Capaian Pelunasan Biaya Haji 2026 Lampaui Target, DPR RI Minta Kesempatan untuk Melihat Persiapan Penyelenggaraan Ibadah di Arab Saudi. Komisi VIII DPR RI menyatakan apresiasi capaian pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) reguler tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang telah mencapai 102,57 persen.
Namun, perlu diingat bahwa kesuksesan ini harus diimbangi dengan kesiapan menyeluruh di lapangan, mulai dari kepastian layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina, akomodasi, transportasi, hingga pelayanan kesehatan jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj) telah memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah dengan mengedepankan aspek tersebut sebagai prioritas utama. Menhaj juga menyatakan komitmen untuk memprioritaskan aspek keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan jemaah sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Menhaj telah mempersiapkan seluruh unsur layanan, mulai dari proses pemberangkatan, pelaksanaan ibadah di Armuzna, penyediaan akomodasi dan transportasi, hingga layanan kesehatan, dengan mengedepankan keselamatan dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama.
Selain itu, Menhaj juga akan menyampaikan rencana dan jadwal pemberangkatan jemaah haji per embarkasi. Penjelasan tersebut mencakup jadwal penerbangan dan jenis pesawat setiap kloter, kepastian pelunasan seluruh layanan haji, serta keterbukaan informasi terkait akomodasi jemaah.
Dalam aspek pelayanan kesehatan, Menhaj menyiapkan tenaga medis profesional yang didukung sarana dan prasarana lengkap, termasuk kesiapan 40 klinik kesehatan di Makkah dan Madinah. Langkah-langkah mitigasi risiko juga disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat yang berpotensi mengganggu kelancaran pelayanan jemaah haji.
Namun, perlu diingat bahwa kesuksesan ini harus diimbangi dengan kesiapan menyeluruh di lapangan, mulai dari kepastian layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina, akomodasi, transportasi, hingga pelayanan kesehatan jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj) telah memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah dengan mengedepankan aspek tersebut sebagai prioritas utama. Menhaj juga menyatakan komitmen untuk memprioritaskan aspek keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan jemaah sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Menhaj telah mempersiapkan seluruh unsur layanan, mulai dari proses pemberangkatan, pelaksanaan ibadah di Armuzna, penyediaan akomodasi dan transportasi, hingga layanan kesehatan, dengan mengedepankan keselamatan dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama.
Selain itu, Menhaj juga akan menyampaikan rencana dan jadwal pemberangkatan jemaah haji per embarkasi. Penjelasan tersebut mencakup jadwal penerbangan dan jenis pesawat setiap kloter, kepastian pelunasan seluruh layanan haji, serta keterbukaan informasi terkait akomodasi jemaah.
Dalam aspek pelayanan kesehatan, Menhaj menyiapkan tenaga medis profesional yang didukung sarana dan prasarana lengkap, termasuk kesiapan 40 klinik kesehatan di Makkah dan Madinah. Langkah-langkah mitigasi risiko juga disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat yang berpotensi mengganggu kelancaran pelayanan jemaah haji.