8 persen, dan 11 persen itu langsung diterapkan. Aku rasa perlu waktu lagi nih untuk konsolidasi informasi tentang harga batu bara di pasar global, kalau tidak kan akan terlambat. Tapi aku senang sih bahwa pemerintah sedang berusaha membuat skema tarif yang lebih progresif dan sesuai dengan level harga batu bara. Aku harap gak ada kesalahan lagi nih dalam proses penyusunan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 😊
 
aku rasa ini gak tepat kala ini 😐. kalo penundaan itu karena ingin ngikuti tren harga global kayak apa? kalau begitu, kita harus lebih konsisten dalam mengatur tarif ya 🤔. saya pikir 5%, 8% dan 11% itu nggak jelas, tolong konsultasikan dulu dengan perusahaan-perusahaan yang terlibat dan lihat bagaimana trennya 📈. kalau ini terus dijalankan, kita akan merasa kurang stabil 🌪️.
 
Wah, kira-kira nanti apa aja tarifnya sih? 5%, 8% atau 11%? kayak gue penasaran banget! Tapi, ini juga bikin aku penasaran bagaimana caranya kalau harga batu bara makin naik atau turun. Kalau gitu, bagaimana caranya menerapkan tarif yang benar-benar sesuai dengan tren harga?
 
Gue pikir pemerintah lagi main-main gue ya. Bea keluar batu bara sudah sampai 2 tahun tapi masih tidak ada keputusan yang pasti 🤔👀. Gue bayangin kalau pemerintah mau nanti bea itu banyak banget, semua orang yang import batu bara harus terkena dulu. Tapi gue curiga, apa salahnya kalau penentuan tarifnya masih dalam tahap finalisasi? 🤑📊. Gue rasa sudah waktunya pemerintah berbicara jelas tentang bea keluar batu bara dan tidak lagi membiarkan hal ini terus diundur-undur 🙄.
 
Aku pikir kalau biar memastikan tidak ada kesalahan dalam penyusunan tarif itu, pemerintah sebaiknya mengumumkan nilai besaran tarif secara langsung. Jadi nggak perlu lama-lama ngumpulin informasi dan kemudian berita-berita kecil sepihak punya informasi yang sama 🤔. Bagaimana caranya tahu ada kesalahan kalau tidak ngumumkan secara langsung?
 
Gak bisa dipungut bea keluar batu bara? Aku rasa kalau sudah jelas kena bayar bea atau tidak, mesti ada aturan yang pasti. Tapi ini lagi-lagi penundaan lagi! 🤯 Aku paham bahwa mereka harus memantau harga batu bara di pasar global, tapi gak bakal bisa selalu menunggu tren harga yang nanti kalau dipekerjakan. Kita lihat lagi, apa aja keputusan akhirnya? 🤔
 
😊🤔 Kira-kira penilaian saya tentang hal ini adalah 🤦‍♂️. Aku pikir penundaan ini memang perlu, karena 📈 harga batu bara di pasar global masih sangat 🔄 banyak berubah. Tapi aku harap pemerintah bisa 💡 membuat aturan yang tepat dan progresif untuk 🚧 industri pertambangan batu bara. Aku juga harap tidak terlalu 🕰️ lama waktu lagi sebelum kita tahu besarnya tarif bea keluar. 😅
 
kembali
Top