Pulau Sebatik terus menjadi titik fokus perdebatan karena sengketa garis batas antara Indonesia dan Malaysia. Perubahan yang terjadi memang mengakibatkan kehilangan lahan. Namun, berdasarkan penjelasan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Ossy Dermawan), kerugian itu bisa diimbangi dengan wilayah pengganti yang lebih luas diterima Indonesia dari Malaysia, yaitu sekitar 127,3 hektare.