Penerimaan negara dari bea keluar mencapai Rp 28,44 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini sebesar 36% dibandingkan tahun sebelumnya. Di antaranya penerimaan produk sawit yang mencapai Rp 21,93 triliun, atau sekitar 77% dari total penerimaan bea keluar.
Peningkatan penerimaan produk sawit ini diperkirakan akan dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah. Rata-rata harga CPO pada 2025 mencapai MYR 4.232,98 per ton, naik sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penerimaan bea keluar mineral terkontraksi 17,9%. Harga tembaga meningkat 14% pada 2025, mencapai US$4.8 per pound atau sekitar US$10.582 per ton. Namun, insiden di PT Freeport Indonesia yang membuat perusahaan tersebut berhenti beroperasi, mempengaruhi ekspor konsentrat tembaga.
Peningkatan penerimaan produk sawit ini diperkirakan akan dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah. Rata-rata harga CPO pada 2025 mencapai MYR 4.232,98 per ton, naik sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, penerimaan bea keluar mineral terkontraksi 17,9%. Harga tembaga meningkat 14% pada 2025, mencapai US$4.8 per pound atau sekitar US$10.582 per ton. Namun, insiden di PT Freeport Indonesia yang membuat perusahaan tersebut berhenti beroperasi, mempengaruhi ekspor konsentrat tembaga.