Dwi Pemain Liga 4 Jogja Tendang Kepala, Sanksi, & Kondisi Korban

Dwi Pilihanto, pemain amatir Liga 4 Jogja mengenai muka pemain UAD FC, Amirul Muttaqin saat melakukan tendangan kepala dalam laga antara keduanya yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk KAFI.

Pihak komisi disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan Dwi denda Rp1 juta dan larang beraktivitas sepak bola seumur hidup, karena melanggar Pasal 48 Jo.

KafI Jogja pun menegaskan bahwa pemain mereka, bernomor punggung 2 itu telah melakukan kecerobohan saat berusaha menyapu bola dengan menaikkan kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain UAD FC Amirul.
 
Aku rasa banget sih apa yang dijadwalkan disini! Dwi Pilihanto denda Rp1 juta dan larang beraktivitas sepak bola seumur hidup? Itu gampang banget! Aku pikir dia hanya melakukan kesalahan sederhana aja, tapi apa yang terjadi itu? Dia harus dihukum begitu berat? Saya rasa pasal 48 jo yang disebutkan memang penting, tapi tidak perlu begitu keras. Aku berpikir lebih banyak lagi penjelasan dari pihak komisi bisa dibutuhkan, jadi kita semua bisa paham apa yang terjadi dan bagaimana untuk menghindari kesalahan seperti itu di masa depan... πŸ€”
 
Gue bingung banget sama pendapat orang tuanya si Dwi! Gandeng denda Rp1 juta itu nggak masuk akal, akiya! Dwi malah melakukan tendangan kepala dengan teka-teki yang paling bisa dipercaya di Liga 4 Jogja! Dan apa dengan larang beraktivitas sepak bola seumur hidup? Sepakbola itu hiburan banget! Gue punya teman di KAFI Jogja juga sering lupa waktu karena lama bermain, nih! Dwi tidak perlu larangan hidup banget, ayo tolong orang tuanya untuk sabar dan melihat situasi yang sebenarnya! πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
Dwi Pilihanto ini benar-benar kayak kambing balik, kan? Kalau mau denda Rp1 juta, mesti punya uang Rp1 juta juga, sih! πŸ€‘ Apalagi kalau dilarang beraktivitas sepak bola seumur hidup, itu kayakin pahitin. Tapi apa yang harus dilakukan pihak KAFI Jogja? Mereka nggak sengaja kalah ya... πŸ˜…
 
Gue penasaran sih, pasal apa sih yang dijadikan alasan Dwi denda Rp1 juta dan larang beraktivitas sepak bola seumur hidup? Pasal 48 Jo itu gak jelas banget, gimana caranya Dwi bisa ngedain kecerobohan itu? Gue pikir lebih masuk akal sih kalau mereka hanya denda Rp50 ribu atau nggak ada denda sama sekali.
 
Wah, makasih informasinya kaya! Pertandingan yang seru banget! Tapi, aku pikir kalau denda Rp1 juta untuk Dwi itu agak ngentot, sih... Bisa banget ya beraktivitas sepak bola seumur hidup? Aku pikir lebih baik dia dihibur dengan pelatihan intensif aja πŸŸοΈπŸ‘. Tapi aku juga paham kalau pasal 48 Jo itu penting banget, jadi aku setuju denda itu pas banget! 😊
 
Maksud gue, apa artinya Dwi denda Rp1 juta? Tapi apa yang dipikirin nggak sih, kalau Amirul ini udah lulus ke tim KAFI Jogja, kenapa lagi dia terus disangka-sangkaini oleh pihak komisi? Gue rasa Dwi hanya melakukan tendangan kepala biasa-biasa aja, gak ada yang salah. Si Amirul yang udah jadi pemain KAFI, kenapa dia harus bersikap agresif sama Dwi? Gue pikir ini kasus pihak berwajib yang terlalu agresif...
 
Dwi Pilihanto kayaknya jadi bintang negara kalau bisa dikenal di arena internasional, tapi sama sekali tidak siap banget untuk bermain profesional. Denda Rp1 juta itu minimal banget, aku pikir harusnya dia denda lebih banyak lagi. Tapi aku juga nggak menyangka kejadian itu terjadi, si Amirul Muttaqin kayaknya gila gitu! Menaikkan kaki dengan tinggi begitu aja, siap untuk dibangunkan oleh pemain lawan? Aku rasa sepak bola sekarang kayaknya sudah jadi game full contact, kamu harus siap untuk melawan apa pun.
 
Makasih kawan, aku jadi nyesel dulu, kenapa pemuda sepakbola ini harus ikut-ikutan main kekerasan ya? Dwi Pilihanto itu kan sudah amatir aja, siapa yang tahu apa yang bikin dia terburu-buru kayak ituu... πŸ˜’ Mungkin kalau di masa lalu, dia akan selalu mencoba untuk menghindari situasi seperti ini, tapi sekarang udah jadi hal biasa aja ya? πŸ€¦β€β™‚οΈ UAD FC juga memang tidak bermain dengan baik, tapi apa yang salah ya? Biar kan Dwi Pilihanto itu denda Rp1 juta dan larang banget main sepakbola seumur hidup, tapi kalau kembali ke masa lalu, siapa yang akan menyangkal kalau dia benar-benar salah aja... πŸ€”
 
Bisakah sepak bolanya lebih santai aja? Dwi Pilihanto itu nampung denda Rp1 juta dan larang beraktifitas sepak bola seumur hidup karena melanggar pasal 48 Jo, tapi aku rasa ini terlalu keras. Sepak bola adalah olahraga yang harus diajarkan untuk anak-anak, bukan tentang menghukum. Aku ingin melihat langkah penegakan hukuman yang lebih bijak dari pihak komisi, apalagi karena Dwi itu cuma pemain amatir. Mungkin kalau denda diurangi dan dibatasi waktu beraktifitasnya, gak ada masalah juga.
 
Pernahkah kita lihat siapa yang benar dan siapa yang salah di lapangan? Dwi Pilihanto denda Rp1 juta dan larang beraktivitas sepak bola seumur hidup, tapi apa yang benar adalah dia menaikkan kaki terlalu tinggi dan mengenai Amirul Muttaqin? Mungkin kita bisa belajar dari kesalahan tersebut, tapi juga harus mempertimbangkan alasannya. Apakah Dwi benar-benar melakukan kecerobohan itu?
 
😊 Pemain Liga 4 ya udah jadi bintang! Dwi pilihanto gue rasa salah dia, tapi sepak bola itu kan ada kesalahan juga, kan? πŸ€” Kalo nanti gue main sepak bola aku pasti lompat tinggi banget πŸ˜‚. Tapi jangan dikecam terlalu keras, kan gue? 😊 UAD FC gue rasa salah Amirul, dia udah nyangkat kaki terlalu tinggi, siapa tahu gue denda juga πŸ€·β€β™‚οΈ. Sepak bola itu kan tentang kesabaran dan kecerdasan 🧠. Gue rasa perlu dijadikan contoh bagaimana jangan langsung marah, tapi coba bayangkan situasi itu dari sisi lawan, ya? 😊
 
Kalau mau denda seumur hidup aja karena tendangan kepala yang nggak usah kasih pujian, si Dwi Pilihanto. Seperti itu sih kenyataan di Liga 4. Kalau bisa ganti dengan penalti ya, siap. Tapi banting-banting aja tanpa hukuman yang berat.
 
Gue rasa Dwi dendaan itu terlalu ringan banget, mantap aja denda Rp1 juta dan larang beraktifitas sepak bola seumur hidup? Gue pikir kalau Amirul juga perlu denda, ya. Dia yang terus mengenai kaki Dwi dengan punggungnya itu, makin mantap sih. Sama-sama denda Rp1 juta, gak ada beda sama sedikit.
 
Dwi Pilihanto gini kayaknya memang tidak bijak banget, tiba-tiba aja menendang kepala orang lawan πŸ€¦β€β™‚οΈ. Setuju denda Rp1 juta bukan kecil, tapi kalau larang beraktivitas seumur hidup itu kayaknya terlalu keras πŸ˜…. Sepertinya KafI Jogja juga tidak sabar-sabaran ingin mengutuk Dwi, tapi benar-benar tahu apa yang harus dilakukan oleh pemain sepak bola? Saya pikir ada solusi yang lebih baik daripada larangan seumur hidup, misalnya pelatihan khusus atau kesempatan untuk memahami kejahatan itu sendiri πŸ€”.
 
Kasus Dwi Pilihanto itu gue pikir sangat susah dipakai sebagai contoh bagi anak muda. Berapa banyak yang salahnya? Dia hanya tendang kepala, siapa sapa tahu di baliknya nggak ada niat untuk melanggar. Gue rasa hukuman 1 jutaan terlalu keras! πŸ€”πŸ‘Ž

Gue juga ngga paham bagaimana caranya dia bisa meninggalkan bola dengan kaki yang tinggi seperti itu. Mungkin harus ada pelatihan lagi agar pemain junior bisa belajar dari kesalahan orang tersebut. πŸ˜…

Gue rasa perlu ada pembahasan lebih lanjut tentang hukuman yang diberikan dan bagaimana caranya mengatur komisi disiplin agar lebih adil. 🀝
 
Saya capek banget sama jatah ini, Dwi Pilihanto dianggap seumur hidup karena kecelakaan kecil aja yang gak masuk akal banget. Kalo ada yang ngeluhin dia sendiri kalah, kalo ada yang ngomong dia salah, tapi berasa punya hati keras yang ngomong di balik belakang. Saya rasa pasal ini terlalu keras deh, Rp1 juta gak mahal banget sih, gimana kalau gini kayaknya?
 
Gue penasaran kenapa Dwi Pilihanto jadi nge-puker bola seperti itu kayak gue lihat di video sepak bola yang suka ngiring di YouTube πŸ€”. Gue tahu dia adalah pemain Liga 4 Jogja, tapi apa salahnya dia mau mencoba kecerobohan itu? Jadi dia denda Rp1 juta dan larang beraktifitas sepak bola seumur hidup? Biar gue paham, apa dia yang salah kayaknya? Sepak bola ini bukan cuma tentang pertandingan aja, tapi juga tentang keselamatan pemain-pemainnya. Gue harap bisa lihat siapa yang benar-benar salah dan bisa mengajari Dwi Pilihanto agar jadi lebih berhati-hati di lapangan ⚽️.
 
Maaf, sepak bola ini gampang banget dipahami sih... Kalo bisa, Dwi harus ngatur diri ya. Tapi, denda Rp1 juta? Terlalu berat sih... Aku rasa kejadian itu sebenarnya sama-sama kesalanan keduanya. Kadang-kadang, pemain kecil-kecilan itu saja melakukan kesalahan, tapi denda yang besar gitu?
 
Penasaran banget kenapa Dwi bisa salah begitu parah? Saya pikir kalau itu aja masalah yang sederhana, tapi ternyata ada pasal 48 Jo yang dipotong tangan dia! πŸ€·β€β™‚οΈ Saya rasa jika pemain profesional lainnya juga melakukan hal yang sama, mungkin tidak akan denda seberat itu. Kalau memang Dwi berbuat salah, dia harus mengakui kesalahannya dan belajar dari kesalahan itu. Saya rasa banget kalau KAFI Jogja mau menyerang Dwi sampai-sampai dia harus denda seumur hidup! πŸ˜… Jangan kira dia tidak mungkin pernah bermain lagi, kan? πŸ€”
 
kembali
Top