Eks Menlu Hassan: Sumbangan Board of Peace itu Untuk Bantu Rakyat Palestina

Gabungan Indonesia dengan Israel sebagai anggota Board of Peace adalah keputusan Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, Indonesia berpartisipasi dalam upaya perdamaian untuk Gaza, yang merupakan bagian dari konflik Palestina.

Presiden RI menyatakan, pihak Indonesia menganggap kehadiran Board of Peace sebagai wujud nyata kepedulian kita terhadap penderitaan rakyat Palestina. Namun, perlu diingat bahwa jumlah sumbangan yang akan dikeluarkan oleh Indonesia belum diputuskan.

Dalam pertemuan dengan Presiden RI dan mantan Menlu-Wamenlu, Hassan Wirajuda menyampaikan bahwa Indonesia memutuskan untuk ikut partisipasi dalam Board of Peace tersebut. Sementara itu, Sugiono menjelaskan bahwa iuran yang dibayarkan oleh anggota Dewan Perdamaian tidak ada kewajiban untuk membayarkannya.

Pihak Indonesia hanya berpartisipasi setelah diberikan kesempatan oleh Israel sebagai pemberi tawaran. Namun, ini bukan berarti bahwa Indonesia hanya akan menjadi seorang penasihat. Pihak Indonesia mempunyai hak untuk memiliki suara dalam proses perdamaian.
 
Kaya gampang banget ari-ari mereka bisa ikut partisipasi di Board of Peace nih 😅. Tapi sih, penting buat kita tahu apa yang sebenarnya dicakup dalam iuran itu 🤑. Kita jangan terburu-buru ya, harusnya ada penjelasan yang lebih spesifik tentang bagaimana mereka akan menggunakan dana itu 🤔. Dan juga, sih, apakah benar-benar kita hanya menjadi seorang penasihat atau kita punya suara yang berbeda dalam proses perdamaian ini 🤝?
 
Saya pikir ini gak tepat. Suhu-suhu, kita harus lebih teliti lagi. Kita nggak bisa terlalu cepat-cepat menyerap tawaran itu tanpa mempertimbangkan dampaknya yang sebenarnya. Apa benar-benar Indonesia bisa yakin bahwa Israel tidak hanya akan menggunakan kehadiran kita untuk tujuan sendiri? 🤔
 
Makasih ya gue punya kesempatan bikin komentar dibeberapa artikel newsnya 🙏. Gue pikir gini, kalau kita ikut partisipasi board of peace itu, makanya kita harus tahu apa yang diharapkan dari Israel dan Palestina. Tapi, kenapa kita harus ikut? Jadi, berarti kita harus membayar dulu, kan? 🤔 Masih banyak pertanyaan yang gue ingin jawab, kayaknya kita harus lebih teliti dulu sebelum mau ikut bikin perubahan besar-besaran.
 
Gue pikir itu gampang kena-kena, ya? Indonesia ikut partisipasi dalam Board of Peace dengan Israel? Itu beda, tapi gue masih rasa tidak jelas. Apa benar-benar kita bisa membedakan antara yang baik dan yang tidak baik di sini? Kita harus berhati-hati, karena Israel seringkali jadi sumber konflik, kan? 🤔
 
Gabung aja dengar kayaknya gak ada masalah... Israel bisa jadi nanti kehilangan banyak uang jika tidak ikut kerja sama dengan Indonesia... tapi gak perlu dianggap sebagai penasihat, itu juga gak masuk akal banget... apalagi karna presiden Prabowo Subianto yang sudah sangat terampil dalam berpolitik... jadi kalau Israel mau ikut kerja sama dengan Indonesia, kenapa gak? 🤔💸
 
Gak ngerti sih kenapa kita harus ikut ke Board of Peace itu. Apalagi cuma diberi kesempatan oleh Israel, sih. Bisa jadi ada yang mau mengelabui kita, kan? tapi di sisi lain, mungkin ini bisa buat Indonesia mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi lebih dalam upaya perdamaian.
 
kembali
Top