Pertandingan Liga Italia Serie A 2025/2026 yang diikuti Timnas Indonesia saat bertemu Cremonese dan Inter Milan, membuat banyak pihak penasaran apa yang terjadi. Saat pertandingan di Stadion Giovanni Zini, Cremona, pada Senin duniawi WIB, Emil Audero terkena lemparan flare di luar gawangnya.
Pertandingan ini berlangsung di babak 2 menjelang insiden terjadi dan Audero tengah mengawal gawang timnya. Tribun tempat suporter Inter Milan ada tepat di belakang Audero saat itu. Tiba-tiba, sebuah flare dilempar dan jatuh di dekat Audero. Sontak saja kiper Timnas Indonesia itu terjatuh dan langsung mendapatkan perawatan tim medis.
Beruntung, Audero masih bisa mengawal gawang timnya hingga pertandingan selesai. Pihak kepolisian setempat sudah mengidentifikasi terduga pelaku yang melempar flare tersebut, yaitu suporter Inter Milan yang memang berada di dekat gawang Audero saat itu.
Suporter yang membuat Audero terkena lemparan flare, siap melemparnya ke arah lapangan. Namun, flare ini terlanjur bereaksi lebih dulu sehingga makin membuat jari pelaku putus. Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit di bawah pemantauan otoritas keamanan.
Sementara itu, Kubu Inter Milan mengutuk keras aksi pelemparan flare tersebut. Presiden dan CEO Inter Milan memberikan pernyataan resmi yang menyinggung pada pelaku. "Saya mengutuk keras atas apa yang terjadi hari ini. Itu adalah tindakan tidak masuk akal dan bertentangan dengan nilai-nilai olahraga," kata Giuseppe Marotta, Presiden dan CEO Inter Milan di laman resmi klub.
Sementara itu, pelatih Cremonese, Davide Nicola bersyukur tidak terjadi apa-apa terhadap Audero. Namun, terlepas dari kondisi sang kiper, Nicola meminta agar hal-hal seperti itu dapat diberantas dan memuji profesionalisme Audero yang bisa menjaga gawang hingga akhir.
Pertandingan Cremonese vs Inter sendiri berakhir dengan kemenangan Inter 0-2. Dua gol skuad asuhan Cristian Chivu dibuat oleh Lautaro Martinez di menit 16 dan Piotr Zielinski di menit 31.
Dari hasil pertandingan tersebut, Inter semakin kokoh di puncak klasemen Liga Italia. Nerazzurri saat ini mengoleksi 55 poin dari 23 pertandingan, yaitu unggul 8 poin dari AC Milan yang hanya mengoleksi 47 poin.
Pertandingan ini berlangsung di babak 2 menjelang insiden terjadi dan Audero tengah mengawal gawang timnya. Tribun tempat suporter Inter Milan ada tepat di belakang Audero saat itu. Tiba-tiba, sebuah flare dilempar dan jatuh di dekat Audero. Sontak saja kiper Timnas Indonesia itu terjatuh dan langsung mendapatkan perawatan tim medis.
Beruntung, Audero masih bisa mengawal gawang timnya hingga pertandingan selesai. Pihak kepolisian setempat sudah mengidentifikasi terduga pelaku yang melempar flare tersebut, yaitu suporter Inter Milan yang memang berada di dekat gawang Audero saat itu.
Suporter yang membuat Audero terkena lemparan flare, siap melemparnya ke arah lapangan. Namun, flare ini terlanjur bereaksi lebih dulu sehingga makin membuat jari pelaku putus. Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit di bawah pemantauan otoritas keamanan.
Sementara itu, Kubu Inter Milan mengutuk keras aksi pelemparan flare tersebut. Presiden dan CEO Inter Milan memberikan pernyataan resmi yang menyinggung pada pelaku. "Saya mengutuk keras atas apa yang terjadi hari ini. Itu adalah tindakan tidak masuk akal dan bertentangan dengan nilai-nilai olahraga," kata Giuseppe Marotta, Presiden dan CEO Inter Milan di laman resmi klub.
Sementara itu, pelatih Cremonese, Davide Nicola bersyukur tidak terjadi apa-apa terhadap Audero. Namun, terlepas dari kondisi sang kiper, Nicola meminta agar hal-hal seperti itu dapat diberantas dan memuji profesionalisme Audero yang bisa menjaga gawang hingga akhir.
Pertandingan Cremonese vs Inter sendiri berakhir dengan kemenangan Inter 0-2. Dua gol skuad asuhan Cristian Chivu dibuat oleh Lautaro Martinez di menit 16 dan Piotr Zielinski di menit 31.
Dari hasil pertandingan tersebut, Inter semakin kokoh di puncak klasemen Liga Italia. Nerazzurri saat ini mengoleksi 55 poin dari 23 pertandingan, yaitu unggul 8 poin dari AC Milan yang hanya mengoleksi 47 poin.