Dunia Banjir Kedelai, Harga Ditentukan AS-Brasil, RI Jadi Penonton
Pasar kedelai dunia menghadapi tren produksi yang meningkat. Menurut laporan edisi Januari 2026 dari USDA, produksi kedelai global mencapai 425,68 juta ton pada tahun tersebut, menaikkan stok global menjadi 124,41 juta ton. Produksi kedelai Brasil dan Amerika Serikat menjadi titik utama dalam penentuan harga pasar.
Pasar kedelai global relatif aman dari segi pasokan karena kenaikan stok. Namun, China tetap sebagai pembeli utama dengan konsumsi 108 juta ton, yaitu hampir dua kali lipat dari total crushing Amerika Serikat.
Ketergantungan negara memberikan dampak pada harga impor. Amerika Serikat memiliki ekspor yang melemah dan meningkatkan stok akhir menjadi 350 juta bushel. Sementara Brasil meningkatkan ekspor hingga 114 juta ton, menunjukkan bahwa Brasil menjadi outlet utama ketika China tetap agresif membeli.
Indonesia berada di ujung rantai dari dinamika ini dengan impor 2,6 juta ton pada tahun lalu, yang kaya akan dampak bagi harga tahu dan tempe. Sementara itu, Amerika Serikat memiliki penangkapan kelebihan pasokan dan menurunkan harga menjadi US$10,20 per bushel.
Struktur ini memperkuat tekanan pada harga impor kedelai di Indonesia. Karena produksi domestik masih rendah, membuat penanganan harga yang tepat menjadi tantangan bagi industri kedelai Indonesia.
Pasar kedelai dunia menghadapi tren produksi yang meningkat. Menurut laporan edisi Januari 2026 dari USDA, produksi kedelai global mencapai 425,68 juta ton pada tahun tersebut, menaikkan stok global menjadi 124,41 juta ton. Produksi kedelai Brasil dan Amerika Serikat menjadi titik utama dalam penentuan harga pasar.
Pasar kedelai global relatif aman dari segi pasokan karena kenaikan stok. Namun, China tetap sebagai pembeli utama dengan konsumsi 108 juta ton, yaitu hampir dua kali lipat dari total crushing Amerika Serikat.
Ketergantungan negara memberikan dampak pada harga impor. Amerika Serikat memiliki ekspor yang melemah dan meningkatkan stok akhir menjadi 350 juta bushel. Sementara Brasil meningkatkan ekspor hingga 114 juta ton, menunjukkan bahwa Brasil menjadi outlet utama ketika China tetap agresif membeli.
Indonesia berada di ujung rantai dari dinamika ini dengan impor 2,6 juta ton pada tahun lalu, yang kaya akan dampak bagi harga tahu dan tempe. Sementara itu, Amerika Serikat memiliki penangkapan kelebihan pasokan dan menurunkan harga menjadi US$10,20 per bushel.
Struktur ini memperkuat tekanan pada harga impor kedelai di Indonesia. Karena produksi domestik masih rendah, membuat penanganan harga yang tepat menjadi tantangan bagi industri kedelai Indonesia.