Perubahan Demografis Korea Selatan, Ancaman dari Kim Jong Un
Korea Utara dapat mengalahkan Korea Selatan tanpa harus menggunakan senjata karena angka kelahiran yang menurun di negeri KPop itu. Menurut Elon Musk, CEO Tesla dan orang terkaya di dunia, kekurangan penduduk di Korea Selatan sudah sangat parah. Pada akhirnya membuat Korea Utara yang dipimpin oleh Kim Jong Un bisa menguasai Korsel tanpa harus angkat senjata.
Menurut laporan dari CNBC Indonesia, tren penurunan penduduk berlanjut bakal membuat populasi Korea Selatan hanya 3% dari jumlah sekarang dalam tiga persen. Ini berarti bahwa Korea Utara bisa menyerang Korea Selatan tanpa harus menggunakan kekerasan.
Eloknya, Musk mengatakan bahwa jika tren penurunan penduduk terus berlanjut, maka populasi Korea Selatan hanya akan menjadi seperduapuluh tujuh dari jumlah sekarang. Artinya, dalam tiga generasi, mereka menjadi lebih sedikit daripada sebelumnya.
Musk juga membicarakan soal masyarakat yang menua. Suatu negara dengan populasi orang berusia tua lebih banyak disebutnya tidak berada dalam jalur yang benar. "Popok dewasa itu nyata," kata Musk. "Seperti salah satu tanda suatu negara tidak berada di jalur yang benar, ini terjadi saat popok dewasa melebihi popok bayi."
Korea Selatan sudah melewati kasus tersebut jauh lebih lama daripada Korea Utara. Menurut Musk, Korea Selatan juga menyinggung soal jumlah penduduk Korsel yang menyusut 3-4%. Bahkan disebutkannya tidak ada yang akan mengembalikan tren penurunan tersebut.
Sebelumnya, Musk sudah beberapa kali membicarakan soal masa depan demografis Korea Selatan. Misalnya pada wawancara Maret 2023, dia menyebut negara tersebut jadi salah satu kasus paling ekstrem dalam kasus angka kelahiran rendah.
Korea Utara dan Kim Jong Un harus mengambil tindakan segera untuk menghadapi perubahan demografis ini. Jika tidak, maka mereka mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menguasai Korea Selatan tanpa menggunakan kekerasan.
Korea Utara dapat mengalahkan Korea Selatan tanpa harus menggunakan senjata karena angka kelahiran yang menurun di negeri KPop itu. Menurut Elon Musk, CEO Tesla dan orang terkaya di dunia, kekurangan penduduk di Korea Selatan sudah sangat parah. Pada akhirnya membuat Korea Utara yang dipimpin oleh Kim Jong Un bisa menguasai Korsel tanpa harus angkat senjata.
Menurut laporan dari CNBC Indonesia, tren penurunan penduduk berlanjut bakal membuat populasi Korea Selatan hanya 3% dari jumlah sekarang dalam tiga persen. Ini berarti bahwa Korea Utara bisa menyerang Korea Selatan tanpa harus menggunakan kekerasan.
Eloknya, Musk mengatakan bahwa jika tren penurunan penduduk terus berlanjut, maka populasi Korea Selatan hanya akan menjadi seperduapuluh tujuh dari jumlah sekarang. Artinya, dalam tiga generasi, mereka menjadi lebih sedikit daripada sebelumnya.
Musk juga membicarakan soal masyarakat yang menua. Suatu negara dengan populasi orang berusia tua lebih banyak disebutnya tidak berada dalam jalur yang benar. "Popok dewasa itu nyata," kata Musk. "Seperti salah satu tanda suatu negara tidak berada di jalur yang benar, ini terjadi saat popok dewasa melebihi popok bayi."
Korea Selatan sudah melewati kasus tersebut jauh lebih lama daripada Korea Utara. Menurut Musk, Korea Selatan juga menyinggung soal jumlah penduduk Korsel yang menyusut 3-4%. Bahkan disebutkannya tidak ada yang akan mengembalikan tren penurunan tersebut.
Sebelumnya, Musk sudah beberapa kali membicarakan soal masa depan demografis Korea Selatan. Misalnya pada wawancara Maret 2023, dia menyebut negara tersebut jadi salah satu kasus paling ekstrem dalam kasus angka kelahiran rendah.
Korea Utara dan Kim Jong Un harus mengambil tindakan segera untuk menghadapi perubahan demografis ini. Jika tidak, maka mereka mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menguasai Korea Selatan tanpa menggunakan kekerasan.