Pemilik X/Twitter, Elon Musk, menjawab aksi koordinasi dari beberapa negara terhadap skandal Grok dengan menuduh bahwa mereka sedang berusaha mengintimidasi dan menghina korban misogini dan kekerasan seksual. Ia mengatakan bahwa keputusan perusahaan untuk membatasi pembuatan gambar hanya untuk pelanggan berbayar adalah "penghinaan" terhadap korban.
Pemerintah Inggris, Kanada, Australia, dan beberapa negara lain telah melakukan koordinasi terhadap skandal Grok yang sedang berlangsung. Namun, tidak ada bukti bahwa mereka ingin menghambat kegiatan Grok secara umum, melainkan hanya menginginkan "semua opsi" dipertimbangkan.
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer meminta agar "semua opsi" dipertimbangkan dalam kasus ini. Namun, tidak ada bukti bahwa koordinasi terhadap Grok tersebut memiliki tujuan untuk melarang kegiatan yang sama secara umum.
Sementara itu, Menteri Kecerdasan Buatan dan Inovasi Digital Kanada, Evan Solomon, membantah laporan yang menyatakan bahwa pemerintah Kanada telah melakukan koordinasi terhadap Grok dengan tujuan untuk melarang kegiatan yang sama secara umum.
Pemerintah Inggris, Kanada, Australia, dan beberapa negara lain telah melakukan koordinasi terhadap skandal Grok yang sedang berlangsung. Namun, tidak ada bukti bahwa mereka ingin menghambat kegiatan Grok secara umum, melainkan hanya menginginkan "semua opsi" dipertimbangkan.
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer meminta agar "semua opsi" dipertimbangkan dalam kasus ini. Namun, tidak ada bukti bahwa koordinasi terhadap Grok tersebut memiliki tujuan untuk melarang kegiatan yang sama secara umum.
Sementara itu, Menteri Kecerdasan Buatan dan Inovasi Digital Kanada, Evan Solomon, membantah laporan yang menyatakan bahwa pemerintah Kanada telah melakukan koordinasi terhadap Grok dengan tujuan untuk melarang kegiatan yang sama secara umum.