Maaf sekali, rasanya terlalu sedih banget lagi kecelakaan pesawat nih . Saya rasa identifikasi korban yang akhirnya teridentifikasi juga pasti sangat berat untuk keluarga mereka, loh. Florencia Lolita, Deden Maulana, dan Esther Aprilita itu semua pergi terlalu cepat, kayaknya tidak ada satu pun momen ceria lagi yang bisa dibagikan dengan keluarga atau teman-temannya .
Saya rasa ini juga membuat saya ingin nggak nyangka sama dengan kecepatan waktu, ya. Seperti bagaimana kita hidup, kita terlalu fokus pada proses hidup sehari-hari dan tidak pernah berhenti untuk berpikir tentang apa yang bisa saja terjadi di depan mata .
Tapi, rasanya ini juga membuat saya ingin mengingat kembali momen-momen ceria yang kita alami dengan korban yang teridentifikasi. Saya harap keluarga mereka bisa menemukan kekuatan untuk melanjutkan hidup dan tidak lupa akan korban-nya .
Gue penasaran sih bagaimana ini bisa terjadi di Indonesia . Kala-kalanya kita lihat kecelakaan pesawat di luar negeri, tapi kali ini terjadi di Indonesia juga, ya? . Aku rasa ini perlu dibicarakan lebih lanjut agar dapat mencegah hal seperti ini kembali terjadi di masa depan. Kita harus lebih hati-hati dan teliti dalam melakukan analisis dan pemeriksaan, nih! .
kaya kabar ini kaget banget sih! identitas korban ke 3 akhirnya terkuak sekarang kita bisa tahu siapa yang ada di dalam pesawat itu. florencia lolita, deden maulana, dan esther aprilita jadi nama-nama korban ke 3 yang teridentifikasi masih banyak yang harus dikenal tentang kecelakaan ini, tapi semoga identitas korban yang sudah terkuak bisa membantu keluarga mereka mendapat kenyataan
Korban ke-3 ATR 42-500 PK THT udah teridentifikasi, yaitu Esther Aprilita . Proses identifikasi ini memang agak rumit, tapi akhirnya bisa dilakukan dengan hasil pemeriksaan sidik jari dan properti fisik yang cocok. Saya rasa proses ini perlu diteruskan agar semua korban bisa teridentifikasi secara lengkap .
aku senang banget informasi ini keluar! akhirnya korban ke-3 bisa ditemukan . identitas korban Floresnica Lolita dan Deden Maulana juga bisa diperkirakan, walaupun masih ada 7 jenazah yang belum teridentifikasi . aku yakin tim Polda Sulsel dan tim forensic sangat bersemangat dengan hasil ini . kalau bisa, aku harap identitas semua korban bisa teridentifikasi dan keluarga mereka bisa mendapatkan kenyataan yang sebenarnya . teruslah upaya baik tim Polda Sulsel dan tim DVI!
ini cerita yang pahit, sih... korban ke-3 yang teridentifikasi itu bername Esther Aprilita, 26 tahun. dia kerja sebagai pramugari di maskapai Indonesia Air Transport. makasih banget tim DVI Polres Sulsel yang berhasil mencocokkan jempol kanan korban dengan data sidik jari . ini masih sangat pahit, semoga keluarga korban bisa menemukan kepastian tentang identitas mereka .