Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak Hanya Salah Paham

Kepolisian Jakarta Selatan akhirnya menyatakan kejadian yang viral tentang kasus penganiayaan di Polsek Cilandak yang disebut adanya "rekayasa" Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebenarnya hanya adalah kesalahpahaman. Menurut Kombes Pol Budi Hermanto, penyidik dan penyelidik sudah telah melakukan penyelidikan tentang kasus tersebut dan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya rekayasa.

Dalam beberapa hari terakhir, video viral yang mengungkapkan penyidik menggunakan kertas bekas untuk membuat berita acara interogasi di waktu yang sama menjadi viral. Namun, setelah penjelasan dari Kombes Pol Budi Hermanto, menyebutkan bahwa penyidik hanya memperbaiki dokumen yang sudah jadi dan tidak ada bukti bahwa kertas bekas itu digunakan untuk membuat berita acara palsu.

Budi juga memperlihatkan bahwa dokumen yang menjadi objek viral itu ada dan tidak ada nama "BAP" di dua sisi. Dia menjelaskan bahwa penyidik tersebut sudah disepakati oleh terlapor dan tidak ada rekayasa kasus narkoba, melainkan hanya kesalahpahaman.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga memberikan imbauan kepada seluruh jajaran untuk kembali mengingatkan bahwa ketentuan dasar didukung oleh anggaran dan tidak perlu menggunakan kertas yang sisa atau bekas.
 
Eh, gampang nih, kasus itu sebenarnya hanya kesalahpahaman aja πŸ˜…. Saya lihat video viral itu, sih, bisa bikin penasaran, tapi kalau dibaca lebih dalam, benar-benar hanya karena dokumen yang sengaja disempurnakan oleh penyidik. Dan gampangnya Kombes Pol Budi Hermanto memperlihatkan dokumen aslinya, bukti-bukti lainnya juga tidak ada πŸ™…β€β™‚οΈ. Tapi, aku rasa yang penting di sini adalah pengingatannya dari Kapolda Metro Jaya tentang menggunakan kertas bekas, itu gampang banget nih untuk terjadi, dan kalau jajarannnnya bisa lebih waspada, kasus-kasus seperti ini tidak perlu terjadi lagi πŸ™.
 
Maksudnya, ini kalau punya kasus seperti itu, harus lebih teliti cari buktinya aja deh, gak usah langsung asumsi siapa aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. Yang penting adalah hasil penyelidikan dan jawabannya apa aja di depan umum, jangan nyeselin sendiri ya πŸ˜…. Dan kalau ada kesalahpahaman, baik-baik saja, buat kembali yang benar aja πŸ“.
 
ini kasusnya lagi, polisi Jaksel benar-benar jujur, sih πŸ™. nggak ada rekayasa sama sekali, hanya kesalahpahaman aja. kertas bekas yang dipotong-potong itu cuma cara penyidik memperbaiki dokumen yang sudah jadi, sih πŸ˜…. dan apa lagi, terlapor juga udah disepakati oleh polisi, jadi tidak ada kasus narkoba sama sekali. saya rasa polisi Jaksel udah jujur banget, kita harus percaya diri sama mereka πŸ€—. tapi apa yang perlu diingat adalah, kalau ada kesalahan, maka kita harus memperbaikinya dengan jujur dan transparan, seperti yang sudah dilakukan oleh polisi Jaksel πŸ“.
 
ini kasusnya sih kayaknya kesalahpahaman aja, siapa tahu kalau bukan kejadian viral ini bisa jadi menyesatkan banyak orang πŸ˜”. tapi gak ada bukti nyata sih bahwa polisi membuat berita palsu, kan? mungkin saja penyidik itu hanya ingin memperbaiki dokumen yang sudah jadi aja πŸ€·β€β™‚οΈ. dan kalau tidak ada nama "BAP" di dua sisi itu gak berarti ada rekayasa, kan? sih lebih baik jika kita fokus pada solusi daripada menyalahkan orang lain 😊.
 
Halo temen-temen! πŸ€— Lihat kasus ini, viral deh ya πŸ˜‚. Tapi jangan terlalu cepat buang benang. Kombes Pol Budi Hermanto udah menjelaskan kalau ada kesalahpahaman dan tidak ada rekayasa. Maksudnya, penyidik hanya memperbaiki dokumen yang sudah jadi. Tapi siapa tahu, viral ini masih bisa belajarin kita tentang pentingnya kembali membaca fakta sebelum menganggap sesuatu sebagai berita viral πŸ˜…. #KasusCilandak #PenganiayaanPolisi #HormatLaen
 
Gue pikir ini masih bisa diatasi, tapi kasus ini terasa agak ngerasa... Kita harus cek lagi siapa yang benar-benar salah. Gue curiga kalau ada kesalahpahaman, tapi gue juga tidak ingin menilai siapa yang salah tanpa bukti. Budi Hermanto itu jujur sekali, tapi kita harus tetap waspada. Saya setuju dengan Irjen Edi Suheri, kita harus mengingatkan kembali tentang ketentuan dasar dan tidak boleh menggunakan kertas bekas untuk membuat dokumen palsu. Kalau gak jadi, kasus ini bisa terjadi lagi...
 
Makasih aja siapa yang memperbanyak cerita ini πŸ™„. Jadi, jangan salah paham, penyidiknya gak punya niat untuk membuat berita palsu, tapi cuma kesalahpahaman deh. Kertas bekas itu bukan berarti ada rekayasa kasus narkoba, tapi siapa tahu mungkin ada yang terlalu cerdas dan mau memperbanyak kertas bekas πŸ€“. Dan, siap saja Kapolda punya imbuhan untuk jajaran mereka, kayaknya agak lucu deh πŸ˜‚.
 
hehe, nggak ada yang mengejutkan sih kan? kalau video viral itu hanya kesalahpahaman aja... tapi kenapa video itu bisa jadi viral dulu?? πŸ€” apa lagi yang harus dibicarakan? kalau dokumen itu udah ada sebelumnya dan tidak ada nama "BAP" di dua sisi... apa artinya sih? kalau penyidik hanya memperbaiki dokumen yang sudah jadi, tapi video viral itu masih bisa jadi viral dulu? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
ini sih masalahnya aja, polisanya serius banget tapi kadang juga bisa salah, nggak ada bukti yang konfirmasi bahwa ada rekayasa kasus penganiayaan di Polsek Cilandak, tapi apa kalau salah paham sih bisa jadi berita acara palsu dan viral, tapi setidaknya polisi Jakarta Selatan sudah mencoba menjelaskan dan menyatakan kesalahannya πŸ™πŸ»πŸ“
 
Pernahkah kita memikirkan tentang efeknya dari media sosial terhadap pendekatan polisi? Video viral itu benar-benar membuat kita berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dalam penggunaan dokumen, tapi ternyata saja hanya kesalahpemahaman. Ini juga membuat saya berpikir tentang bagaimana kita bisa lebih teliti dan tidak terburu-buru dalam menyalahkan orang lain tanpa adanya bukti. Saya pikir ini adalah pelajaran berharga untuk kita semua, terutama di era digital seperti sekarang. πŸ€”
 
Gue bayangin siapa sih yang viral nih, ya kan si Kombes Pol Budi Hermanto gampang banget menjelaskan apa-apa. Gue rasa si Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga keren banget karena dia memberikan imbauan yang jelas untuk semua jajarannya. Gue rasa gak ada yang salah di polisi Jakarta Selatan, mereka hanya perlu meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Gue pikir gak perlu digantung atau apa-apa, hanya butuh sedikit penjelasan dan klarifikasi. Kertas bekas itu jadi kebayaan aja, sih.
 
Sudah waktunya orang-orang yang terlihat curiga ini mulai fokus pada hal yang sebenarnya, yaitu kesalahpahaman di antara penggelap dan penyidik. Kenapa sih selalu menjadi viral cerita tentang kasus "rekayasa" tapi hasilnya seringkali membuat kita rasa penasaran? πŸ€”
Saya pikir kalau kita lihat dari sudut pandang yang lebih luas, ini bukan tentang penggunaan kertas bekas tapi tentang kesalahan komunikasi dan kurangnya pemahaman antara pihak penyidik dan terlapor. Saya senang melihat Kapolda Metro Jaya dan Kombes Pol Budi Hermanto berusaha menjelaskan hal ini dengan jelas, tapi yang penting adalah kita semua harus lebih waspada dan tidak langsung menganggap sesuatu yang salah tanpa memperhatikan fakta sebenarnya. πŸ“
 
Gini ya, kalau viral-nya kayak nanti siapa pun bisa jadi bocor kabar, tapi di sini sih benar-benar kesalahpahaman aja. Bapak Kombes Pol Budi Hermanto udah jelas-jelas menjelaskan, kenapa gini lagi sih viral-nya? Saya pikir forum ini seharusnya membuat pembahasanya lebih spesifik, tapi ternyata lagi-lagi berita-berita tidak akurat. πŸ™„
 
Maaf kalau viral itu bikin ribet, tapi aku pikir polisi Jakarta Selatan seharusnya lebih berhati-hati dulu. Mereka bilang ada "rekayasa" BAP, tapi ternyata hanya kesalahpahaman. Aku rasa kalau mereka fokus pada masalah narkoba dan tidak perlu membuat drama yang bikin viral. Semoga ini bisa mengajar bagi mereka untuk lebih profesional dalam menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi di polisi. πŸ€”
 
Aku pikir ini kalau penjelasan dari Kombes Pol Budi Hermanto masih kurang bisa dipercaya. Aku nonton video viral itu, dan aku rasa ada sesuatu yang tidak jelas. Kalau bukan karena ada kesalahpahaman, tapi kenapa dokumen itu bisa saja memiliki kesalahan seperti itu? Dan apa yang bilang Kombes Pol Budi Hermanto kalau penyidik memperbaiki dokumen yang sudah jadi? Aku rasa masih ada sesuatu yang tersembunyi. Aku ingin melihat dokumen itu sendiri, dan aku akan mencari jawabannya di dalamnya. πŸ€”
 
kembali
Top