DPRD DKI Minta Dinsos Evaluasi Bansos Keluarga Pelaku Tawuran

Mantan DPP PSI, Justin Adrian Untayana, mengajak Dinas Sosial DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi terhadap penerimaan bantuan sosial (bansos) keluarga dari pelaku tawuran di Manggarai, Klender, serta Ciracas.

"Karena ketidakpedulian keluarga dalam mendidik anaknya, buahnya adalah tawuran yang menular dan menyebabkan banyaknya kepanikan masyarakat."

Justin berpendapat bahwa, penerima bansos seharusnya tidak melakukan hal negatif atau berkelakuan buruk. Ia juga mengingatkan keluarga dari pelaku tawuran harus mendapatkan konsekuensi dari perilaku anggota keluarganya.

Dalam pandangan Justin, Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas.
 
Kalau mau tahu apa salahnya dengan bansos di Manggarai ini, mungkin karena banyak kepanikan yang dialami masyarakat, siapa tau bisa bukti bahwa bantuan tersebut tidak efektif 😐.
 
kalo mau bikin bansos itu apa-apa harus ada kontrol ya... kalau pengguna bansos itu gak peduli sama anaknya pasti hasilnya adalah terus menerus kesalahannya... tapi sebaliknya juga harus ada konsekuensi bagi keluarga yang kriminal, nanya sih apakah mereka mau mengakui kesalahan mereka sendiri... kalau tidak toh Pemprov DKI gak bisa bikin perubahan...
 
Kalau mau ngobrol tentang ini, aku pikir itu saran yang benar dari Justin Adrian Untayana 🀝. Banjir tawuran di Jakarta kini semakin parah, dan kita harus cari solusi yang tepat. Kalau hanya membiarkan orang-orang ini berkelakuan buruk, maka tentu hasilnya akan sama seperti sekarang ya... πŸ€¦β€β™‚οΈ Maka dari itu, aku setuju dengan Justin bahwa konsekuensi harus diterapkan terhadap keluarga yang salah dan Pemprov DKI harus menunjukkan ketegasan dalam menyelesaikan masalah ini.
 
Kasus ini pasti nggak sengaja ngerumang... tapi harus ada tanggapannya dari Pemprov DKI. Kadang-kadang, bantuan yang diberikan nggak cukup untuk memperbaiki kondisi keluarga. Maka dari itu, mereka harus berat hati dalam memberikan bansos dan pastikan konsekuensi yang tepat untuk perilaku tawuran di kalangan keluarga.
 
ini bikin aku kebingungan sih πŸ€”. siapa sih yang bilang keluarga tawuran harus mendapatkan konsekuensi? itu bukan masalah keluarga, tapi masalah anaknya yang berkelahi-kelahi di jalan! dan apa kewajiban dari pemerintah sih untuk mengawasi dan mengatur anak-anak ini? aku pikir ini bikin ketegangan lagi, tidak ada solusi yang tepat πŸ™„.
 
Kalau Pemprov DKI Jakarta mau nyoba buat solusi banget gampang! Tapi apa kata mereka yang sibuk ngobrol-ngobrol saja? Kenapa lagi nanti keluarga pelaku tawuran makin kecewa dan kepanikan masyarakat makin besar!

Mengingatkan konsekuensi buat keluarga itu gampang deh, tapi kapan aja mereka mau ambil tindakan? Kalau Pemprov DKI Jakarta mau benar-benar berubah, harus ada penanganan yang tepat dan ketegasan. Tidak boleh cuma ngebawa lada-lada saja. Mereka harus siap menangani masalah ini dari sumber!

Sekarang aja keluarga pelaku tawuran masih bisa mengelabui kita semua dengan cara-cara yang cerdas. Kita tidak ingin keluarga mereka terus terjebak dalam siklus kekacauan dan ketakutan! Mereka harus belajar dari kesalahan mereka dan berubah, bukan hanya mengutamakan diri sendiri aja!
 
Maksudnya kalau mau banjir tawuran di Jakarta, harus buat sistem pendidikan yang lebih baik dari sekarang ya! Ini karena banyak banjir keluarga yang keluarganya sudah ada anak-anak tapi orangnya tidak sabar mendidik mereka. Maka dari itu banyak anaknya masuk ke jalur tawuran. Saya pikir ini bukan main-main, kita harus buat solusi yang lebih baik dari sekarang! Kita harus pastikan semua keluarga di Jakarta memiliki akses pendidikan yang baik dan merata, agar tidak ada lagi banjir tawuran di kota kita 😊
 
πŸ™Œ Kita harus mendukung pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi isu ini! 😊 Mereka harus melakukan evaluasi yang benar-benar kritis dan tidak biarkan keluarga dari pelaku tawuran terus berkelakuan tidak baik. πŸ€” Saya rasa konsekuensi yang tepat untuk perilaku buruk itu adalah dengan mendidik mereka tentang pentingnya memiliki anak yang baik dan bertanggung jawab. 😊
 
Saya rasa kalau govenernya mau terus-menerus mengatur kesehatan dan pendidikan tapi masih banyak keluarga yang tidak peduli dengan anaknya, itu bikin masalah seperti ini terus berlanjut. Saya setuju dengan Justin Adrian Untayana, penerima bansos harus buat konsekuensi jika anggota keluarganya masih mau tawuran, jadi gak bisa ngeluar-anggap lagi.
 
Makasih bro, ini salah satu contoh bagaimana bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah jadi hantaran buruk bagi masyarakat πŸ€¦β€β™‚οΈ. Jika mau ditabalkan saja, seharusnya keluarga pelaku tawuran harus tahu bahwa mereka diantisipasi oleh lembaga ini πŸ˜’. Pihak Dinas Sosial DKI Jakarta harus membuat konsekuensi yang tepat untuk keberadaan keluarga ini, jangan hanya memberikan bantuan saja tanpa ada hasilnya πŸ“.
 
Gak bisa dipungkiri aja kalau bansos ini nggak efektif banget. Menurutku, jika pemerintah punya dana untuk membantu keluarga yang menderita, kenapa tidak ada konsekuensi yang tepat? Kalo pelaku tawuran itu saja udah terkena hukuman, kenapa keluarganya juga nggak bisa dihukumin? πŸ€”

Lihatin aja grafik ini πŸ“Š, peringkat bansos DKI Jakarta tahun 2024 masih tinggi banget. 42% dari total penerima bantuan sosial itu adalah anak-anak di bawah 18 tahun. Artinya, banyak anak-anak muda yang terjebak dalam keluarga yang tidak ada aturan-aturan. πŸ“ˆ

Mungkin kalau Pemprov DKI Jakarta nggak mau menangani masalah ini, maka orang-orang akan terus memilih pilihan yang salah. Kita butuh solusi yang lebih baik, seperti program pendidikan kesehatan keluarga dan perbaikan struktur masyarakat. 🀝
 
Gue pikir, apa kata kita? Kalau punya kehidupan yang kurang, kita gak boleh jadi tawuran sih... tapi gimana kalau keluarga gak punya lainnya? Kaya di mana aja gue cari nafkah sambil menikmati minuman segar es teh keluarganya di warung tempe kecil di dekat rumahku.
 
Gue pikir giliran pemkab DKI yang jelas sih, bukan hanya Dinas Sosial aja yang harus bertanggung jawab. Pemkab itu harus ambil kebijakan yang lebih keras dalam menghadapi masalah ini, seperti membuat program pendidikan kesehatan untuk anak-anak di daerah tersebut sehingga mereka tidak terpaksa menjadi tawuran di masa depan! πŸ€”πŸ’‘
 
Paham banget kan? Kalau gak ada disiplin dalam keluarga, apa-apa yang terjadi pasti akan berujung pada kesalahan yang sama lagi πŸ€¦β€β™‚οΈ. Gampang banget untuk mengakui bahwa anak kita itu salah, tapi nggak mau mengakui dan malah membiarkannya terus jalan jejak buruk itu... tidak masuk akal, ya πŸ˜•. Pemprov DKI harus serius dalam menyelesaikan masalah ini, pasti ada solusi yang lebih baik dari situasi ini πŸ€”.
 
Kita harus lebih berhati-hati dengan kejadian yang seringkali terjadi di masyarakat kita πŸ’‘. Kalau tidak diatasi, konsekuensinya akan semakin parah dan membuat banyak orang kesulitan menjalani hidupnya πŸ€•. Maka dari itu, saya yakin kalau evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta ini harus menemukan solusi yang tuntas untuk mengatasi masalah ini πŸ’―.
 
Apa sih maksudnya dengan 'tawuran' di sini? Aku punya adik yang suka main main dan berkelahi, tapi gak serius aja. Jadi, apa itu sebenarnya 'tawuran'? πŸ˜• Dan bagaimana cara Pemprov DKI Jakarta bisa menyelesaikan masalah ini? Mau jelasin lagi nih tentang konsekuensi untuk keluarga yang suka berkelahi...
 
Kalau aku lihat kasus ini, aku pikir Dinas Sosial DKI Jakarta harus ngajak bukti nyata dari kenyataan di lapangan, apalagi kalau ada yang bersangkutan terkena bansos πŸ€”. Kadang nggak cukup sekedar kata-kata aja, tapi kita butuh proofing apakah keluarga dari pelaku tawuran benar-benar tidak ngerjain hal-hal positif πŸ“Š.
 
Mengenai hal ini, aku pikir cuma paham dulu aja ya kalau kita jadi korban tawuran. Kita harus bisa berdampak positif, tapi siapa nanti yang memutuskan? Pemerintah atau masyarakat? Aku rasa kalo pemerintah nanti lebih tahu bagaimana cara solusi yang baik...
 
kembali
Top