DPRD Jabar Bantah Setujui Penghapusan BPMU Swasta di APBD 2026

Mengenai keputusan penghapusan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) untuk sekolah swasta di APBD 2026, DPRD Jawa Barat memutuskan tidak setuju. Anggota Komisi V DPRD Jabar, Maulana Yusuf Erwinsyah, menyatakan bahwa penghapusan anggaran Rp600 miliar tersebut merupakan langkah sepihak dari pihak eksekutif yang mengabaikan fungsi penganggaran legislatif.

Rencana penghapusan BPMU pada tahun 2025 telah ditekan, tetapi dewan mempertahankannya dengan skema dan besaran yang sama, yakni Rp600.000 per siswa sekolah swasta, dengan total anggaran mendekati Rp600 miliar. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar mengusulkan perubahan skema dengan alasan anggaran terlalu besar.

Skema baru usulkan beasiswa personal sebesar Rp2,4 juta dan beasiswa operasional Rp1,2 juta per siswa, sehingga total bantuan menjadi Rp3,6 juta. Namun, penerima bantuan dibatasi hanya berdasarkan Desil I atau kelompok miskin ekstrem.

Maulana mengungkapkan bahwa penghapusan anggaran tersebut bukanlah keputusan DPRD Jabar, tetapi lebih kepada langkah sepihak dari pihak eksekutif yang mengabaikan fungsi penganggaran legislatif. Dia juga menyatakan bahwa dewan tidak setuju dengan opsi memasukkan kembali bantuan melalui APBD Perubahan.

Sementara itu, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa BPMU untuk sekolah swasta tidak dihapus dan dihilangkan, tetapi dialihkan cara pemberiannya. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jabar bukan hanya menanggung pembiayaan sekolahnya, tetapi juga perlengkapan sekolahnya.

"Dengan demikian, masyarakat miskin itu bisa sekolah di sekolah swasta dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah," kata Dedi.
 
Mereka mau banjir anggaran sekolah swasta kan! 🤯 Rp600 juta per siswa, itu seperti perusahaan besar sih! 🤑 Dan di mana nanti sumber dana itu berasal? Nah, saya rasa ini gampang, kita lihat chart ini 📊:

[Chart: Total Anggaran BPMU 2025 dan 2026]

Mengiwa Rp600 miliar pada tahun 2025, tapi menjadi Rp500 juta pada tahun 2026. Saya rasa ini tidak adil, kan? 🤔 Dan apa nanti dengan skema baru yang lebih murah? Rp2,4 juta beasiswa personal dan Rp1,2 juta beasiswa operasional? 😅 Maksimal Rp3,6 juta per siswa! 💸

Aku rasa kita harus lihat persentase penerima bantuan juga. Jika hanya Desil I atau kelompok miskin ekstrem yang bisa menerima bantuan, maka bagaimana dengan siswa-siswa lain? 🤔 Saya rasa ini perlu dipertimbangkan, ya! 🙏
 
Pernah dengar kalau ulekan itu ada? Sekarang lagi. BPMU dihapus aja, tapi gak apa-apa kalau sekolah swasta nanti mulai meminta biaya tambahan yang lebih besar dari sebelumnya. Gue rasa pemerintah suka ngeluh kapan2 malah siapa yang suka ngabisin uang?

Dandi (Gubernur Jabar) bilang kalau BPMU dihapus tapi gak ada perubahan, kayaknya dia sendiri yang terus mengambil uang. Masyarakat miskin itu bisa sekolah di sekolah swasta dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah? Gimana cara bikin masyarakat miskin itu bisa sekolah tanpa ada bantuan lain? Kalau gue harus memilih, aku rasa dandi lebih suka mengambil uang daripada membantu masyarakat.
 
aku sengaja liat kabar ini, makanya harus baca lagi dan lagi. aku pikir penghapusan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) untuk sekolah swasta itu benar-benar membuat aku bingung. kalau tidak ada BPMU, bagaimana masyarakat miskin bisa sekolah di sekolah swasta? tapi kalau ada, berapa besar biaya yang harus dibawa oleh pemerintah dan masyarakat? Rp6 juta per siswa itu terlalu banyak banget! aku rasa skema baru dari Disdik Jabar tentang beasiswa personal dan operasional itu bisa menjadi opsi yang bagus. tapi aku masih ragu kalau opsi tersebut tidak akan membuat biaya sekolah swasta naik lagi. aku berharap pemerintah bisa menemukan solusi yang tepat untuk masyarakat miskin di Jabar.
 
Gue pikir ini kayak kisah film action! 🤸‍♂️ Pertarungan antara DPRD Jabar dan eksekutif membuatku terkesan! 😮 Mungkin gue bisa jadi aktor di film tersebut, tapi kalau tidak, aku akan menjadi pendapatnya! 💬. Aku pikir skema baru yang ditekan oleh Disdik Jabar itu kayak ide yang bagus, tapi juga bisa jadi pahit karena batasan desa I dan kelompok miskin ekstrem terlalu sempit, kan? 🤔
 
Makasih ya dia mau jadi sepihak gak kan? Sekolah swasta bisa makin banyak lagi, tapi siapa ngerasa keburuan itu? Sih-sih aja biaya sekolah naik banget, makanya pengurus sekolah swasta ini harusnya serius aja. Apa yang terjadi kalau dia mau mengurangi biaya, kan? Dan siapa yang bayangkan dulu kalau sekolah swasta gak perlu bantuan? Masih banyak yang kurang mampu, kan?
 
heya, aku pikir hal ini bosen banget! apalagi kalau diberikan kebebasan untuk membuat skema sendiri. jadi sekarang apa, biaya beasiswa personal itu lebih dari Rp2,4 juta per siswa! kalau benar-benar ada niat baik, mending buat skema yang fleksibel aja, nggak terlalu serius tentang jumlah anggaran. tapi aku paham juga bahwa dewan mempertahankannya dengan Rp600 juta, karena takut kalau skema baru itu makin mahal lagi 😂
 
kembali
Top