DPR Minta BMKG Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan Bencana dengan Baik
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan pemetaan wilayah rawan bencana sejak dini. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mencegah jatuhnya korban dalam jumlah besar akibat bencana alam.
Pemetaan awal, termasuk kondisi geologi kawasan, sangat penting untuk mencegah dampak bencana yang lebih besar di kemudian hari. Menurut Lasarus, jika kita bisa memetakan secara baik kondisi geologi wilayah rawan bencana, maka kita dapat mencegah jatuhnya korban dalam jumlah besar.
Lasarus juga menekankan perlunya peringatan kepada masyarakat apabila potensi bencana dapat diketahui lebih awal. Ia berharap pengalaman bencana yang terus berulang dapat menjadi pelajaran agar pemerintah lebih siap dan lebih antisipatif ke depan.
Contohnya, seperti pernah terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Meskipun intensitas hujan tidak tergolong ekstrem, namun berdampak sangat besar. Lasarus membandingkan dengan bencana banjir di Aceh dan menuturkan bahwa longsor yang terjadi memiliki karakteristik dan dampak yang mirip dengan bencana besar sebelumnya di Aceh.
Bencana tersebut menimbun lahan dalam skala besar dan berpotensi menelan korban jiwa dalam jumlah besar, yakni bisa di atas 100 orang korban. Selain korban jiwa, kerusakan bangunan di kawasan terdampak terjadi secara menyeluruh.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan pemetaan wilayah rawan bencana sejak dini. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mencegah jatuhnya korban dalam jumlah besar akibat bencana alam.
Pemetaan awal, termasuk kondisi geologi kawasan, sangat penting untuk mencegah dampak bencana yang lebih besar di kemudian hari. Menurut Lasarus, jika kita bisa memetakan secara baik kondisi geologi wilayah rawan bencana, maka kita dapat mencegah jatuhnya korban dalam jumlah besar.
Lasarus juga menekankan perlunya peringatan kepada masyarakat apabila potensi bencana dapat diketahui lebih awal. Ia berharap pengalaman bencana yang terus berulang dapat menjadi pelajaran agar pemerintah lebih siap dan lebih antisipatif ke depan.
Contohnya, seperti pernah terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Meskipun intensitas hujan tidak tergolong ekstrem, namun berdampak sangat besar. Lasarus membandingkan dengan bencana banjir di Aceh dan menuturkan bahwa longsor yang terjadi memiliki karakteristik dan dampak yang mirip dengan bencana besar sebelumnya di Aceh.
Bencana tersebut menimbun lahan dalam skala besar dan berpotensi menelan korban jiwa dalam jumlah besar, yakni bisa di atas 100 orang korban. Selain korban jiwa, kerusakan bangunan di kawasan terdampak terjadi secara menyeluruh.