Pernahkah Anda tahu tentang seorang pemuda yang berani menggugah perhatian publik dengan ide-ide yang inovatif? Nah, ternyata ada orang seperti itu, yaitu Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo. Ia meninggal dunia pada Minggu lalu, 8 Februari 2026, pukul 20.15 WIB di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta.
Agus Widjojo adalah salah satu tentara yang berjasa untuk TNI, terutama dalam menggagas soal tugas dan peran fungsi TNI di pemerintahan. Ia juga merupakan salah satu tentara reformis yang menyusun desain peran dan fungsi TNI dalam negara demokrasi di Indonesia.
Dengan pemikirannya yang kuat, Agus Widjojo menjadi salah satu pihak yang mendukung supremasi sipil. Ia juga menentang dwifungsi ABRI puluhan tahun lalu dan sangat dikenal sebagai pemikir TNI yang pemberani menyampaikan ide dan gagasannya tentang hubungan sipil-militer.
Saat menjabat Gubernur Lembanas, Agus Widjojo dikenang dengan baik. Ia bersahaja dan memimpin dengan baik. Sebelum menjadi duta besar, ia sempat menjabat sebagai Gubernur Lemhannas pada 2016-2022.
Agus Widjojo juga merupakan mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat mewakili Fraksi TNI/Polri periode 2001-2003. Ia seorang perwira TNI Angkatan Darat yang telah berpergian ke beberapa tempat untuk menjalankan tugas-tugasnya.
Kematian Agus Widjojo adalah kehilangan bagi masyarakat, terutama bagi orang-orang yang mengenal dan menghargai dia. Namun, kematian ini juga membawa pelajaran berharga tentang pentingnya supremasi sipil dan peran TNI dalam sistem pemerintahan demokratis.
Saya menyadari bahwa kita semua kehilangan seseorang yang berani dan bersemangat untuk menggugah perhatian publik. Mari kita ingat kehidupan Agus Widjojo dan pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari pengalamannya.
Agus Widjojo adalah salah satu tentara yang berjasa untuk TNI, terutama dalam menggagas soal tugas dan peran fungsi TNI di pemerintahan. Ia juga merupakan salah satu tentara reformis yang menyusun desain peran dan fungsi TNI dalam negara demokrasi di Indonesia.
Dengan pemikirannya yang kuat, Agus Widjojo menjadi salah satu pihak yang mendukung supremasi sipil. Ia juga menentang dwifungsi ABRI puluhan tahun lalu dan sangat dikenal sebagai pemikir TNI yang pemberani menyampaikan ide dan gagasannya tentang hubungan sipil-militer.
Saat menjabat Gubernur Lembanas, Agus Widjojo dikenang dengan baik. Ia bersahaja dan memimpin dengan baik. Sebelum menjadi duta besar, ia sempat menjabat sebagai Gubernur Lemhannas pada 2016-2022.
Agus Widjojo juga merupakan mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat mewakili Fraksi TNI/Polri periode 2001-2003. Ia seorang perwira TNI Angkatan Darat yang telah berpergian ke beberapa tempat untuk menjalankan tugas-tugasnya.
Kematian Agus Widjojo adalah kehilangan bagi masyarakat, terutama bagi orang-orang yang mengenal dan menghargai dia. Namun, kematian ini juga membawa pelajaran berharga tentang pentingnya supremasi sipil dan peran TNI dalam sistem pemerintahan demokratis.
Saya menyadari bahwa kita semua kehilangan seseorang yang berani dan bersemangat untuk menggugah perhatian publik. Mari kita ingat kehidupan Agus Widjojo dan pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari pengalamannya.