Eks Stafsus Nadiem Pernah Ingatkan Proyek Chromebook Berbahaya

Mantan Staf Khusus Mendikbudristek, Fiona Handayani, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Google Chromebook untuk dua terdakwa. Proyek ini sempat menjadi perdebatan karena dirasa berbahaya dan tidak melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

Fiona menjelaskan, dia memilih diam karena merasa ada garansi dari aparat penegak hukum sehingga legalitas pengadaannya dinilai tidak bermasalah. Dia mengatakan bahwa Chromebook masih lebih baik daripada perangkat lunak yang digunakan sebelumnya oleh lembaga pendidikan, guru, dan siswa di Indonesia.

Namun, Fiona juga menyadari bahwa Chromebook memiliki kelemahan seperti mahal, aplikasi hang, dan dapat membuka pornografi. Meski demikian, dia menjamin bahwa jika semua sudah dicek dan sesuai aturan, maka kita memilih yang terbaik untuk anak-anak Indonesia.

Hakim Sunoto memuji Fiona karena menyatakan proyek tersebut sebagai hal berbahaya, meskipun sikapnya cenderung pasif. Dia mengatakan bahwa hanya tahu hal tersebut, dan Fiona dihargai karena taat aturan norma.
 
Gue senang sekali nih, saksi yang jujur seperti Fiona Handayani kayaknya sangat penting banget! Gue setuju dengan dia, Chromebook memang lebih baik daripada perangkat lunak sebelumnya, tapi aku juga paham kalau ada kelemahan, gue rasa kita harus fokus pada hal positif aja. Fiona juga jujur kalau ada kelemahan, tapi dia masih bisa memberikan argumen yang solid tentang penggunaan Chromebook di Indonesia. Semoga semua bisa dipertimbangkan dan pilihan terbaik untuk anak-anak kita nanti! πŸ™ŒπŸ’–
 
Gaduh banget sih dugaan korupsi nih! Saya pikir tidak adil sih kalau Fiona harus menjadi saksi untuk menghadap ke dua terdakwa. Dia cuma punya pendapat, apalagi ada garansi dari aparat penegak hukum? 😐

Aku rasa Chromebook memang lebih baik daripada perangkat lunak sebelumnya, tapi mahal dan aplikasi hang juga gampang mengganggu anak-anak Indonesia. Saya harap nanti diinvestigasi dengan teliti dan semua ada di aturan, jadi kita bisa memilih yang terbaik untuk anak-anak πŸ€”

Saya setuju dengan hakim Sunoto, tapi saya rasa Fiona harus lebih proaktif dalam mengungkapkan kekhawatiran-nya. Dia cuma bisa menyatakan proyek tersebut berbahaya, tapi tidak ada tindakan yang diambil untuk mencegah hal ini terjadi lagi πŸ€·β€β™€οΈ
 
Gampang banget aja si Fiona ini, kan? Minta diam dan minta ganti pikirannya juga, tapi masih tetap memberikan jaminan kalau Chromebook itu bagus deh πŸ€”πŸ’». Saya pikirnya, kalau mau korupsi, tidak usah ada garansi ya? πŸ˜‚ Dan aku paham kalau Chromebook itu lebih baik dari sebelumnya, tapi mahal dan aplikasi hang juga kenyataannya aja πŸ€‘πŸ‘€.

Saya rasa apa yang penting adalah kita bisa memilih yang terbaik untuk anak-anak Indonesia, bukan siapa yang mau menerima proyek tersebut atau tidak 😊. Dan saya paham kalau Fiona itu pasif, tapi setidaknya dia menyatakan kekhawatiran dan berusaha memperbaiki hal-hal yang rusak πŸ€πŸ’».

Saya kira kalau jika kita ingin mengurangi korupsi, kita harus lebih proaktif dan tidak terlalu takut untuk mengungkapkan masalah 😊. Tapi saya juga paham bahwa ada batasan-batasan, jadi saya akan menunggu apa yang akan dilakukan selanjutnya πŸ€”πŸ‘€
 
Gue pikir kaya kenyataan, kalau memang ada yang benar-benar mau melihat kebenaran apa punnya, tapi lagi-lagi dia cendek ya. Kalau memang ada garansi dari aparat penegak hukum, itu artinya dia jadi tidak mau bercanda-nye aja. Tapi sama sekali ada kelemahan Chromebook, gue pikir itu bukan masalah, tapi bagaimana dia bisa nyambut kebenaran itu sih? Gue harap di hari depan, ada yang lebih berani mengatakan apa-apa yang benar-benar harus disadari.
 
Aku pikir keren banget kalau mantan staf Mendikbudristek seperti Fiona Handayani terlibat dalam sidang dugaan korupsi ini πŸ€”. Aku berasumsi dia tega memilih diam karena merasa ada garansi dari aparat penegak hukum, tapi aku rasa itu tidak tepat kan? πŸ™…β€β™€οΈ

Mengenai proyek Chromebook itu, aku setuju dia bilang lebih baik daripada perangkat lunak sebelumnya 😊. Tapi aku juga bingung kenapa dia tidak langsung mengatakan kejadian ini tidak baik πŸ€”. Aku harap dia bisa jujur dan berbicara terbuka tentang hal ini, agar kita semua bisa belajar dari kesalahan itu.

Saya senang dengar bahwa Hakim Sunoto memuji Fiona karena menyatakan proyek tersebut sebagai hal berbahaya 😊. Itu adalah contoh bagus di mana aturan norma dan peraturan harus dipatuhi πŸ“š.
 
Aku pikir kalau itu kan masalah, tapi aku juga paham kenapa Fiona memilih diam. Aku sendiri pernah bekerja sama dengan proyek yang bikin kita harus sangat teliti dan akurat. Kalau kita salah, punya konsekuensi yang besar. Tapi, aku juga tidak bisa membayangkan kalau ada yang mau ngaku bahwa Chromebook itu benar-benar lebih baik dari yang sebelumnya, tapi tanpa memperhatikan kelemahannya juga. Aku rasa Fiona malah membantu dengan mengatakan hal-hal positif dari proyek tersebut, bahkan meskipun ada kelemahan. Mungkin kalau kita semua bisa melihat sisi baik dan salah dari suatu proyek, kita bisa menyelesaikannya lebih baik. πŸ€”
 
Aku pikir kalau kira-kira gampang banget dia pilih diam karena garansi dari aparat penegak hukum. Aku tidak punya masalah sama sekali dengan pengadaan Chromebook, tapi aku rasa ada yang salah kalau semua orang bisa memilih untuk menutup mata dan diam saja. Apalagi kalau itu berarti kita tetap menggunakan perangkat yang kurang aman karena tidak perlu melaporkannya kepada aparat penegak hukum πŸ€”
 
Pernah aku pikir siapa yang bisa membawa Chromebook ke Indonesia kembali? πŸ€” Tapi, ternyata Fiona Handayani yang juga mantan staf Khusus Mendikbudristek ini, ternyata punya sejarah panjang di balik proyek tersebut. Aku rasa senang sekali melihat dia mau berbicara tentang hal ini, tapi aku juga terkesan sedikit kecewa.

Aku pikir proyek Chromebook itu memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, tapi aku juga sadar bahwa ada banyak kelemahan yang perlu dipertimbangkan, seperti aplikasi hang dan mahalnya. Aku harap Fiona bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut agar Chromebook bisa menjadi realty di Indonesia.

Tapi, aku juga pikir kita harus lebih bijak dalam menilai proyek-proyek seperti ini. Apakah kita benar-benar yakin bahwa Chromebook itu bisa menjadi solusi terbaik untuk pendidikan anak-anak di Indonesia? Aku rasa ada beberapa hal yang perlu dibicarakan lebih lanjut sebelum kita bisa menilai pros dan kontrasnya secara pasti. 😐
 
Mana nih kalau pemerintah banget ngelancar proyek Chromebook untuk anak-anak? Kita tahu kan bahwa Google Chromebook lebih bagus dari sebelumnya, tapi siapa tau ada kelemahan yang kita tidak kenal. Fiona Handayani malah memilih diam dan bilang ada garansi dari aparat penegak hukum... sih kayaknya kaya ada rahasia belaka? πŸ˜‚

Tapi serius aja, Fiji (gak ada yang tahu siapa itu tapi aku punya temen yang pernah kerja sama dengannya) bilang Chromebook lebih baik daripada sebelumnya, tapi mahal banget dan aplikasi hang. Aku setuju, tapi jangan sampai semua yang terbaik itu dihilangkan karena sedikit kelemahan. πŸ€”
 
Gue pikir Fiona Handayani memang benar-benar tidak jujur sama sekali! Kalau dia bilang Chromebook lebih baik daripada perangkat sebelumnya itu, tapi kemudian juga mengakui kelemahannya, itu seperti menipu sih. Gue rasa dia hanya ingin berselamat dan tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan itu. Jadi, apakah benar-benar ada garansi dari aparat penegak hukum? Atau hanya karena Fiona merasa takut harus menerima keterlibatan dalam kejadian korupsi? πŸ€”
 
Bisakah kasih penjelasan dari siapa-siapa yang membeli Chromebook itu? Apakah ada yang ngetawar dengan dana negara untuk mendapatkan harga yang murah?

Dan, kenapa Fiona harus menjadi saksi lagi? Jangan dia sudah dihadapkan pada 'dugaan korupsi'? Gini-bini terus saja berlanjut.
 
Aku pikir Fiona nanti akan banyak dibicarakan karena kasus ini. Dia memilih diam karena ada garansi dari aparat, tapi apa artinya dia tidak punya jujur? Aku rasa lebih baik jika dia bilang secara langsung apa yang benarnya terjadi. Kalau seperti itu, mungkin korupsi bisa diatasi lebih cepat.
 
Gue penasaran siapa yang ngecek garansi itu kayaknya si apa si. Tapi gue setuju dengan Pak Hakim Sunoto, gue rasa prosesnya agak tidak transparan juga. Jadi, jangan dipikirkan sekedar mau diterima saja tanpa memeriksa kembali kebenaran dari proyek itu.
 
Gue rasa gini sekarang pengadaan laptop tidak cuma soal kualitas aja, tapi juga soal korupsi. Fiona nggak bisa jadi saksi yang tepat aja, dia memilih diam aja karena ada garansi dari pihak berwenang. Tapi nggak berarti itu benar-benar baik, karena sekarang korupsi di Indonesia udah serius banget! πŸ€”

Gue pikir jadi tidak adil kalau Fiona hanya dipuji karena taat aturan norma, padahal dia masih bisa memberikan kontribusi untuk mengatasi masalah korupsi. Dan aku rasa Chromebook itu baik atau buruk tergantung bagaimana penggunaananya, tapi nggak ada jaminan kalau Chromebook itu benar-benar aman untuk anak-anak Indonesia. πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Gue pikir si Fiona Handayani yang mantan staf Mendikbudristek ngerasa tidak jujur banget. Ia bilang dia memilih diam karena ada garansi dari aparatur penegak hukum, tapi itu bikin gue curiga apakah ia benar-benar mau memberitahu kebenaran atau tidak. Selain itu, Chromebook itu masih banyak kelemahan ya, seperti mahal, aplikasi hang, dan bisa membuka pornografi. Gue rasa itu bukan pilihan yang baik untuk anak-anak Indonesia!
 
Wah, kalau nggak ada korupsi, proyek Chromebook itu bisa menjadi yang bagus banget! πŸ€” Fiji kan benar-benar ingin anak-anak Indonesia mendapatkan perangkat yang baik, tapi ternyata masih ada hal-hal yang kurang. Mahal dan aplikasi hang memang bukan enak, tapi di mana ada kelemahan, kita harus menyesuaikannya dengan aturan-aturan ya... πŸ€·β€β™‚οΈ

Saya rasa Fiji benar-benar mencoba cari solusi yang terbaik untuk anak-anak Indonesia, tapi mungkin masih perlu diperhatikan lebih teliti. Sementara itu, saya juga pikir kalau ada saksi yang bisa memberikan pendapat yang jujur dan tidak terlalu pasif, itu akan lebih baik lagi... 😊
 
kalo nanti gak ada yang jujur ya? siapa bilang kelemahan dari chromebook itu harus dikubar-kubar? kayaknya fiona jadi contoh bagaimana cara ngelola kerjaan dengan baik, tapi juga harus ada limitin' sih...
 
Gak sabar banget dengar Fiona jadi saksi dalam kasus korupsi itu πŸ™„. Bisa dipikirin siapa yang mau tawur kepenasian hakim Sunoto tapi Fiona langsung dihargai karena "taat aturan norma" 🀣. Maksudnya apa kalau kita semua begitu pasif dan takut untuk mengatakan sesuatu yang benar? Proyek Chromebook itu memang bagus, tapi gak usah berdampak buruk ya... ataukah? πŸ˜…
 
Gue pikir Fiona itu jujur tapi gue juga paham dia malu karena harus menyatakan kekhilafannya. Gue senang sekali dengerin dia menyadari kelemahan Chromebook dan masih mau memilihnya untuk anak-anak kita. Tapi, gue curiga apakah ada yang tahu apa yang terjadi di balik cerita ini? Apakah ada yang memaksanya dia menjadi saksi seperti ini? Gue harap Fiona bisa kembali kepada dirinya sendiri dan tidak harus menanggung tekanan ini.
 
kembali
Top