Eks Dirjen Anggaran Kemenkeu Divonis 1,5 Tahun Penjara Kasus Jiwasraya

Mantan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata, divonis pidana seumur hidup karena kasus korupsi yang ia kelilingi selama menjabat sebagai Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Kasus ini melibatkan PT Asuransi Jiwasraya (AJS) yang dianggap tidak stabil keuangan pada periode 2008-2018.

Isa divonis pidana seumur hidup karena ia terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama dengan ratusan orang. Ia dianggap telah merugikan negara senilai Rp16,8 triliun. Selain itu, Isa juga dikenakan denda sebesar Rp100 juta dan dipenjara selama 1 tahun 6 bulan.

Isa dipenjarakan karena ia dianggap telah melakukan perbuatan tidak sopan dalam menjalankan tugasnya sebagai regulator. Ia melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hakim mengungkapkan bahwa Isa memiliki beberapa alasan untuk memberi hukuman ringan. Ia telah membuka jalan bagi PT Asuransi Jiwasraya untuk terus beroperasi meskipun dalam keadaan insolvent, yang pada akhirnya berdampak pada kerugian pemegang polis.

Selain itu, hakim juga mengatakan bahwa Isa belum pernah dihukum sebelumnya dan telah bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan.
 
Kasus ini memang nggak bisa dipandang dari sudut pandang baik. Tapi, apa lagi yang bisa kita lakukan sih? Kalau bukan terus bawa korupsi di tengah-tengah kita πŸ€·β€β™‚οΈ. Saya rasa hukuman seumur hidup ini juga nggak sedikit keras, tapi saya setuju kalau tidak ada hukuman yang pas, maka ada yang tidak adem ya πŸ€¦β€β™‚οΈ. Dan apa sih yang bisa kita lakukan sih jika semua orang di dalam sistem korupsi juga sama-sama nggak mau buang-buang waktu? Mereka semua sama-sama ngga peduli sama keadilan dan kesetaraan ya πŸ˜’.
 
Mana nih, kasus ini sangat jadi gak bisa dipahami siapa yang salah. Jadi dia divonis pidana seumur hidup, tapi apa benar-benar dia buat korupsi yang begitu parah? Dia itu mantan direktur jenderal keuangan, kan dia memiliki posisi yang sangat penting dan diharapkan untuk menjaga keadilan. Tapi ternyata dia juga bisa terlibat dalam kasus korupsi yang begitu besar.

Saya pikir apa yang paling beresiko adalah jika dia tidak divonis pidana seumur hidup. Jika dia hanya dikenakan denda dan dipenjarakan selama 1 tahun 6 bulan, itu tidak akan mencukupi. Dia harus dihukum lebih keras karena korupsi yang ia lakukan itu sangat parah dan berdampak besar pada negara.

Saya juga ingin tahu apa yang memotivasi hakim untuk memberikan hukuman ringan kepada Isa. Apakah ada alasan lain yang tidak dikatakan? Saya pikir kita harus mengetahui semua informasi sebelum menyakinkan diri bahwa dia telah divonis pidana yang tepat. πŸ€”
 
Ooiiieeee... siapa yang bayangin pasal korupsi? kalau bukan orang-tengah yang punya uang banyak, deh! Isa Rachmatarwata, mantan direktur jenderal anggaran kementerian keuangan itu kayaknya memang salah banget... korupsi selama 16 tahun, senilai Rp16,8 triliun! itu biaya negara yang nggak bisa dipisahkan...

saya rasa harus dihukum keras ya, tapi kayaknya hakimnya tidak mau begitu saja. tapi kalau kita buat contoh baik buruk, mungkin orang lain juga akan berhati-hati nggak? dan siapa tahu, ada yang lagi melakukan hal yang sama...
 
heyyyy πŸ€” apa kabar sih? aku sengaja liat news tentang Isa Rachmatarwata yang divonis pidana seumur hidup karena kasus korupsi di Bapepam-LK. aku pikir hal ini sangat parah banget, sih. korupsi selalu membawa dampak yang besar dan merugikan negara πŸ€•. tapi aku juga paham bahwa hakim harus mewajibkan Isa karena telah melakukan kesalahan-kesalahan yang sangat serius.

aku pikir hukuman seumur hidup memang benar-benar parah, tapi mungkin ada alasan di balik penghukuman ini πŸ€”. aku harap bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang yang terlibat dalam korupsi untuk berperilaku lebih baik dan bertanggung jawab πŸ™.
 
iya nih, saya pikir hukuman yang diberikan kepada Isa Rachmatarwata ini sebenarnya sudah cukup adil. tapi aku juga merasa sedikit lemah kena siapa, karena kita bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika korupsi seperti ini tidak dipercaya dan dihukum dengan tegas. tapi apa yang paling penting adalah agar kita semua bisa belajar dari kesalahan-kesalahan ini dan berusaha untuk mencegah hal seperti ini terjadi kembali di masa depan πŸ™
 
iya kok gini terjadi... korupsi yang begitu besar dan berdampak pada negara senilai 16,8 triliun... aku rasa sangat kecewa dengan penegakan hukum yang sedikit lembut... 1 tahun 6 bulan penjara bisa dianggap agak ringan nih... tapi aq juga mengerti bahwa ada alasan untuk memberi hukuman seperti itu... apalagi karena Isa sudah membuka jalan bagi Asuransi Jiwasraya untuk terus beroperasi meskipun dalam keadaan insolvent... tapi aku rasa kita perlu memperhatikan agar penegakan hukum lebih adil dan tidak begitu lembut...
 
Aku rasa hukuman ini terlalu panjang banget. Ya, Isa memang melakukan korupsi yang parah, tapi dia tidak sendirian aja. Banyak orang lain juga ikut tertangkap. Aku pikir hukuman seumur hidup nanti akan membuat Indonesia terkesan di mata internasional, bukan memberikan kejutan yang positif. Dan aku bingung siapa alasan hakim memberi hukuman ringan. Aku rasa dia hanya mau menutup matanya dari korupsi yang sudah lama berlangsung di Indonesia.
 
Mengenal kasus Isa yang bikin kita sedih banget πŸ˜”. Korupsi ini melibatkan ratusan orang, senilai Rp16,8 triliun, itu kalau aku tidak salah itu sangat berat sekali πŸ’Έ. Bagaimana bisa ada orang yang bisa melakukan hal seperti itu dan belum pernah dihukum sebelumnya? 🀯

Aku pikir hukuman ini sudah cukup keras, tapi aku setuju bahwa Isa harus dipenjara karena ia telah melakukan perbuatan tidak sopan dalam menjalankan tugasnya sebagai regulator. πŸ’Ό Aku harap hal seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain yang nanti ingin mencoba melakukan hal sama. πŸ€¦β€β™‚οΈ

Tapi, aku juga ingat bahwa hakim tersebut sudah memberikan beberapa alasan untuk memberi hukuman ringan, seperti karena Isa telah membuka jalan bagi PT Asuransi Jiwasraya untuk terus beroperasi meskipun dalam keadaan insolvent. 🀝 Aku setuju bahwa kita harus mempertimbangkan faktor-faktor ini saat memberikan hukuman.

Aku yakin ada banyak orang yang juga peduli dengan hal ini, dan aku pun salah satu dari mereka 😊. Kita semua harap bisa belajar dari kasus ini dan menjadi lebih bijak dalam menghadapi isu-isu seperti korupsi dan regulator. πŸ™
 
Mana nih kabar tentang kasus korupsi yang bermasalah ni? Saya sedang mencari resep membuat martabak manis untuk sarapan, tapi saya tidak bisa menemukan resepi yang tepat. Saya suka makan martabak manis yang renyah dan lembut pada saat yang sama. Apakah kalian memiliki resepi favoritnya? Saya juga sedang mencari cara untuk membuat tanaman hias di rumah, tapi saya tidak tahu di mana saya bisa menemukan informasi tentang itu. Tapi, saya terusik dengan kasus korupsi ini... Rp16,8 triliun, itu berarti banyak yang terkena dampak dari korupsi ini, sih...
 
Wah kasus ini banget! Pisah-pisahan siapa yang jadi korupsi ya? Saya pikir ada kelemahan dalam sistem pengawasan, kan? Bagaimana kalau ganti direktur sekarang juga harus divonis pidana seumur hidup ya? Sama-sama korupsi, sama-sama tidak sopan. Denda Rp100 juta, eh... kurang juga banget! Saya rasa ada perubahan yang perlu dilakukan agar korupsi tidak terus berkeluh-keluh di Indonesia.
 
Pernah bilang bahwa korupsi ini seperti semut yang beredar di masyarakat kita 🐜. Kenapa banyak orang bisa melakukan hal ini tanpa ada konsekuensi? Isa Rachmatarwata ini adalah contoh nyata bahwa korupsi bisa berjalan sampai mana kalau tidak ada sanksi yang tepat πŸ’Έ. Akan tetapi, saya juga paham kenapa hakim memberikan hukuman ringan pada Isa ini. Ia sudah membuka jalan bagi PT Asuransi Jiwasraya untuk terus beroperasi meskipun dalam keadaan insolvent, itu adalah kesiapan yang cukup besar 🀝. Namun, saya rasa masih perlu ada peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya korupsi dan konsekuensi yang harus diterima oleh pelaku πŸ’‘.
 
Kasus korupsi yang melibatkan Mantan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan itu memang buat kita rasa bingung, kan? Bagaimana kalau seseorang yang sudah terjun ke bidang regulator bisa jadi melakukan hal seperti itu? Saya pikir hukuman seumur hidup itu adil, tapi juga sedikit menyesal. Kalau bisa, saya ingin tahu apa yang ada di balik kasus ini, siapa nanti yang bertanggung jawab, dan bagaimana kita bisa mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan... πŸ€”
 
OH MANNYA BISA, ISYA RACHTAMATRAWATA BANGGA AKAN NYALIYA KASUSNYA πŸ˜±πŸ€¦β€β™‚οΈ APA SIH, PERNAHNYA IA PUNYAIKIN BERBAIKATU DAN NAKA COOPERatif, TAPI PADA AKHIRNYA IAPUN TERBALIK LAH πŸ”„πŸ˜’. JANGAN BISA YAKNI KASUS IA, NEMO KEMBALI NYANGGA, KASUS IA NALAH BERTABURAN DI MATA HUKUM πŸš«πŸ’”. PADA AKHIRNYA, HUKUMANNYA SEBENARNYA, 16 TRILIUN, ITU TIDAK PAKE KEBAKaran πŸ˜‚. YA, IA KEMBALI NYANGGA, KASUS NYANGGA BANGGA!
 
Saya rasa kalau ini kayaknya udah waktunya orang-orang di Indonesia mulai lebih sabar dengar kisah korupsi yang dihadapi oleh orang-orang yang berdaulat di negara ini. 1 tahun 6 bulan saja denda bukan main?
 
Aku pikir kalau hukuman seumur hidup ini terlalu berat banget. Aku setuju kalau Isa melakukan korupsi, tapi aku rasa 1 tahun 6 bulan penjara sudah cukup untuk dia. Seumur hidupnya ini seperti tekanan besar yang akan mempengaruhi keluarganya dan orang-orang di sekitarnya. Bisa jadi, hukuman ini tidak akan membuat orang lain berpikir dua kali lagi melanggar perataan. Aku rasa lebih baik jika ada hukuman yang lebih terapisasi untuk kasus-kasus korupsi seperti ini.
 
Gue pikir kalau hukuman ini terlalu keras banget, ya... Isa Rachmatarwata pasti bukan orang yang buru-buru ngerugikan negara. Aja dia salah dalam pekerjaannya, tapi gak apa-apa, kan? Gue bayangkan jika dia ternyata salah karena ada korupsi yang benar-benar besar dan dia harus dibawa ke pengadilan... toh apa yang terjadi? Negara akan terluka parah dan banyak orang yang kehilangan uang. Jadi, gue pikir hukuman ini seharusnya lebih lembut, ya...
 
Wahhh biar banget! Pihak hukum ini benar-benar tidak sabar-sabaran dengan korupsi yang melibatkan Bapepam-LK ya? Tapi, aku rasa ada hal lain yang harus kita perhatikan yaitu bagaimana negara bisa memastikan agar peran regulator seperti Isa berjalan lancar tanpa ada korupsi. Aku rasa itu yang paling penting. Dan apa sih dengan cara hukuman seumur hidup? Aku rasa itu terlalu keras, tapi aku tidak punya jawaban. Yang pasti adalah kita harus lebih waspada dan tekun dalam mencegah korupsi seperti ini kembali terjadi di masa depan πŸ€”
 
Gue jadi nggak percaya banget dengar kalau Isa bisa divonis pidana seumur hidup! Sepertinya dia tidak punya konsepsi apa-apa tentang korupsi, gue pikir korupsi itu adalah kejahatan yang sangat berat. Gue rasa hukuman ini sangat adil, karena Rp16,8 triliun itu sangat banyak sekali! Gue harap kalau hal ini bisa mengajar semua orang untuk tidak melakukan korupsi lagi, jadi kita bisa memiliki pemerintahan yang lebih transparan dan baik. Dan gue juga rasa hakim ini benar, karena Isa sudah terbukti melakukan perbuatan tidak sopan dalam menjalankan tugasnya sebagai regulator, gue pikir hukuman ini adalah balasannya yang tepat.
 
Gini aja, kalau mantan direktur jenderal bisa buat korupsi seumur hidup, apa lagi birokrasi nih? πŸ€¦β€β™‚οΈ Kalau Pak Isa ini bisa diberi hukuman ringan karena dia membuka jalan bagi PT Asuransi Jiwasraya untuk terus beroperasi meskipun tidak stabil keuangan, itu kan sama saja dengan memberikan amnesia korupsi jugaπŸ™„. Dan apa sih dengan alasan Pak Isa ini belum pernah dihukum sebelumnya? Itu kan bukan penjelasan yang baik. Biar jadi semakin terasa bahwa ada keterlibatan ratusan orang dalam kasus korupsi ini juga, tapi tidak ada yang diberi hukuman ringan seperti Pak Isa ini. Bisa jadi ada hal lain yang ingin dirahasiakan, kan? πŸ€”
 
kembali
Top