Eks Stafsus Nadiem Klaim Tak Berwenang Tetapkan Harga Chromebook

Direktur Sekolah Dasar kemudian mengklaim tidak tahu siapa yang memutuskan harga Chromebook, meskipun pada tahap awal disebutkan bahwa rekan Fiona menyebut harga awal Rp3 juta. Di pengadilan, Direktur Sekolah Dasar tersebut bertanya kepada Fiona tentang pengumuman harga di kemudian hari dan menanyakan apakah hasil survei tidak dimasukkan dalam presentasi. Jawabannya adalah hanya bagian "backup" saja yang termasuk dalam presentasi. Namun ketika bertanya tentang siapa yang memutuskan harga tersebut, Fiona mengatakan tidak tahu karena itu bukan kompetensi dirinya sebagai staf khusus Nadiem Makarim.
 
Wah, kalau begitu kemudian Direktur Sekolah Dasar mau bilang tidak kenal siapa yang nggak ketahuan siapa aja siapa memutuskan harga Chromebook itu ๐Ÿค”. Saya pikir ini kayak kekecewaan yang nyalam banget. Jika ada staf khusus seperti Fiona, dia harus tahu siapa aja orang yang dipekerjakan buat hal itu. Saya bayangkan kalau kita beli laptop dan lupa siapa aja orang yang memutuskan harga, kapan nanti kita mau keluhin ๐Ÿ˜‚. Saya rasa penting untuk ada komunikasi yang baik di dalam tim agar semuanya tahu apa yang terjadi.
 
Kamu kan tahu gini, ada Direktur Sekolah Dasar yang jadi bocor Chromebook di sekolahnya, tapi lalu dia bilang tidak tahu siapa yang bikin harga itu ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Saya pikir ini gampang, karena kalau mau tahu siapa yang bikin harga itu, dia bisa bertanya pada Fiona aja, kan? Tapi apa yang terjadi, Direktur Sekolah Dasar itu malah bertanya ke Fiona tentang pengumuman harga nanti, dan lalu dia bilang hasil survei tidak dimasukkan dalam presentasi ๐Ÿค”. Saya pikir ini kayak situasi di Chromebook, tidak ada jalan keluar, kalau mau tahu siapa yang bikin harga itu, kita harus buat sendiri ๐Ÿ“Š.
 
Pak Direktur Sekolah Dasar ini bikin aneh juga! Sepertinya dia malas nulis surat atau ngobrol dengan rekan-rekannya sendiri, jadi langsung klaim tidak tahu siapa yang memutuskan harga Chromebook. Tapi kalau benar-benar tidak tahu, maka dia harus bilang "gak ketahuan" bukan begitu aja langsung menuduh orang lain! Dan pak Fiona ini, dia jangan keberatan mengatakan bahwa itu hanya "backup" saja yang ada di presentasi, tapi malu-malu untuk mengakui siapa yang benar-benar memutuskan harga. Ini serasa seperti game polisi detektif aja, pak Direktur Sekolah Dasar ini harus cari jawaban dari kaskusnya sendiri! ๐Ÿ˜‚
 
Gak bisa percaya kalau direktur sekolah dasar yang jatuh masuk masalah ini adalah orang yang nggak tahu siapa yang ngeputuskan harga chromebook. Kalo pertama kali diumumin Rp3 juta, kenapa gini ada perubahan itu? Tapi aku juga tidak terlalu marah, karena gak ada bukti bahwa direktur sekolah dasar itu adalah orang yang salah. Aku pikir lebih baik lagi jika pemerintah bisa memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi di balik harga chromebook. Mungkin karena itu, aku masih percaya dengan rencana 1 jutaan untuk semua anak. Tapi, gak bisa dipungkiri kalau ini membuat kamu penasaran dan ingin tahu lebih banyak... ๐Ÿค”
 
ini penjelasan yang sering aku dengar dari temenku, kalau si Direktur Sekolah Dasar mau ngerasa bodoh aja, tapi dia sendiri yang memutuskan harga Chromebook itu apa? ๐Ÿค”๐Ÿ’ธ

aku pikir kalau ada rekan yang bilang harga awalnya Rp3 juta, mungkin harus ada catatan apa kabar itu. tapi si Direktur Sekolah Dasar, dia langsung tidak tahu siapa yang ngerasa mau dihakimi aja. ๐Ÿ˜’

saya rasa aku lebih percaya pada rekan Fiona, karena dia jawabannya jelas dan jujur tentang pengumuman harga. ๐Ÿ™

jadi kalau Direktur Sekolah Dasar mau malu, mungkin harusnya jadi penasaran buat tahu apa yang terjadi aja. ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
aku pikir kalau gini yang terjadi gak bisa dihindari, di pihak sekolah dasar gak memiliki data yang jelas tentang harga Chromebook, jadi apa lagi sih kalau mereka bilang tidak tahu siapa yang memutuskan harga, tapi aku rasa ini juga bikin kekecewa, apalagi karena ada rekan yang secara terbuka menyatakan harga awal itu, aku pikir mereka harus lebih jujur, tapi di sisi lain aku juga paham kalau staf khusus Nadiem Makarim tidak memiliki kompetensi untuk memutuskan harga, jadi aku rasa kita harus mencari jawaban yang lebih akurat dari sumber yang lebih baik, tapi aku nggak punya harapan, di Indonesia gak ada yang ingin bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan ini ๐Ÿ˜
 
Aku pikir ini gini deh, Direktur Sekolah Dasar jangan ngasih alasan yang kurang jelas sih, kalau gak tahu siapa aja yang memutuskan harga Chromebook tapi malah menanyain ke Fiona tentang apa itu. Fiona langsung jawab bahwa itu bagian dari presentasi, tapi Direktur Sekolah Dasar tidak sabar-sabar lagi bertanya sampai tahu kontribusi survei dalam presentasi. Aku rasa ini gampang jadi kasus yang bikin kontroversi, kalau diulang-ulan lagi sih orang pasti akan ketakutan deh.
 
Gak bisa percaya ini! Direktur Sekolah Dasar bilang tidak tahu siapa yang memutuskan harga Chromebook, tapi siapa aja yang nggak kenal kebajikan mereka? Kalau gini, kalau ada survei yang dilakukan dan hasilnya dijadikan sebagai alasan untuk menetapkan harga, tapi mereka bilang tidak tahu siapa yang memutuskan itu, itu berarti mereka tidak ingin jujur.

Dan Fiona aja bilang hanya backup aja yang termasuk dalam presentasi, tapi gak ada yang bilang siapa yang ngerjain survei itu. Nadiem Makarim pasti udah tahu apa yang terjadi di balik layar ini, tapi dia gak mau nggak jujur. Gue kira kalau kami kehormatan, kan?
 
Aku pikir ini juga bikin kebingungan aja. Jika awalnya sudah ada rencana tentang harga Rp3 juta, tapi kemudian ganti menjadi lebih tinggi, aku rasa harus tahu siapa yang memutuskan perubahan itu ๐Ÿ˜•. Aku tidak percaya kalau Direktur Sekolah Dasar bilang tidak tahu siapa yang memutuskan harga tersebut, karena kalau benar-benar tidak tahu, maka mereka bisa jadi juga harus bertanggung jawab atas kesalahan itu ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Aku rasa penting untuk ada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya pemerintah.
 
Makasih, aku pikir salah satu alasan mengapa beliau mau mengklaim tidak tahu siapa yang memutuskan harga chromebook adalah karena beratnya harus menjelaskan proses pengumuman tersebut di pengadilan. Aku kira kalau kalau ada rekan dari tim Nadiem Makarim yang hadir, aku yakin akan bisa memberikan klarifikasi yang tepat tentang proses pengumuman itu. Dan tapi, jawaban Fiona tentang kompetensi beliau sendiri juga bikin aku penasaran. Mungkin ini bukti bahwa beliau memang tidak memiliki keahlian dalam hal tersebut? ๐Ÿค”
 
Gini kan? Direktur Sekolah Dasar itu jujur bilang tidak tahu siapa yang memutuskan harga Chromebook, tapi gak bermaksud salah juga karena Fiona bilang itu hanya backup aja. Makanya gak bisa diharapkan dia bilang siapa yang benar-benar memutuskan. Tapi ini kan jujur? Kalau bukan kompetensi Fiona, maka siapa nih?
 
Harga Chromebook itu kayak apa lagi? Siapa yang ngerasa diwajibnya sih kalau ada kesalahan disana? Direktur Sekolah Dasar ini kayak gila, tanya Fiona tentang apa saja itu presentasi dan backup, tapi orang tuh sih yang harus mengawasi pengeluaran sekolah. Kemudian Direktur Sekolah Dasar bertanya lagi tentang siapa ngerasa kompetensi di sana, apa sih itu bebas? Kita jangan biarkan komisi ini terus berlanjut ๐Ÿ˜ก.
 
Harga Chromebook itu kayak giliran politik, ya... ๐Ÿค” Direktur Sekolah Dasar itu malah jujur tidak tahu siapa yang memutuskan harga, tapi ada niat untuk menyesuaikan dengan pendapatan pengusaha. Saya rasa ini seperti politik umum, di awalnya ada kejelasan tapi akhirnya ada perubahan. Kalau siapa yang mau berubah harga, harus jujur dengan masyarakat, tidak kayak gitu... ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ
 
ini aja nih, direktur sekolah dasar itu paling bingung sih! mau bilang tidak tahu siapa yang memutuskan harga chromebook, tapi kalau ada rekan fiona yang bilang Rp3 juta, directorterusin nggak ngerti apa lagi ๐Ÿค”. dan di pengadilan aja dia bertanya kaita apa itu survei yang gagal dimasukkan dalam presentasi... sih hanya "backup" aja? ๐Ÿ“Š tapi apa kompetensinya sekarang siapa lagi? ๐Ÿ™„ selamat atas kasusnya ya, fiona! ๐Ÿค—
 
kembali
Top