DPR Minta Kasus Penjual Es Gabus Selesai Tak Hanya Lewat Maaf

Kejadian menyerukan kemarahan di Kemayoran, Jakarta Pusat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa dan Anggota Babinsa Kelurahan Utan Panjang mengidentifikasi penjual es gabus bernama Sudrajat sebagai penjahat karena menjual es gabus dengan bahan dasar spons.

Tindakan kedua aparat tersebut ini menimbulkan kemarahan masyarakat. Namun, kemudian terungkap bahwa dugaan fitnah yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut adalah salah. Es gabus dari Sudrajat ternyata bukan berbahan dasar spons melainkan batu.

Meski terbukti tidak benar, perbuatan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang masih belum dipertanggungkan. Menurut Abduh, pemimpin parlemen yang menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI, penyelesaian kasus Sudrajat tidak cukup hanya dengan permintaan maaf.

Abduh mengatakan bahwa dugaan fitnah yang dilakukan oleh kedua aparat tersebut harus ditindaklanjuti. Menurutnya, sanksi etik dan disiplin harus dijatuhkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menjadi preseden buruk.

Selain itu, Abduh juga menegaskan bahwa nama baik Sudrajat harus dipulihkan dan kerugian materiil maupun immateriil yang dialami oleh sudrata patut dipertimbangkan untuk diganti melalui proses hukum yang adil.
 
πŸ€” Ah, kayaknya Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang ini salah juga πŸ™…β€β™‚οΈ, tapi kalau mereka bilang Sudrajat bukan penjahat, itu juga tidak benar 😐. Saya pikir jika mereka bilang tidak salah, maka Sudrajat jadi penjahat, tapi kalau mereka bilang salah, maka Sudrajat jadi korban πŸ€·β€β™‚οΈ. Apa yang bisa dilakukan kalau ini terjadi? Sepertinya perlu ada kebijakan yang lebih matang dari pemerintah agar tidak terjadi hal seperti ini lagi πŸ’‘. Dan juga, siapa nanti yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan? Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang atau Sudrajat sendiri? πŸ€”
 
Sudah terlalu lama kasus ini berjalan dengan tidak adanya kesepakatan, kapan lagi kita harus mengambil sisi yang lebih baik ? 😐 Es gabus Sudrajat bukan bahan dasar spons tapi batu, gimana caranya seseorang bisa salah itu ? πŸ€” Selain itu, apa yang dibicarakan oleh Abduh juga patut dipertimbangkan agar tidak terjadi lagi hal seperti ini di masa depan. πŸ™
 
Es gabus kalau udah dibangkitin kembali, tapi perlu diingat udah ada bapak Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang salah paham kan? Sudrajat bukan penjahat, tapi seorang penjual es gabus yang kesalahan. Saya pikir kalau nanti harusnya ada sanksi etik dan disiplin untuk mereka. Jangan membiarkan kasus ini menjadi contoh baik buruk di depan umum. Nama baik Sudrajat harus dipulihkan, dia tidak perlu menanggung kerugian-kerugian yang dialaminya karena kesalahan bapak-bapak tersebut. 😊
 
Apa ya kabar ini masih terasa serius banget, kayaknya dugaan fitnah yang dilakukan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang itu bukan kejahatan biasa aja, tapi kena sanksi etik apa lagi? Nama baik Sudrajat jadi korban, gimana caranya dia bisa pulih dari ini?
 
Udaan siapa yang pikir dugaan fitnah itu bisa dibawa setengah hati? Es gabus Sudrajat ternyata bukan spons, tapi apa artinya sini? Belum ada hukuman yang ditanggung oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, tapi nggak ada konsekuensi yang tepat juga. Kalau kita biarkan begitu, gimana caranya nama baik Sudrajat bisa dipulihkan dan kerugian yang dialami bisa diganti? Sanksi etik dan disiplin harus jatuh, tidak bisa begitu saja.
 
GABUS NYEPA!

[GIF: ayam berteriak "Nyepea!"]

Pernah dengar siapa yang bilang tidak ada jodoh di Indonesia?

[ GIF: seorang pria dengan ekspresi sedih dan menatap langit]

Kasus Sudrajat itu, jelas-jelas fitnah yang bikin korban merasa kesal!

[GIF: seorang ibu memeluk anaknya sambil mengatakan "Aku rindu kamu"]

Abduh benar-benar kayak naga hitam, ingin jaminan bahwa tidak ada orang lagi yang disiksa oleh fitnah!

[ GIF: seorang pria dengan ekspresi sedih dan menatap langit]

Tapi gampang aja kira-kira siapa yang bilang tidak ada jodoh di Indonesia?

[GIF: ayam berteriak "Nyepea!"]
 
Kalau gini penjahatan kalau nge-accuse orang tanpa bukti πŸ˜’. Saya pikir itu tidak adil sama sekali, kalau tidak ada bukti kalian nggak boleh accusation orang lain. Mungkin bahan es gabus yang salah itu karena kurang di pahami oleh kedua aparat tersebut, tapi gini penjahatan juga harus ada sanksi yang tepat πŸ€”. Nama baik Sudrajat pasti terhancur karena kalau dugaan fitnah itu benar, toh dia akan dipenjara dan dirumuskan dalam kasus, tapi sekarang kalau sudah dibuktikan salah, maka kita harus memberi kesempatan untuk memulihkan nama baiknya πŸ™.
 
Penggunaan kekuasaan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang ini memang bikin rasanya jantung berdegup lebih cepat . Mereka bilang Sudrajat penjahat karena menjual es gabus dengan bahan dasar spons, tapi ternyata tidak benar kan? Apakah mereka hanya ingin membersihkan nama baik sendiri saja? Kalau tidak ada bukti, maka apa yang harus dilakukan? Sanksi etik atau disiplin? Tapi kalau sanksi itu terlalu keras, maka apa yang terjadi? Sudrajat akan kehilangan uangnya kan? Dan bagaimana dengan nama baik Sudrajat yang dipulihkan? Kalau tidak ada bukti yang jelas, maka gak bisa dipulihkan juga. Saya rasa penyelesaian kasus ini harus lebih cermati dan adil.
 
πŸ€” Ini bikin bingung banget, apa sih laku es gabus dengan spons? πŸ€·β€β™‚οΈ Saya pikir kalau dugaan fitnah itu salah, maka kenapa gak dianggap benar dan dibalas dengan sanksi yang sesuai? 🚫 Jadi, apa sih kapan benar dan kapan salah? πŸ˜• Dan kenapa lagi pengaturannya harus begitu kompleks? 🀯
 
πŸ€¦β€β™‚οΈ Aku pikir keberadaan penjahat itu harus dibawa ke pengadilan ya, tapi gini penjahatnya masih bisa berlari dari kasusnya karena ada korupsi juga sih. Apa gunanya jadi penjahat kalau punya korupsi? πŸ€‘ Aku rasa harus ada aturan yang lebih ketat lagi nih, biar tidak ada lagi penjahat-penjahat itu. Dan aku setuju dengan Abduh, nama baik Sudrajat harus dipulihkan dan kerugian materiil maupun immateriil yang dialami olehnya patut dipertimbangkan. Tapi apa gunanya jika tidak ada sanksi yang adil? πŸ€”
 
Gue pikir kasus ini memang bikin marah, tapi kemudian terungkap dugaan fitnah yang dijadikan alasan kepanikan itu ternyata salah. Sudrajat nggak jual es gabus dengan bahan spons aja, tapi batu! Gua pikir kalau Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang harus ngakapin kesalahan itu dan tidak hanya sekedar meminta maaf. Mereka harus nanggung sanksi etik dan disiplin dulu, jadi kalau dugaan fitnah itu benar-benar salah maka harus dipertanggungkan. Dan kalau Sudrajat perlu dihargai karena kerugian yang dialaminya, maka kalau ada proses hukum yang adil gue yakin Sudrajat akan bisa mendapatkan keadilan yang tepat. Gue harap pemerintah bisa lebih bijak lagi dalam mencegah kasus-kasus seperti ini terjadi di masa depan. πŸ€”πŸš¨
 
Wah, kayaknya kasus es gabus Sudrajat itu makin mengejutkan! Pertama kali aku mendengar, aku pikir kalau penjual es gabus itu memang menggunakan spons sebagai bahan dasarnya, tapi ternyata tidak! Aku rasa ini bukti bahwa kita harus selalu berhati-hati ketika membuat tuduhan terhadap orang lain. Tapi apa yang salah sama sekali dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang? Mereka memang melakukan kesalahan, tapi aku rasa mereka tidak perlu dihukum sampai sekarang. Aku yakin kalau nanti ada sanksi etik dan disiplin yang diberikan, itu sudah cukup. Yang penting adalah nama baik Sudrajat dipulihkan dan kerugian yang dialaminya diganti melalui proses hukum yang adil. Saya rasa ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya berhati-hati dalam membuat tuduhan dan tidak membiarkan kesalahan itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih buruk! πŸ™
 
Loh, apa yang terjadi di Kemayoran ya? Es gabus Sudrajat ternyata dari bahan batu aja, siapa nih yang bilang bisa itu sponsors? Saking marah sih orang kaya gini, tapi apa kebenarannya gini sih? Ternyata fitnah, bukannya. Nah, toh apa yang harus dijalani Sudrajat ya? Belum jelas lagi nih, masih banyak hal yang belum ditekan. Abduh kayaknya benar aja, harus ada sanksi etik dan disiplin, tapi apa itu sih maksudnya? Sanksi bukannya kayaknya terhadap penjahat aja, kalau si Sudrajat gini sanksi gini nih apa?

Dan lagi, nama baik Sudrajat yang harus dipulihkan? Siapa nih yang tahu tentang kehidupan pribadinya ya? Saking sibuk Abduh kayaknya gak punya waktu untuk memikirkan hal-hal itu. Tapi aku pikir kalau ada kerugian materiil dan immateriil, kayaknya gak usah dipertimbangkan aja. Sudrajat belom ngeresap kasus ini, kan? Saking marah sih orang kalau bukannya? Aku sengaja bilang korupsi kayakanya, tapi aku tidak bilang siapa nih.
 
Aku pikir gampang banget bikin saksi dan foto untuk menentukan apa yang benar dan apa yang salah. Tapi, ternyata ada dua aparat yang salah satu lagi salah! Sudrajat tidak perlu dipaksa meminta maaf hanya karena dugaan fitnah yang dilakukan oleh kedua orang tersebut. Kita harus nggak terburu-buru menilai seseorang berdasarkan pada bukti yang tidak lengkap. Mereka harus menghadapi sanksi etik dan disiplin karena kesalahan mereka, tapi juga harus ada proses hukum yang adil untuk memulihkan nama baik Sudrajat. Kita nggak boleh biarkan kasus ini jadi contoh buruk! πŸ€”πŸ’‘
 
Wah, apa kabar kamu? πŸ€” Es gabus ni itu bisa jadi sumber kemarahan banyak orang, tapi siapa tahu gak salah penjual dulu kan? πŸ˜… Tapi aku pikir ini kalau gini pun harus diatasi dengan baik. Dua aparat yang salah paham ini pasti bawa kerugian bagi penjual es gabus. Bisa jadi mereka juga rasa marah dan sedih karena dugaan fitnah itu. Kita harus waspada dalam menangani kesalahan seperti ini agar tidak terjadi lagi πŸ™.
 
Kasus ini benar-benar bikin rasa marah kok 🀯! Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang ini benar-benar salah paham, ternyata es gabus Sudrajat bukan bahan dasarnya spons, tapi batu aja πŸŒ€. Tapi apa yang terjadi kemarin sih? Mereka bilang dia penjahat karena fitnah! Dan sekarang kalau dia sudah dipaksa untuk meminta maaf, itu pun belum cukup, harus ada sanksi juga πŸ€·β€β™‚οΈ. Sanksi etik dan disiplin harus dijatuhkan agar tidak menjadi contoh buruk bagi orang lain. Dan nama baik Sudrajat yang terjebak dalam kasus ini juga perlu dipulihkan, biar dia bisa melanjutkan usahanya dengan tenang hati πŸ’ͺ.
 
kembali
Top