DVI Sulsel Identifikasi Korban Ke-3 ATR 42-500: Esther Aprilita

Polda Sulsel Identifikasi Korban Ke-3 ATR 42-500 dengan Jempol Kanan Korban

Kabid Dokkes Polda Sulawesi Selatan, Kombes dr Muhammad Haris, memungutkan kesimpulan identifikasi korban ketiga yang terlibat dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK THT. Orang itu bernama Esther Aprilita (26), yang merupakan pramugari maskapai Indonesia Air Transport.

Menurut Kombes Haris, identitas korban tersebut didukung oleh hasil pemeriksaan sidik jari, geligi, dan properti fisik. Pemeriksaan ini juga didukung oleh hasil pemeriksaan ante mortem 002 yang cocok dengan data di posko.

Selama pemeriksaan tim DVI gabungan Polda Sulsel, Puslabfor Polri, Pusdokkes Polri, dan Departemen Forensik dan Medikolegal Kedokteran Universitas Hasanuddin juga berhasil mencocokkan jempol kanan korban dengan data sidik jari.

Dengan demikian, identitas korban tersebut akhirnya teridentifikasi. Dengan demikian, dari tiga korban yang teridentifikasi adalah Florencia Lolita, Deden Maulana, dan Esther Aprilita. Sedangkan masih ada tujuh jenazah yang belum teridentifikasi.

Menurut Kepala Pusident Bareskrim Polri, Brigjen Mashudi, tim DVI berhasil mencocokkan jempol kanan korban dengan data sidik jari sehingga identitas korban dapat teridentifikasi.
 
Aku rasa ini memang kisah nyata yang membuat hati aku berat... Korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 itu benar-benar orang biasa, bukan orang penting atau VIP... Esther Aprilita, Florencia Lolita, dan Deden Maulana, semua nama mereka familiar di hati masyarakat. Itu yang membuat aku merasa sedih dan kecewa... Bagaimana mungkin terjadi kecelakaan seperti ini? Dan masih ada tujuh jenazah yang belum bisa ditemukan identitasnya... Aku harap tim DVI berhasil menemukan identitas mereka semua dengan cepat...
 
ini kayaknya kecelakaan pesawat yang parah, harus ada perhatian dari pemerintah dan organisasi kekerasan udara untuk memastikan keselamatan penerbangan di Indonesia ๐Ÿšจ๐Ÿ›ฌ. siapa tahu korban korban itu memiliki keluarga yang masih membutuhkan bantuan? polda sulsel punya tim DVI yang bagus, tapi gak cukup sekedar identifikasi korban, kita juga harus fokus pada penyebab kecelakaan ini ๐Ÿค”.
 
Makasih kalo orang-orang bisa bergabung ke acara online ini ๐Ÿ™. Saya ingin bilang, identitas korban yang teridentifikasi harus kita kenal kan? Florencia Lolita, Deden Maulana, dan Esther Aprilita itu wajar lah kita tahu siapa mereka ๐Ÿ˜Š. Saya rasa penting banget nge-identifikasi korban dengan cepat dan akurat, sehingga keluarga korban bisa mendapatkan informasi yang jelas tentang yang terjadi pada orang-orang yang hilang. Semoga tim DVI Polri bisa terus berhasil dalam identifikasi korban lainnya ๐Ÿ’ฏ.
 
Wah, aku senang bisa tahu identitas korban yang terlibat dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK THT itu! Esther Aprilita (26) pasti korban yang sangat beruntung karena identitasnya sudah bisa ditemukan. Aku rasa tim DVI Polda Sulsel benar-benar luar biasa dalam mencocokkan jempol kanan korban dengan data sidik jari. Kombes dr Muhammad Haris dan rekan-rekannya pasti anak-anak kecil yang sangat berani untuk mencari kesimpulan identifikasi korban. Semoga identitas semua korban bisa ditemukan, sehingga keluarga mereka bisa merasa lega ๐Ÿ˜Š
 
Wahhh, kalo udah identifikasi 3 korban ATR 42-500 aja masih banyak korban yang belum teridentifikasi! Sepertinya proses identifikasi yang di lakukan tim DVI Polda Sulsel agak lambat, kan? Mungkin harus ada peningkatan teknologi dan kemampuan tim DVI agar proses identifikasi ini bisa semakin cepat ๐Ÿš€๐Ÿ’จ.
 
Kalau paham ya... Identitas korban yang teridentifikasi itu seperti refleksi dari kesadaran kita sendiri, kalau bisa mengenali diri sendiri dalam kesulitan. Seperti Esther Aprilita yang sekarang sudah teridentifikasi, tapi ada 7 orang lainnya yang masih belum bisa mengenali identitas mereka... Mungkin itu karena identitas itu seperti perisai, harus dilepaskan terlebih dahulu agar kita bisa melihat siapa yang di dalam. Sementara korban ATR 42-500 itu seperti benda yang hilang, kita harus mencari artinya untuk bisa mengerti apa yang terjadi...
 
Uda apa sih? Kenapa pesawat ATR 42-500 ini selalu menabrak di Sulsel? Belum ada solusi untuk masalah ini, kan? Mereka bilang sudah banyak uji coba dan upgrade, tapi masih terjadi kecelakaan. Korban dari kecelakaan ini semakin banyak, tapi apa yang dibawa buatnya? Rasa takut atau rasa tidak percaya?
 
aku pikir ini masih macet banget, kenapa nggak langsung bisa tahu siapa korban ke 3?? ๐Ÿค”๐Ÿ•ต๏ธโ€โ™€๏ธ

saya bayangin dulu korban ke-3, florencia lolita, apakah dia dari mana? kelihatannya serius, nih tim DVI polri udah bekerja keras ๐Ÿ™

mengingat jempol kanan korban terlibat dalam identifikasi, saya rasa ada yang salah dengan proses ini? siapa yang bertanggung jawab jika ada kesalahan? ๐Ÿ˜
 
Maksudnya sih, identifikasi orang mati itu kayak giliran memakai paspor ya? 3 korban yang bisa ditemukan sih, tapi masih 7 korban lainnya juga belum bisa diketahui siapa yang menjadi korban ke-1, 2, atau 3. Nggak ada jawabannya, nggak ada yang punya jawaban di mana?
 
Gue penasaran sih, bagaimana bisa polda Sulsel manage identifikasi 3 korban dalam waktu 1 minggu? Gue yakin ini masih proses analisis yang rumit dan membutuhkan bantuan dari berbagai tim seperti DVI, forensik, dan dokter. Pasti ada banyak faktor yang dipertimbangkan dalam proses ini, seperti kondisi jenazah, waktu pembawaan, dan lain-lain.

Gue juga penasaran sih, bagaimana bisa jempol kanan korban cocok dengan data sidik jari? Gue yakin ini adalah proses yang sangat detail dan membutuhkan peralatan canggih. Tapi, gue senang sekali bahwa identitas korban akhirnya teridentifikasi dan keluarga korban bisa mendapat jawaban tentang siapa korban tersebut. Semoga proses ini dapat memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga korban. ๐Ÿค
 
Gue bayangkan nih kalau kecelakaan pesawat itu bisa berakhir lebih baik... Semua korban yang hilang bisa ditemukan dan keluarga mereka bisa menemukan ketenangan hati. Identitas korban yang baru saja ditemukan, Esther Aprilita itu, pasti sangat penting bagi keluarganya. Gue harap semua korban yang masih belum teridentifikasi bisa ditemukan dengan cepat juga... Semoga tim DVI bisa terus bekerja keras hingga semua korban bisa ditemukan dan identitas mereka bisa diketahui ๐Ÿคž
 
Gue rasa polda sulsel jelas-jelas harus fokus utama di sini, bukan soal siapa yang bertanggung jawab atau apa pun itu. Mereka harus ambil contoh dari kasus ini dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengidentifikasi korban yang masih belum bisa ditemukan.
 
Hmm, kayaknya sudah mulai ada kemajuan dalam identifikasi korban pesawat kecelakatan itu, kan? Jempol kanan korban akhirnya ditemukan dan bisa dibandingin dengan data sidik jari. Maksudnya, ini bukan hal yang sederhana, kan? Butuh kerja sama dari banyak tim dan lembaga untuk selesai. Nah, sepertinya identitas korban sudah teridentifikasi 3 orang, Florencia Lolita, Deden Maulana, dan Esther Aprilita. Saya harap semuanya bisa menemukan ketenangan hati, baik keluarga mereka maupun korban yang terluka/terbunuh. ๐Ÿ˜”
 
Gampang banget sih bagaimana identitas korban bisa dipastikan kalau ada ngecek sidik jari dan geligi juga, kayaknya korban yang teridentifikasi itu pasti tidak bermasalah sama sekali, malah sedih banget kalau korban itu harus mengalami kecelakaan seperti itu ๐Ÿค•. Saya rasa ini juga bisa jadi pelajaran bagi maskapai dan pilot, kalau ada kesalahan maka pastikan semua korban teridentifikasi dengan baik.
 
Pak Kombes Haris dan timnya benar-benar salah paham! Mengapa harus identifikasi korban berdasarkan jempol kanan? Apa salahnya kalau korban hanya bisa diidentifikasi dengan wajah atau nama yang tercatat? Dan mengapa harus menggunakan sidik jari sebagai bukti utama? Saya pikir itu seperti mencari uang di tempat kebun!
 
Wow ๐Ÿ˜ฎ! Aku nggak percaya kalau sampai sekarang kita bisa identifikasi 3 orang korban pesawat yang terjatuh. Siapa tahu masih ada yang belum terdeteksi, tapi aku yakin tim DVI Polri sudah melakukan kerja keras banget ๐Ÿ˜…
 
Aku senang bisa tahu akhirnya identitas korban 3 orang yang manggung kehilangan nyawa di pesawat ATR 42-500 itu! Semoga identitas mereka bisa membantu keluarga dan teman-teman mereka dalam proses pemakaman yang lebih cepat. Aku juga senang tim DVI Polri berhasil mencocokkan jempol kanan korban dengan data sidik jari, semoga ini bisa membantu mereka menemukan identitas korban lainnya yang masih belum teridentifikasi ๐Ÿ˜Š.
 
aku rasa ini masih agak capek sama kasus ini, tapi setidaknya mereka bisa mencocokkan jempol kanan korban dengan data sidik jari, itu beda dari sebelumnya kan? tapi aku nggak percaya sih bahwa mereka bisa langsung identifikasi semua jenazah, masih ada 7 yang belum teridentifikasi. mungkin harus tambahan waktu lagi. kayaknya ini masih agak kabur sih...
 
Maaf kalian nggak bisa sabenarti siapa-siapa korban ke-3 pesawat ATR 42-500 PK THT, kan? Sepertinya polda Sulsel berhasil identifikasi korban ketiga itu dengan jempol kanan korban. Esther Aprilita (26) pramugari maskapai Indonesia Air Transport ternyata salah satu dari tiga korban yang teridentifikasi ๐Ÿ˜…. Saya rasa ini penting banget, kan? Saya senang polda Sulsel berhasil identifikasi identitas korban tersebut dengan hasil pemeriksaan sidik jari, geligi, dan properti fisik. Semoga identitas korban lainnya juga bisa segera teridentifikasi ๐Ÿ’ฏ.
 
kembali
Top