DPRD Jabar Bantah Setujui Penghapusan BPMU Swasta di APBD 2026

DPRD Jabar Dibodohi Kembali, Penghapusan BPMU untuk Sekolah Swasta Tetap Dipertanyakan

Kemarin ditemukan kecurangan anggaran APBD 2026 di Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disebabkan oleh penghapusan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) untuk sekolah swasta. Namun, saat ini wajahnya sudah berubah menjadi alih-alih dan tidak ada satu pun kesepakatan dari DPRD Jabar untuk menghentikan BPMU.

Pembahas anggaran bantuan kembali terjadi setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat membahas penghapusan BPMU pada APBD 2026 yang disahkan sebelumnya. Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar mengusulkan untuk menambah skema biaya, seperti beasiswa personal Rp2,4 juta dan beasiswa operasional Rp1,2 juta per siswa sekolah swasta.

Mengatakan hal ini kepada Tirto, anggota Komisi V DPRD Jabar, Maulana Yusuf Erwinsyah menjelaskan bahwa penghapusan BPMU untuk sekolah swasta bukanlah keputusan dari DPRD Jabar yang tetap menolak karena alasan sama, yaitu untuk memberikan bantuan kepada anak miskin.

"Mengenai penghapusan anggaran tersebut sempat akan dilakukan pada 2025. Namun, dewan mempertahankannya dengan skema dan besaran yang sama. Ia melanjutkan bahwa saat penghapusan kembali terjadi, disertakan hal lain dari Disdik Jabar yaitu alasan mengapa anggaran tersebut dihapus tidak diterima oleh DPRD Jabar.

Maulana mengatakan bahwa jika sudah disepakati dan setelah disetujui bersama, maka tidak ada yang bisa membuat perubahan terhadapnya.

Penghapusan tidak hanya menghilangkan biaya, tetapi juga alih-alih menjadi bentuk bantuan berupa beasiswa untuk anak miskin di sekolah swasta yang merupakan komitmen dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
 
🤔 sih kira2 apa yg diharapkan dpr jabar, kan sudah ada skema biaya yang disepakati, tapi jadi penghapusan kembali lagi, bisa bikin masalah terus aja kayaknya. kalau mau bantu anak miskin, kenapa harus buat skema biaya baru dan tidak sengaja menghapus anggaran asli ya? 🤷‍♂️
 
aku pikir ini kalau dulu ada kesepakatan tapi sekarang udh ganti wajah. penghapusan BPMU lagi tapi tidak sama dengan sebelumnya. aku rasa disdik jabar mengusulkan biaya tambahan tapi apa yang dibawa adalah alasan beda. salah sebelumnya dipertahankan, sekarang lagi. aku penasaran kenapa tidak ada kesepakatan. sepertinya ada kesalahpahaman atau ada pihak yang ingin mengubah rencana asli. aku harap nanti bisa disepakati dengan baik biar tidak ada masalah kembali. 🤔
 
Waaaahhh, apa lagi yang terjadi dengan BPJS ketahuanku? 🤦‍♂️ Maksudnya, penghapusan BPMU untuk sekolah swasta itu jadi alih-alih deh, seperti kata Maulana. Tapi aku masih percaya bahwa ini semua hanya perebutan kekuasaan di DPRD Jabar aja. Aku rasa mereka yang sebenarnya peduli dengan pendidikan anak-anak miskin itu, tapi justru malah membuat perdebatan panjang. Wah, aku kalah lagi dalam mendukung satu brand aja 😂.
 
Maksudnya apa sih kalau kita hanya fokus pada biaya dan tidak peduli dengan cara bagaimana nanti? Kita harus cermati kembali apa yang kita lakukan, bukan hanya memikirkan tentang keuntungan saja 🤔. Jika kita benar-benar ingin membantu anak miskin di sekolah swasta, maka kita harus teliti juga dengan cara bagaimana nanti. Tidak cukup dengan mengalih-alih biaya menjadi beasiswa, tapi kita harus memastikan bahwa itu bisa memberikan manfaat yang sebenarnya kepada mereka 🤝.
 
ini rasa aku pikir kalau gak perlu memanggil penghapusan BPMU lagi, kalau mau mau bikin skema biaya kayak beasiswa personal dan beasiswa operasional kan sudah ada tuh, jadi nggak usah nyanyi nih tentang penghapusan, cuma masalah aja bagaimana cara implementasinya sih 🤔
 
Aku pikir ini udh jelas, tapi sepertinya ada sesuatu yang salah di sini... Apa benar Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin menghapus BPMU untuk sekolah swasta, lalu kemudian lagi ingin menambah skema biaya? Aku rasa ini seperti cerita berkelahi dengan diri sendiri. Dan apa itu beasiswa operasional Rp1,2 juta per siswa sekolah swasta? Apakah ini udh sesuai dengan standar yang disepakati sebelumnya? Tapi, mau tidak mau, aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di balik cerita ini...
 
kembali
Top