Dwi Pemain Liga 4 Jogja Tendang Kepala, Sanksi, & Kondisi Korban

Pemain Liga 4 Jogja, Dwi Pilihanto, melanggar aturan dengan melakukan tendangan kepala kepada pemain lawan. Aksi kekerasan ini terjadi di lapangan sepak bola antara UAD FC dan KAFI Jogja pada Selasa lalu.

Dalam laga tersebut, Dwi Pilihanto menendang kepala Amirul Muttaqin yang bermain untuk UAD FC. Hasilnya, pemain lawan jatuh ke tanah dengan sakit. Dwi hanya mendapatkan kartu kuning dari wasit, namun sanksi yang diterimanya lebih parah.

Dwi dikenai denda sebesar Rp1 juta dan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup oleh Komdis PSSI DIY. Selain itu, KAFI Jogja juga memutuskan untuk memberhentikan Dwi sebagai pemain mereka.
 
Mengenai kasus Dwi Pilihanto, aku pikir dia harus belajar dari kesalahan itu. Tendangan kepala terhadap lawan kan makin lucu deh tapi sebenarnya sangat berbahaya. Kawan kami yang suka sepak bola pasti tidak ingin kecelakaan seperti itu terjadi di lapangan. Aku rasa komdis PSSI DIY pun benar-benar harus melindungi pemain-pemain tersebut. Dwi jadi contoh bagaimana kita harus bertanggung jawab atas tindakan kita di lapangan, apa lagi kalau ini kekerasan. Tapi aku juga rasa KAFI Jogja harus memberikan pelatihan yang lebih baik kepada Dwi agar dia tidak melakukan kesalahan seperti itu lagi. 🤦‍♂️
 
Aku pikirnya, walaupun aksi kekerasan itu gak enak dipikir, tapi si Dwi Pilihanto mungkin tidak mau menendang kepala orang tuanya ya? Kalo kamu sibuk dengan kesibukan, kayaknya sanksi yang diterimanya mungkin kurang parah, aja Rp1 juta dan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup? Gak usah khawatir, si Dwi masih bisa mencari pekerjaan lain nih! KAFI Jogja memutuskan untuk memberhentikan dia, tapi aku rasa itu sudah cukup banget.
 
Maksudnya siapa lagi yang bisa dijinakin? 😂 Dwi Pilihanto kayaknya udah jelas kan kalau kasih kartu kuning saja tapi gak mau berhenti. Sanksi seumur hidup itu kayaknya terlalu keras banget, mungkin harus ada sanksi lain seperti transfer ke Liga 3 atau apa? 🤔 Aku rasa perlu diatur lebih ketat agar tidak ada kasus like ini lagi, tapi sama-sama, sepak bola gak boleh jadi hal yang kasar kan? 😊
 
Wah broooo, sepak bola gini aja bisa jadi kekerasan banget, tapi Dwi ngerasa apa? Dia tendang kepala Amirul Muttaqin bareng lelucon gitu 😂. Tapi kenyataannya dia harus merogoh dada sendiri, karena kartu kuning itu nggak cukup untuk dijadikan contoh. Aku rasa sanksi yang diterimanya kurang parah, bro. Rp1 juta denda itu cuma sedikit, aku pikir ada yang lebih parah lagi. Dan memberhentikan Dwi sebagai pemain KAFI Jogja itu juga salah pilihan, kalau dia sudah dihukum banter ini ganti dengan kesempatan untuk belajar dan berimajinasi 🤔.
 
Maksudnya apa sih dengan Liga 4? Kenapa harus ada aturan banget seperti itu? Sepak bola adalah olahraga yang seru banget! Tapi, kalau di dalam permainan ada yang jatuh sakit, itu bukannya kejadian tragis? Dwi Pilihanto bisa tidak tahu, tapi dia harus belajar untuk mengontrol diri sendiri di lapangan. Sanksinya terlalu berat, kan? Rp1 juta itu banyak sekali! Dan seumur hidup? Gimana kalau dia ingin punya keluarga dan anak-anak? Yang penting adalah dia harus belajar dari kesalahan-nya dan tidak melakukan hal yang sama lagi.
 
Aku pikir benar-benar konyol aksi Dwi Pilihanto kan! Dia jatuh cinta dengan sepak bola, tapi dia lupa bahwa ada aturan yang harus diikuti. Dia kayaknya tidak memperhatikan efeknya kepada pemain lawan dan bahkan kehilangan kesadaran saat menendang Amirul Muttaqin. Sekarang dia harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya, tapi aku rasa denda Rp1 juta terlalu rendah untuk aksi yang serius itu. Mungkin kalau ada aturan pengawasan yang lebih ketat, aksi seperti itu tidak akan terjadi. Tapi aku senang melihat KAFI Jogja dan Komdis PSSI DIY tampil sangat keras dalam menghadapi kekerasan di lapangan sepak bola! 🤦‍♂️
 
Hikhh... aksi kekerasan di lapangan sepak bola ini jadi bikin pikiran saya pahit. Seperti gula capai, aku nggak bisa tidak terharu melihat pemain lawan jatuh ke tanah sambil sakit. Dwi Pilihanto punya kesalahan yang serius, tapi syukurlah wasit langsung menangkap aksi kekerasan itu.

Aku pikir KAFI Jogja dan Komdis PSSI DIY sudah cukup keras dengan denda Rp1 juta dan larangan beraktivitas seumur hidup untuk Dwi. Akan tapi, aku rasa ada yang kurang... sayangnya pemain lawan yang terkena tendangan kepala itu. Apakah ada yang akan menanggung beban sakitnya? Atau bagaimana KAFI Jogja dan Komdis PSSI DIY bisa memastikan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan?
 
Wah, apa lagi kekalahannya gini sih? 🤔 Dwi Pilihanto kayaknya gila atau apa? Dia tendang kepala Amirul Muttaqin jadi sakit dan tiba-tiba dia sudah denda Rp1 juta! 🤑 Dan larangan beraktivitas seumur hidup ari. Waaaahh... KAFI Jogja memutuskan untuk membocorkannya... toh gak usah main sepak bola lagi kayaknya. Tapi, kenapa wasit ga bisa langsung memberi kartu merah? 🙄
 
Dwi Pilihanto kayaknya harus belajar lebih banyak tentang aturan di lapangan 🤦‍♂️. Tendangan kepala itu sangat tidak biasa, kaya tidak biasanya kamu ketawang sama-sama sih 😅. Sanksi yang diterimanya, Rp1 juta dan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup, itu benar-benar terlalu keras ya 🤯. Dwi harus sadar bahwa sepak bola bukan cuma tentang kesalahan seseorang aja, tapi juga tentang keselamatan pemain lawan 💥. KAFI Jogja memutuskan untuk memberhentikan dia itu kayaknya sangat tepat, supaya tidak terjadi hal yang sama lagi di masa depan 🙌.
 
Aku pikir kalau aturan di Liga 4 harus lebih ketat banget! Seperti ini, Dwi hanya mendapat kartu kuning dan larangan bermain sepak bola seumur hidup? itu tidak adil, bro! Akan tapi aku paham komdis PSSI DIY ingin melindungi pemain lawan. KAFI Jogja juga kecil lemah dengan memutuskan untuk membocorkan Dwi, tapi setidaknya mereka punya tanggung jawab sebagai tim sepak bola.
 
ini apa lagi kasus kekerasan di lapangan sepak bola . kayaknya harus ada aturan yang ketat banget kalau seseorang melakukan tendangan kepala kepada pemain lawan . kalau tidak siapa yang tahu kalau itu bisa jadi peringatan pertama untuk kasus kekerasan yang lebih parah . saya pikir Komdis PSSI DIY harus lebih keras lagi dalam memberikan sanksi kepada Dwi Pilihanto , tapi ya kayaknya sudah adil juga , karena dia nggak cuma melakukan tendangan kepala aja, tapi juga bikin Amirul Muttaqin jatuh ke tanah . saya harap permainan sepak bola di Indonesia bisa menjadi lebih aman dan lancar , biar kita semua bisa menikmati pertandingan yang seru dan tidak terlalu berisiko 😊
 
Sepak bola yang seru... aku masih ingat kala aku bisa main sepak bola dengan temen-temen di taman. Sekarang, anak-anak muda seperti Dwi Pilihanto yang gila tendangan kepala, itu tidak enak disaksikan. Sakit-sakitnya bisa terjadi karena kecelakaan sederhana itu, sih...

Aku rasa kalau yang perlu diingat adalah pentingnya keselamatan dan sportsmanship dalam sepak bola. Jika aku masih main sepak bola, aku pasti akan berusaha untuk tidak melakukan hal seperti Dwi. Tapi, aku juga ingat kala aku main sepak bola dengan temen-temen di taman, kita semua gila tendangan kepala... 😂👍
 
Pemain Liga 4 Jogja kayaknya nantinya akan banyak yang merasa malu banget kan kalo gue lihat si Dwi Pilihanto, dia kayaknya sengaja targetin Amirul Muttaqin dengan tendangan kepala itu 🤕. Akan tapi, apa yang aneh lagi adalah denda sebesar Rp1 juta kan? Gue tahu kalau ada banya pemain sepak bola di Indonesia yang punya pengalaman serupa, kayaknya tidak usah terlambat si KAFI Jogja memanggil Dwi ke daftar pemain cadangan aja 🤦‍♂️.
 
kembali
Top