Basarnas Makassar meluncurkan pencarian lanjut di Gunung Bulusaraung setelah pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, kamis siang. Sebelumnya, tim bergerak ke Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, mengikuti petunjuk awal tentang lokasi pesawat.
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan ada informasi bahwa serpihan pesawat ditemukan di rumah Kepala Dusun Balocci, Gunung Bulusaraung. "Saat ini, kita harus memastikan apakah informasi tersebut benar," kata Arif saat dikonfirmasikan.
Tim SAR yang melibatkan TNI, polisi, AirNav, dan BMKG melakukan pencarian dengan dua unit truk personel, satu Helikopter Caracal, kendaraan rescue, serta kendaraan komando. Pencarian didukung oleh dua unit truk personel dan satu Helikopter Caracal.
Arif mengatakan prioritas saat ini adalah menemukan lokasi kejadian dan memastikan proses pencarian berlangsung efektif serta aman. Inspektur Komando Daerah TNI Angkatan Udara II, Marsma Feri Yunaldi, menjelaskan bahwa tim akan melakukan pencarian dari atas lereng Gunung Bulusaraung jika cuaca memungkinkan.
Selanjutnya, tim akan melakukan evakuasi ke Rumah Sakit TNI Angkatan Udara Dody Sardjoto. Menurut Marsma Feri, tim terdampak oleh ELT (Emergency Location Transmitter) pesawat yang tidak menyala, sehingga sulit menentukan titik lokasi yang tepat.
Saat pesawat dilaporkan hilang kontak, cuaca dalam kondisi berawan tanpa adanya peringatan dini cuaca ekstrem. Pesawat memiliki jumlah orang di atas board (POB) sebanyak 11 orang.
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan ada informasi bahwa serpihan pesawat ditemukan di rumah Kepala Dusun Balocci, Gunung Bulusaraung. "Saat ini, kita harus memastikan apakah informasi tersebut benar," kata Arif saat dikonfirmasikan.
Tim SAR yang melibatkan TNI, polisi, AirNav, dan BMKG melakukan pencarian dengan dua unit truk personel, satu Helikopter Caracal, kendaraan rescue, serta kendaraan komando. Pencarian didukung oleh dua unit truk personel dan satu Helikopter Caracal.
Arif mengatakan prioritas saat ini adalah menemukan lokasi kejadian dan memastikan proses pencarian berlangsung efektif serta aman. Inspektur Komando Daerah TNI Angkatan Udara II, Marsma Feri Yunaldi, menjelaskan bahwa tim akan melakukan pencarian dari atas lereng Gunung Bulusaraung jika cuaca memungkinkan.
Selanjutnya, tim akan melakukan evakuasi ke Rumah Sakit TNI Angkatan Udara Dody Sardjoto. Menurut Marsma Feri, tim terdampak oleh ELT (Emergency Location Transmitter) pesawat yang tidak menyala, sehingga sulit menentukan titik lokasi yang tepat.
Saat pesawat dilaporkan hilang kontak, cuaca dalam kondisi berawan tanpa adanya peringatan dini cuaca ekstrem. Pesawat memiliki jumlah orang di atas board (POB) sebanyak 11 orang.