gak bisa dipungkiri, OJK seringkali terlalu ngejek terhadap industri asuransi di Indonesia

. kalau gak beratnya, mereka jadi ngeluh siapa yang tidak puas dengan hasilnya

. tapi apa yang harus dilakukan, sih buat OJK tetap fokus pada kepuasan nasabah, bukan keterampilan asuransi sendiri

.
nah, kalau OJK mau ngecek keterampilan asuransi, sebaiknya mereka cari info dari sumber yang lebih objektif, bukan sekedar berdasar pada pengalaman pribadi

. contohnya, mereka bisa melihat bagaimana asuransi yang lain berjalan, apa ada kekurangan yang perlu diperbaiki? atau apa saja strategi yang sudah digunakan oleh asuransi untuk meningkatkan kualitas layanan

.
gimana, kalau OJK mau serius dalam menilai industri asuransi, mereka harus buat laporan yang jujur dan transparan, bukan sekedar memuji-muji sendiri

.