Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengakui bahwa banyak portofolio saham anggotanya yang mengalami koreksi tajam atau "merah" setelah pengumuman indeks MSCI. Ini diungkapnya merespons tingkat naik turunnya (volatilitas) pasar saham usai pengumuman MSCI pekan lalu.
Saat ini, saham menjadi instrumen investasi jangka menengah hingga jangka panjang, sehingga hasil dari investasi melalui saham tidak akan dirasakan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, Anindya meminta para investor dan pelaku usaha untuk tetap tenang dan fokus pada kekuatan fundamental perusahaan guna menjaga stabilitas investasi jangka panjang.
Meski terjadi volatilitas tinggi di pasar modal, Anindya mengingatkan investor agar memantau fundamental perusahaan yang melantai. Dari fundamental tersebut, investor dapat memantau aspek lain dari perusahaan yang melantai dan menilai apakah harga saham naik turun atau tidak.
"Saham menjadi instrumen investasi jangka menengah hingga jangka panjang," ucapnya. "Harga bisa naik turun, tapi fundamental bisa dilihat bagaimana keadaan perusahaan."
Tentu saja ada kasus saham gorengan yang membuat investor kecil merugi. Oleh karena itu, edukasi terkait saham menjadi hal penting yang harus diketahui investor maupun masyarakat. Anindya berujar bahwa investasi pasar modal itu adalah investasi yang penuh dengan kalkulasi.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta pelaku pasar kunci harus menjaga kepercayaan pasar dengan komunikasi yang terbuka terkait iklim saham saat ini. Perusahaan yang melantai hingga pemegang saham besar yang menjual saham harus juga menjaga penawaran mereka guna penjualan kepada investor.
Saat ini, saham menjadi instrumen investasi jangka menengah hingga jangka panjang, sehingga hasil dari investasi melalui saham tidak akan dirasakan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, Anindya meminta para investor dan pelaku usaha untuk tetap tenang dan fokus pada kekuatan fundamental perusahaan guna menjaga stabilitas investasi jangka panjang.
Meski terjadi volatilitas tinggi di pasar modal, Anindya mengingatkan investor agar memantau fundamental perusahaan yang melantai. Dari fundamental tersebut, investor dapat memantau aspek lain dari perusahaan yang melantai dan menilai apakah harga saham naik turun atau tidak.
"Saham menjadi instrumen investasi jangka menengah hingga jangka panjang," ucapnya. "Harga bisa naik turun, tapi fundamental bisa dilihat bagaimana keadaan perusahaan."
Tentu saja ada kasus saham gorengan yang membuat investor kecil merugi. Oleh karena itu, edukasi terkait saham menjadi hal penting yang harus diketahui investor maupun masyarakat. Anindya berujar bahwa investasi pasar modal itu adalah investasi yang penuh dengan kalkulasi.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta pelaku pasar kunci harus menjaga kepercayaan pasar dengan komunikasi yang terbuka terkait iklim saham saat ini. Perusahaan yang melantai hingga pemegang saham besar yang menjual saham harus juga menjaga penawaran mereka guna penjualan kepada investor.