Eksepsi dikabulkan, Khariq Anhar Bebas di Kasus Penghasutan Demo

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) telah menerima nota pembelaan mahasiswa Universitas Riau, Khariq Anhar, dalam kasus dugaan penghasutan demo yang berujung pada kekerasan di akhir Agustus 2025. Majelis hakim PN Jakpus menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) batal demi hukum, sehingga Khariq Anhar dibebaskan dari tahanan seketika.

Pengadilan menganggap dakwaan JPU tidak cermat dan tidak jelas dalam menguraikan "aplikasi canva atau aplikasi lainnya" sebagai syarat bagaimana suatu tindak pidana dilakukan. Mereka juga menilai bahwa kejelasan nama aplikasi yang digunakan oleh Khariq Anhar dalam melakukan pelanggaran harus dituliskan secara detail karena tidak hanya sekedar menjadi spesifikasi teknis.

Pernyataan JPU dalam dakwaan tersebut juga dianggap memiliki kesalahan, karena mereka menyebut "yang relevan adalah perbuatan manipulasi, bukan merek aplikasi". Hal ini dikarenakan pada saat yang sama pihak JPU juga menyebut "canva dan aplikasi lainnya" saat menguraikan kasus tersebut.

Putusan sela ini menurut pengadilan "dalam perkara teknologi informasi, spesifikasi teknis bukanlah sekedar detail prosedural melainkan substansi dari perbuatan itu sendiri". Advokat Khariq Anhar, Gema Persada, berpendapat bahwa putusan sela ini menjadi angin segar bagi demokrasi dan kegiatan aktivis di Indonesia.
 
Hehe, kan kan bisa dipikirkan kalau mahasiswa yang ditakut-takuti oleh pihak berwenang karena melakukan demo tadi akhirnya dibebaskan! πŸ™Œ PN Jakpus memang benar-benar tidak sengaja dalam menilai dakwaan JPU. Aplikasi canva sih kan bisa digunakan untuk banyak hal, bukan hanya manipulasi aja. Saya penasaran bagaimana proses ini berjalan, dan siapa yang akan mengambil tanggung jawab dari kesalahan tersebut.
 
kaya gampang gitu pihak pengadilan Jakpus nggak punya logika, kalau juri tadi mengatakan "aplikasi canva atau aplikasi lainnya" itu nggak ada artinya. mungkin bosen banget sih kalau mereka harus menuliskan nama aplikasi yang digunakan oleh mahasiswa berkenan itu dalam proses demo di akhir Agustus 2025. kayaknya mahasiswa berkenan itu hanya ingin berbagi pikiran dan tidak mau menggunakan teknologi untuk menghasut demo.
 
Mereka bilang pihak pengadilan tidak bisa menjawabin siapa yang benar-benarnya membuat kerusuhan itu nanti. Kalau seperti itu, kan bisa jadi ada korban yang benar-benar salah? Sementara mereka aktifis-aktif ini diucapkan "bebas", tapi aksesibitas teknologi apa lagi yang mereka gunakan untuk membuat kerusuhan? Kenapa hanya mereka saja yang menjadi korban?
 
PengadilanJakpus giliran bikin contoh bagaimana cara membuat penganantan dari penguasa, apa yang terjadi kalau semua demo harus memiliki "permohonan" yang panjang & rumit seperti ini? Sebenarnya siapa yang bilang bahwa spesifikasi teknis itu penting? Kalau punya teknnologi yang sederhana tapi benar-benar membuat perubahan, siapa yang akan menghakimi itu? πŸ€”πŸš«
 
Kekasihku, aku masih inget saat-saat kita ngobrol tentang demo diJakarta tahun lalu πŸ€¦β€β™‚οΈ. Aku pikir pihak Jakpus malah membuat masalah lebih parah dengan dakwaan yang mereka buat. Tapi ternyata, mahasiswanya Khariq Anhar berhasil dibebaskan dari tahanan! 😊 Kira-kira aku pikir dia akan dihukum seumur hidup karena yang jadi masalah adalah demo itu sendiri, tapi gini sih... Aku masih penasaran, apa lagi kasusnya? πŸ€”
 
hahaha aku kayaknya penasaran siapa yang bilang bisa menangkap kekerasan dengan sekadar ngepas aplikasi canva loh 🀣 tapi sih aku setuju aja dengan pengadilan, karena nggak adil kalau pihak JPU coba tawarkan sesuatu tanpa jelas siapa yang bilang itu. dan kalau mereka mau buat kasus teknologi lebih serius, harus ngatai detail aja apa yang bisa dianggap manipulasi, kayaknya tidak perlu begitu panjang πŸ˜…
 
Gue pikir pengadilan ini terlalu lembut kok. Kalau gue nontot apa yang dilakukan Khariq Anhar, aku aja ngeluh kesal. Ngomongin kalau itu spesifikasi teknis bukan hal yang penting, tapi aku tahu kalau aplikasi canva bisa bikin demo yang beda. Tapi putusnya dia dibebaskan, apa aku salah? Gue rasa ini semua giliran, pengadilan harus ngatur kalau siapa yang benar-benar salah.
 
Gak bisa percaya sih... pengadilan yang seperti ini. Kalau kayak gini, siapa yang bilang aplikasi canva itu bukan teknologi? Gini aja, JPU kira saja bahwa Khariq Anhar hanya ingin ngerusahin aja, tapi ternyata ada prasyaratan teknis yang harus dijalankan... ini juga berarti siapapun bisa dibebaskan dengan alasan kekurangan dokumen? Gak masuk akal banget.
 
Haha, siapa bilang kan yang benar adanya dakwaan jaksa? Sepertinya ada kesalahan penulisan dakwaan yang membuat jaksa penuntut umum (JPU) terpaksa membatalkan notunya πŸ™ƒ. Saya rasa itu lebih berarti JPU yang salah, bukan Khariq Anhar yang menulis dulu kan? πŸ€” Apalagi kan aplikasi yang digunakan sama saja, jadi siapa yang salah itu? πŸ™„ Tapi sepertinya putusan ini membuat aktivis lain senang-senang, so maybe itu bagian dari demokrasi kan? 😏
 
Makasih ya, banget gampang banget sih pengadilan ini bikin Khariq Anhar bebas aja. Saya rasa kasus ini nggak perlu panjang lebar lagi, kalau jadi pengadilan punya logika yang tepat. Aplikasi canva atau apa aja sih yang terjadi di situ? Kalau JPU terus bikin kesalahan seperti itu, makanya mereka harus tahu kalau ada kesalahan apa-apa di sini. Saya rasa putusan ini benar-benar menjadi inspirasi bagi aktivis lainnya di Indonesia.
 
Aku rasa siapnya pengadilan Jakpus yang menolak dakwaan jaksa, kan? Kalau mereka memang tidak jelas tentang aplikasi apa yang digunakan oleh Khariq Anhar, maka aku pikir itu salah dari sisi jaksa. Aplikasi canva nggak bisa menjadi alasan utama untuk dihukum, kan? Aku rasa pihak advokat Khariq Anhar sudah berjuang bagai yang benar dan kini hasilnya juga nyaman. Putusannya seperti angin segar bagi aktivis di Indonesia.
 
ini kasus khairiq anhar sih, pengadilan jakpus bilang dakwaan jaksa tidak cermat, kayak gajah yang ketinggian 500 meter tapi masih bisa jatuh. kayaknya ada kesalahan kalau jpu bilang manipulasi bukan merek aplikasi. tapi apa yang pasti sih, khairiq anhar bebas lagi πŸ™…β€β™‚οΈ. aku rasa ini kasus teknologi yang serius, tapi pengadilan jakpus bilang spesifikasi teknis bukan sekedar detail, kayaknya ada teka-teki yang harus dipecahkan πŸ˜’. toh aku sih masih bingung, apakah khairiq anhar benar atau salah? πŸ€”
 
iya aja.. sih, aku punya pikiran tentang tiktok nih... aku suka banget kayaknya kamu bisa membuat konten lucu di sana. tapi suatu kali aku coba bikin konten sendiri, ternyata aku gagal banget... kalau gak aku udah lupa apa yang aku ketikkan... hehehe... setara dengan putusan pengadilan ini, aku pikir aku harus belajar dari kesalahan aku dulu... jadi aku harus menulis lagi dan lagi hingga aku bisa bikin konten yang tepat 🀣
 
aku pikir pengadilan nge-prediksi soal teknologi informasi itu benar-benar keren 🀩! biasanya banyak kasus yang diangkat karena kesalahpahaman teknis, tapi pengadilan ini benar-benar cermati. apalagi kalau kita lihat dari perspektif Khariq Anhar, dia tidak melakukan apa-apa yang salah, tapi hanya menggunakan aplikasi canva sebagai cara untuk menyelesaikan kasus demo yang diadakan. aku yakin banyak orang yang akan merasa lega karena pengadilan ini memberi kesempatan bagi aktivis-aktivis seperti Khariq Anhar untuk terus berkegiatan tanpa takut ditangkap 😊.
 
Gue rasa ini buat gue senang banget! Gua suka lihat pengadilan yang bijak & adil seperti ini. Kalau dulu ada kasus Khariq Anhar, sekarang punya putusan sela ini. Ini berarti bahwa mahasiswa tersebut bebas dan bisa melanjutkan kegiatan aktivisnya tanpa khawatir tentang hukuman. Gua rasa ini buat gue harap bahwa pengadilan Indonesia tetap bijak & adil, jadi semua orang di Indonesia bisa merasa aman & berselamat. πŸ™πŸ’‘
 
Apa yang terjadi dengan mahasiswa Universitas Riau nanya aja siapa yang punya keterampilan teknologi informasi? 🀣
Kalau jadi ada mahasiswa yang memakai canva untuk membuat demo, itu bukan arti mereka udah berpengalaman di bidang teknologi ya πŸ™„. Jadi kenapa kita harus percaya pada kejelasan dari jaksa penuntut umum? πŸ€”
Mungkin karena dia juga udah pernah menggunakan aplikasi kan, hehe πŸ˜‚.
Kebanyakan orang ini jadi mahasiswa bangsa yang berani membuat demo tanpa perlu belajar dulu, sih πŸ™„.
 
Ada yang penasaran kan? Mereka bilang bisa bebas karena dugaan mereka tidak jelas πŸ˜’. Tapi gimana kalau yang benar juga tidak jelas? Apakah kita hanya harus percaya pada apa yang dikatakan Jaksa? πŸ€”. Aku rasa ada sesuatu yang tidak benar di sini... Kita harus lebih waspada, ya! πŸ‘€. Mungkin ada agenda yang sebenarnya, tapi kita tidak bisa melihatannya dari jauh... 😏.
 
kembali
Top