Mau dipukul nafkah aku tadi, dua polisi yang terlibat pemerkosaan di Jambi ini... apa lagi kegiatan lucu mereka? Setiap kali aku lihat kasus seperti ini, aku pikir 'ini kudeta bukan?' padahal ada lebih dari dua orang yang salah. Kedua Bripda ini, Nabil dan Samson, nggak bisa diharapkan bisa dipercaya lagi sebagai polisi. Aku hanya harap korban bisa segera pulih dan keluarganya juga bisa melupakan kejadian itu.
Duh, lagi-lagi Polri bikin drama. Mereka bilang "tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran" tapi apa ya mereka lakukan? Bikin drama sendiri kan . Dua polisi yang terlibat pemerkosaan di Jambi disepakatkan pecat, eh ternyata masih ada saksi yang mau datang dan memberitahu kebenaran. Mungkin komisi Polri nggak sabar-sabar aja, atau mungkin mereka hanya ingin membuat kabar baik .
Sanksi pemberhentian tidak dengan hormat itu kayaknya sudah cukup. Polri harus fokus untuk mengamankan negara dan bukan sendiri sendiri ya . Ayo, jangan biarkan polisi menjadi contoh di luar sana yang membuat korban merasa tidak aman lagi .
itu kan benar aja, pelanggaran seperti ini pasti bakal ada karena kurangnya disiplin dan kesadaran akan etika profesionalisme di kalangan polisi. aku pikir salah satu penyebabnya adalah kurangnya pendidikan tentang etika profesionalisme dan manajemen konflik yang baik.
dan lagi, apa artinya mereka dipukul tidak dengan hormat? itu kan seperti memaksa orang untuk berasa dihakimi dan terjebak dalam siklus kekerasan. aku pikir lebih baik jika mereka diberikan kesempatan untuk menjelaskan diri dan menerima sanksi yang adil, bukan dipukul tidak dengan hormat.
Kasus ini seperti film aksi, tapi gak ada superhero, cuman polisi yang ngeluh . Kenapa punya sanksi pemberhentian? Kok bisa pemberhentian sepele banget? Gue tahu kalau korban perlu bantuan, dan kini korban punya polisi lain yang lebih baik . Saksikan saja, Polri gak bisa ngeluh, tapi korban bisa ngambil langkah legalisasi!