DPR Kembali Usul SIM Berlaku Seumur Hidup seperti KTP

Sarifuddin Sudding, anggota Komisi III DPR RI, kembali mengusulkan agar SIM berlaku seumur hidup seperti KTP. Ia yakin usulan tersebut bisa mengurangi beban masyarakat dan membuat mereka lebih taat terhadap lalu lintas.

Sudding menyatakan bahwa ia sudah sering menantang Kakorlantas untuk tidak memperpanjang SIM secara berkala. "Saya minta selalu saya tantang Kakorlantas supaya SIM ini jangan lagi ada perpanjangan, diberlakukan seumur hidup untuk masyarakat. Sama dengan KTP. Cukup sekali aja," katanya.

Namun, Sudding juga menilai bahwa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pembuatan SIM tidak terlalu signifikan. Ia mengajak berbagai pihak terkait untuk bekerja sama dalam mencari solusi untuk menertibkan masyarakat yang masih melanggar aturan lalu lintas.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan bahwa Korlantas sudah menggencarkan layanan digital untuk memperpanjang SIM dengan membuat aplikasi SINAR (SIM Nasional Presisi). Masyarakat bisa mendapatkan layanan secara daring tanpa menemui petugas.

"SIM juga demikian, menggunakan SINAR. Jadi tidak ada pertemuan," kata Agus.

Sudding juga menyatakan bahwa aspek kompetensi pemohon SIM tetap menjadi prioritas yang harus diperhatikan. "Jadi kompetensi ini penting sekali. Jadi aspek-aspek yang memang, baik itu aspek praktik dan teori, ini harus dilalui karena untuk mengendarai kendaraan," tutur dia.

Usul SIM berlaku seumur hidup sudah pernah diusulkan sejak 2018 lalu. Namun, masih belum ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait usulan tersebut.
 
Aku pikir kalau membuat SIM berlaku seumur hidup seperti KTP itu bukanlah pilihan yang salah. tapi kayaknya ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan juga ya. seperti bagaimana cara kita bisa memastikan bahwa masyarakat masih taat terhadap aturan lalu lintas? kalau jadi semua orang memiliki SIM seumur hidup, maka siapa yang nanti bertanggung jawab jika ada kesalahan dari seseorang saat mengemudi? dan bagaimana cara kita bisa memastikan bahwa aspek kompetensi pemohon SIM tetap menjadi prioritas yang harus diperhatikan? kayaknya perlu ada kebijakan tambahan agar tidak terjadi hal-hal tersebut.
 
Gak percaya kalau pihak ini masih belum menetapkan SIM berlaku seumur hidup banget! Sepertinya yang dibutuhkan adalah strategi baru untuk mengatasi masalah driver yang tidak bertanggung jawab . Beli SIM berlaku seumur hidup aja, tapi kalau gak tahan di jalanan, gak perlu ngerasa malu banget. Mending ada konsekuensi yang lebih serius ya?
 
Aku pikir ide ini kalau tidak terpenuhi gini bakalan bikin beban masyarakat jadi banyak dan lebih sulit untuk nyaman-nyaman, sih... Masa SIM berlaku seumur hidup kayak KTP juga bakal membuat korlantas makin sedih banget karena gini gak ada biaya tambahan lagi. Tapi aku juga paham bahwa aspek kompetensi pemohon SIM penting sekali, jadi gak boleh abai2 aja...
 
gak percaya aja kalo SIM bisa berlaku seumur hidup kayak KTP ya 🤯. aku pikir itu bikin beban masyarakat lebih ringan sih, tapi aku juga ngerasa sedikit khawatir kalau siapa saja mau naik kendaraan tanpa harus lulus tes kompetensi dulu 😬. aku rasa itu penting banget agar masyarakat bisa bertanggung jawab atas aksi mereka. tapi siapa tahu usulan Sudding ini bisa jadi solusi yang tepat 🤞.
 
Gue punya pendapatnya. Kalau SIM berlaku seumur hidup seperti KTP, itu bisa membuat masyarakat lebih sabar dan tidak terlalu cepat mengganti SIM. Gue sendiri kadang-kadang lupa untuk memeriksa SIMnya karena gue malas, jadi kalau gak perlu, gue akan lebih mudah.

Tapi, benar-benar, penerimaan negara bukan pajak dari pembuatan SIM itu cuma sedikit. Kalau ada solusi yang bisa membuat masyarakat lebih taat terhadap lalu lintas, itu penting banget! Gue suka ide aspek kompetensi pemohon SIM tetap dipertahankan, karena kalau tidak, gue bayangin kalau siapa aja bisa mengendarai kendaraan.
 
gue pikir kalau nanti kalau SIM berlaku seumur hidup kayak KTP pasti nggak banyak orang yang mau melanggar aturan lalu lintas, karena tahu kalau kalau mau dihukum apa aja... tapi gue tahu juga kalau kalau beban masyarakat jadi sedikit, mungkin bisa membuat mereka lebih waspada, kayaknya ide yang keren banget!
 
Aku pikir kalau SIM berlaku seumur hidup kayak KTP itu sangat baik 🤩! Semakin mudah masyarakat lakukan transaksi kendaraan, semakin efisien ya😊. Tapi aku juga khawatir bahwa aspek kompetensi pemohon SIM tetap penting banget, jangan sampai siapa saja bisa mendapatkan SIM tanpa harus memiliki kemampuan yang cukup 🤔. Dan mungkin juga perlu ada sistem monitoring yang lebih ketat agar orang-orang tidak melanggar aturan lalu lintas 🚨.
 
Kalau benar SIM udah berlaku seumur hidup, itu artinya orang tidak perlu khawatir dengan perpanjangan SIM lagi, kayaknya membuat lebih bebas aja! 🙌 Sama-sama, aspek kompetensi pemohon SIM penting sekali, jadi kalau kamu mau ngeremiri kendaraan, harus siap untuk tes-tes aja. Saya rasa itu solusi yang baik, bisa mengurangi beban masyarakat dan membuat mereka lebih taat terhadap lalu lintas, kayaknya membuat Indonesia lebih aman. 🚗💡
 
Aku rasa ini aja modus operasional yang sama, kayak ngerem potong SIM gak suda jadi prioritas utama. Siapa suda bawa SIM seumur hidup aja, tapi nanti gak ada yang mau perbaiki kendaraannya? Aku pikir lebih baik lagi kalau mereka berikan bebasan untuk memperpanjang SIM setiap 5-10 tahun, biar masyarakat bisa terbiasa dengar dan tahu gak usah lupa kalau harus perbaikin kenderaannya.
 
Makasih ya Sudding selama ini dia terus aja mengajukan usul SIM berlaku seumur hidup itu. Aku pikir benar-benar penting buat masyarakat Indonesia, karena kalau SIMnya udah abis, mereka harus kembali bikin lagi SIM dan ada potensi kekriminalan di sini, tapi kalau SIMnya seumur hidup, aku rasa banyak orang tidak akan melanggar aturan lalu lintas.
 
gampang banget kan nih, kalau kita ganti SIM dengan KTP, tidak akan ada masalah lagi. siapa yang punya problem sama sekali. kayaknya udah waktunya berubah cara mengambil SIM. aplikasi SINAR itu bagus sekali, mungkin jadi solusi. tapi aspek kompetensi, harus tetap di perhatikan ya, kan kita tidak mau nanti orang-orang terlalu kreatif dengan aturan lalu lintas.
 
Kira-kira bakal apa aja yang terjadi kalau SIM berlaku seumur hidup? Masyarakat malah jadi lebih kikir dan tidak peduli lagi dengan aturan lalu lintas! 🤦‍♂️

Dan itu salah satu masalahnya, gini aja kayaknya. Masyarakat yang belum pernah memperpanjang SIM sebelumnya malah dipaksa harus lakukan. Bayangin kalau kamu punya uang untuk memperbaiki kendaraanmu sendiri, tapi gak ada alasan apa-apa, kamu harus memperpanjang SIM lagi! 🤑

Dan apa aja yang terjadi dengan PNBP yang dibayarkan? Gak terlalu signifikan itu kan? Jadi kayaknya masih banyak orang yang tidak perlu bayar lagi! 😒
 
Gampang banget, kalau ganti SIM dengan KTP, nggak perlu repot-repot lagi nunggu SIMnya dipanjangin. Saya rasa itu ide yang bagus, aspek kompetensi pemohon SIM penting juga jangan dimaafkan. Gue sendiri suka menggunakan aplikasi SINAR untuk memperpanjang SIM, tapi mungkin ganti dengan berlaku seumur hidup, nggak perlu khawatir lagi nunggu SIMnya dipanjangin.
 
Aku pikir kalau SIM berlaku seumur hidup seperti KTP itu ide yang bagus banget! Masyarakat lebih tidak akan melanggar aturan lalu lintas, dan korupsi bisa diatasi juga karena tidak perlu ada uang dari penerimaan negara bukan pajak lagi. Tapi aku masih ragu-ragu tentang aspek kompetensi pemohon SIM, apa banya kompetensinya? Misalnya siapa yang bilang dia punya kompetensi itu? Aku rasa biar lebih baik jika ada uji kompetensi yang sistematis, seperti tes online aja.
 
Wow! Aku pikir SIM yang berlaku seumur hidup itu gampang banget bisa dijalankan, tapi kalau kita lihat dari sisi logistiknya, pasti ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti bagaimana nanti jika kertas SIM itu tidak perlu lagi diterbitkan 😂.
 
Gue pikir kayaknya kalau SIM bisa berlaku seumur hidup seperti KTP itu nggak asal-usulnya beda juga sama-sama masalah. Kalau masyarakat lebih taat pada lalu lintas, maka korlantas dan petugas yang berhubungan dengan SIM akan lebih fokus pada hal penting bukan lagi harus sering-sering memperpanjang SIM.

tapi aku juga pikir kalau aspek kompetensi pemohon SIM masih perlu dipertimbangkan. kalau gak sih, maka masyarakat bisa saja menggunakan sim yang nggak tepat untuk mengendarai kendaraan dan itu akan berisiko banget bagi diri sendiri dan orang lain.

Aku juga penasaran dengan aplikasi SINAR yang dikembangkan oleh korlantas. Bagaimana kalau gue coba gunakan aplikasi ini sebelumnya? Aku rasa teknologi ini bisa membantu masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan layanan SIM tanpa harus datang ke tempat petugas.
 
aku pikir kalau gak ada beban lagi masyarakat akan lebih fokus banget sama lalu lintas, nggak ada yang mau jadi pelanggar aja. kayaknya aspek kompetensi pemohon SIM itu penting banget, tapi aku pikir sih sudah cukup banget jangan perlu dipertanyakan lagi. aki Sudding udah batal2 mengusulkan SIM berlaku seumur hidup, tapi masih belum ada keputusan dari MK, gimana kalau MK nggak bisa sepakat? 🤔🚗
 
Gak papa nih, Sudding punya ide yang keren banget! SIM berlaku seumur hidup seperti KTP itu bukanmain aja. Masyarakat pasti lebih berani naik kendaraan dan jalan dengan bijak sih. Lalu lintas di Indonesia gak perlu terus-menerus berubah-ubah aja, kalau sudah SIM berlaku seumur hidup, masyarakat akan lebih taat dulu. Dan kalau ada yang melanggar aturan lagi, sudah tidak penting sih, karena SIMnya sudah berakhir 😊
 
Gue pikir kalau gak sih nanti gue ngomong sama kakorlantas... SIM jadi berlaku seumur hidup kayak aja... gue cinta banget dengar kalau aspek kompetensi pemohon SIM itu penting sekali... tapi sementara ini gue masih ragu-ragu nih, apakah SIM benar-benar mulai berlaku seumur hidup? Gue ingat lagi usulan ini kayak banget sih sudah ada sejak 2018... gue rasa korlantas juga sudah membuat aplikasi SINAR untuk memperpanjang SIM... tapi apa benar-benar itu solusinya?
 
kembali
Top