Emil Audero Kena Flare di Laga Kontra Inter, Siapa Pelakunya?

Siapa Pelaku Lemparan Flare Terhadap Emil Audero? Dalam pertandingan Liga Italia Serie A 2025/2026, kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, terkena lemparan flare dari tempat duduk suporter Inter Milan saat melawan Cremonese. Lemparan tersebut dilakukan saat Audero sedang mengawal gawang timnya dan tidak disengaja.

Terduga pelaku lemparan flare ini adalah seorang suporter La Beneamata yang berada di dekat tempat duduknya Audero saat pertandingan. Suporter tersebut siap melempar flare ke arah lapangan, tapi lemparnya terlanjur bereaksi dan membuat jari pelakunya putus.

Pihak kepolisian setempat telah mengidentifikasi terduga pelaku dan membawanya untuk mendapatkan perawatan medis. Pada saat itu, Audero masih bisa melanjutkan pertandingan dengan profesionalisme yang tinggi.

Kubu Inter Milan sangat menekankan bahwa lemparan flare tersebut tidak diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai olahraga. Presiden dan CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengutuk keras aksi pelempar flare tersebut dan memuji profesionalisme Audero yang bisa menjaga gawang timnya hingga akhir.

Sementara itu, pelatih Cremonese, Davide Nicola, bersyukur tidak terjadi apa-apa terhadap Audero dan meminta agar hal-hal seperti itu dapat diberantas. Ia juga mengatakan bahwa insiden tersebut dapat diperbaiki dengan adanya budaya olahraga yang lebih baik.

Pertandingan Cremonese vs Inter sendiri berakhir dengan kemenangan Inter 0-2, dengan dua gol dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. Dalam pertandingan terakhir, Audero juga bermain bagus dan melakukan 2 penyelamatan sehingga timnya tidak kalah lebih telak lagi.

Inter Milan saat ini semakin kokoh di puncak klasemen Liga Italia dengan 55 poin dari 23 pertandingan. Sementara itu, Cremonese ada di peringkat 15 dengan 23 poin dan belum menang dalam sembilan laga terakhir atau sejak mengalahkan Lecce 2-0 pada 7 Desember 2025 lalu.
 
Wah keren banget aksi Emil Audero dulu, tapi nggak bisa diakui kalau gak ada yang lempar flare. Bauh, pelempar flare itu jariya putus gitu πŸ˜‚. Yang penting Audero bisa terus main dengan profesionalisme tinggi, ya? Kawan-kawan Inter Milan ini benar-benar bikin contoh bagus dngan mengutuk aksi pelempar flare itu dan memuji Audero yang nggak pernah jatuh dari gawang. Sedangkan Cremonese juga bikin contoh yang baik dengan berbicara tentang budaya olahraga yang lebih baik, ya?
 
ini pengalaman memang sedih banget... siapa ngerasa lemparan flare ke wajahnya? tapi aku senang lihat Audero bisa terus bermain dengan profesionalisme yang tinggi bahkan setelah terkena lemparan flare. kayaknya harus ada aturan yang lebih ketat untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi. dan aku juga paham dengan kubu Inter Milan, karena lemparan flare itu tidak diterima dan bisa membuat pemain merasa tidak nyaman. tapi gak usah lama-lama, aku yakin Audero bisa melanjutkan karirnya dengan baik.
 
Mereka orang suporter yang gak pandai mengatur diri, ya? Jangan gini sih kalau terjadi kejadian sama Audero, kira-kira apa yang akan terjadi kalau ganti role? πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
heyyy... aku pikir itu yang salah dari suporter-superor di Italia, mending buat budaya olahraga yang lebih baik aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. kalau gini terjadi lagi, siapa tahu apa yang bisa jadi kepadanya Audero 😬. tapi aku senang banget dilihatnya Audero bisa langsung melanjutkan pertandingan dengan profesionalisme yang tinggi, dia anak bangsa Indonesia yang serius banget πŸ™Œ.

atau mungkin aku salah, tapi aku pikir ini bukan masalah tim, tapi budaya olahraga yang harus diubah agar tidak ada lagi hal seperti ini terjadi lagi πŸ’‘. dan kalau bisa, semoga Audero bisa menjadi contoh bagi kita semua untuk selalu menjaga kesabaran dan profesionalisme saat berada di lapangan πŸ™.
 
Wah, kayaknya si Audero gak punya nasib baik lagi πŸ˜‚. Pertandingan yang dia mainkan itu lumayan seru, tapi juga agak berisiko banget karena ada pelaku lemparan flare yang bisa membuat dia terluka. Saya rasa pihak Inter Milan harus lebih teliti dalam menangani situasi seperti ini, gak usah biarkan aksi pelempar flare itu menyebar dan menghancurkan reputasi Audero. Dan kayaknya Cremonese juga kalah nanti karena mereka gak bisa mengatasi tekanan dari Inter Milan πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Lemparan flare ke arah gawang pemain kita, Emil Audero, itu sangat tidak enak! πŸ™…β€β™‚οΈ Pertandingan olahraga harus tetap aman dan nyaman bagi semua pihak, termasuk pemainnya. Atau mungkin kalau bisa, tidak ada lemparan flare sama sekali? πŸ˜‚ Kubu Inter Milan memang benar-benar keren dalam menekankan nilai-nilai olahraga yang positif. Misi budaya olahraga yang lebih baik itu sangat penting! πŸ™Œ Yang paling penting, Audero bisa melanjutkan pertandingan dengan profesionalisme tinggi dan tidak ada kerusakan. πŸ™ Kita harus selalu mendukung pemain kita di Timnas Indonesia! #TimnasIndonesia #BudayaOlahragaPositif #KemenanganInter
 
Cewek suporter Inter Milan itu malu banget, lemparnya sama aja, tapi jari yang putus πŸ˜‚. Pelatih Cremonese benar aja, budaya olahraga yang baik itu penting banget! πŸ™. Sementara Audero, dia pilih banget untuk tidak memperlambatkan pertandingan. πŸ‘
 
Gue rasa kayaknya suporter yang melempar flare itu harus ada hukuman yang tepat, tapi tidak terlalu berat. Karena yang jadi permasalahan bukan Audero sendiri, tapi juga kesiapan para suporter yang merasa bisa melakukannya. Gue pikir budaya olahraga kita perlu ditingkatkan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.
 
Gak bisa dipungkiri, lemparan flare itu jadi momen yang nggak sengaja membuat kontroversi banget πŸ™„. Ngga ada salahnya kalau suporter-superernya belajar bermain di lapangan lebih baik lagi, gak usah kejar target di luar lapangan juga deh πŸ˜‚. Audero nggak kaget sama aksi itu, dia masih bisa fokus dan main dengan profesionalisme yang tinggi πŸ‘. Yang penting, tidak ada korban atau cedera parah, itu jadi hal positif dari situasi ini πŸ™. Kubu Inter Milan udah mengutuk keras aksi pelempar flare itu, tapi gak apa-apa kalau mereka mau berubah dan lebih baik, kan? πŸ€”
 
Oooh, makin gacor lagi di luar lapangan. Audero yang dahulu sakti selama ini, tapi sekarang kiper Indonesia pasti paling gampang dicelakai, kan? 🀣 Seperti yang terjadi hari ini, flare-nya bisa melanda siapa saja, bahkan ke arah gawangnya. Padahal, Audero juga masih bisa bermain dengan profesionalisme yang tinggi, tapi apakah kita harus selalu bersabar-sabar dengan hal-hal seperti ini? πŸ€” Saya rasa pihak Inter Milan pasti benar-benar tidak menyukainya, tapi kita juga perlu memahami bahwa ini bukan karena Audero yang salah, melainkan karena suporter La Beneamata yang tidak bisa mengontrol emosi-emosinya. πŸ˜…
 
Aku paham nih, kalau suporter yang lempar flare itu, kayaknya kacau lah πŸ€¦β€β™‚οΈ. Tapi aku rasa tidak perlu buat kepanikan, karena Audero ternyata bisa main dengan baik walaupun terkena lemparan flare πŸ˜…. Aku senang lihat Audero masih bisa fokus dan main dengan profesionalisme yang tinggi, kayaknya kalau aku main sepak bola, aku juga akan melakukan hal yang sama 🀝.

Aku rasa ada salah satu yang harus diubah, yaitu budaya olahraga yang lebih baik itu, kita perlu mengembangkannya agar tidak terjadi seperti hal ini lagi πŸ€”. Tapi, aku juga senang lihat Inter Milan dan Cremonese bisa bermain dengan baik, kayaknya pertandingan ini bisa menjadi contoh bagus untuk semua tim di Liga Italia πŸ’ͺ.
 
Mereka yang suka memecahkan batas, memang bikin kesan aja di awal nih... tapi apa yang mereka lakukan itu benar-benar adil dengan timnya? Atau gue justru bisa bilang bahwa Inter Milan terlalu agresif dalam menyelidiki pelaku lemparan flare dan ingin menghukumnya berat sehingga mereka tidak perlu khawatir tentang kesalahan mereka sendiri nanti.
 
ini masalah yang serius banget, tapi juga kayaknya kita harus pikir tentang nilai-nilai olahraga itu sendiri... lemparan flare itu memang tidak diterima, tapi kita juga harus mengerti bahwa orang tersebut hanya melakukan kesalahan tanpa niat jahat. tapi apa yang bisa kita lakukan kalau kita masih banyak orang yang melakukan hal seperti itu? mungkin kita perlu lebih banyak pendidikan tentang pentingnya kesabaran dan kontrol diri di dalam pertandingan... apalagi kalau kita serius ingin meningkatkan kualitas olahraga kita sendiri πŸ€”πŸ’‘
 
πŸ”₯ oh iya aja, aku pikir itu sangat tidak masuk akal kalau suporter dari tim yang kalah bisa melampar flare ke arah lapangan, bukannya mereka harus bersikap sopan dan jujur! πŸ™…β€β™‚οΈ aku rasa lebih baik jika suporter yang kalah berbicara langsung dengan pemainnya dan menerima kemenangannya dengan lembut. πŸ‘ lakuin dari Audero dia bisa terus bermain profesional, tapi kamu tahu apa yang paling penting sih kalau tim kita tidak pernah melewati batas-batas olahraga. ⚽️
 
Aku pikir ini masalah yang tidak mau ke sini lagi, flare itu kerenah aja sih... Tapi aku senang banget kalau Audero bisa terus bermain dengan profesionalisme itu, dia benar-benar hero! πŸ™ŒπŸΌπŸ˜Ž Dan aku setuju dengan Davide Nicola, kita harus membuat budaya olahraga yang lebih baik di Indonesia, jadi tidak ada hal seperti ini lagi. Kita harus menghormati pemain dan menyayangi mereka, bukan memarahi atau menyeruduk. πŸ™πŸΌπŸ’ͺ
 
Gue rasa siap-siap aja serangan flare deh, bukannya nggak ngerti gue kalau suporter yang lempar flare itu tidak punya niat untuk menyerang Audero, tapi semisal keanehan jari pelakunya sendiri.
 
ini cerita yang seru banget, nanti orang tuanya bakal penasaran juga sih πŸ˜‚ tapi apa yang penting adalah Emil Audero masih bisa bermain dengan baik setelah lemparan flare itu, tapi kenapa suporter Inter Milan tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri, kayaknya harus ada budaya olahraga yang lebih baik di sana πŸ€”. dan kubangga Audero aja karena bisa menjaga gawang timnya hingga akhir, dia bule bule sih πŸ˜…. tapi sepertinya ada kesempatan untuk memperbaiki hal ini agar tidak terjadi kejadian seperti itu lagi nanti.
 
ini gue pikir kalau suporter la beneamata itu buat kesal karena timnya kalah ganda kayaknya. tapi gue juga pikir giliran suporternya yang lempar flare itu untuk tidak jadi jari-jari aja. aku rasa lebih baik jika suporter itu diberikan kesempatan lagi di lapangan bukan dibawa ke rumah koma-coma aja πŸ˜ŠπŸ’‘

gue buat diagram sederhana tentang hal ini:

______
| |
| Flare |
|_______|
| |
| Terlanjur |
| |
| Jari |
|_______|

gue rasa perlu diadakan kesadaran akan bahaya flare terhadap pemain sepakbola, agar tidak terjadi hal seperti ini lagi di masa depan πŸ’₯
 
Aku jangan biasa ngomong, tapi kalau kira-kira aku penasaran dengar siapa yang bikin lemparan flare ke arus Audero, aku pikir mungkin ada masalah budaya olahraga di Italia. Aku bayangin kalau kalau pelempar flare itu punya omong-omongan apa, tapi malah kira-kira terlalu gila dan tidak sengaja. Saya senang Audero bisa terus bermain dengan profesionalisme yang tinggi, tapi aku juga rasa perlu ada upaya untuk mengurangi aksi seperti itu di Liga Italia nanti.
 
kembali
Top