aku pikir gini, kalau Thomas Djiwandono sudah jadi bagian dari partai politik yang sama dengan BI, tapi masih jadi Deputi Gubernur, itu artinya dia udah bisa melakoni fungsinya sebagai Deputi Gubernur tanpa ada konflik kepentingan. aku pikir Sultan Bachtiar Najamudin benar, mekanisme pengisian jabatan ini harus diikuti oleh semua orang agar tidak ada yang merasa tertipu atau tidak adil
aku pikir ini juga hal yang wajar banget . karena kalau ada konflik kepentingan kayak gitu, itu akan membuat banyak orang khawatir apa yang terjadi di dalam bank itu. tapi kalau sudah jelas mekanisme pengisian jabatan dan tidak ada konflik, itu berarti bahwa Bank Indonesia bisa bekerja dengan lancar tanpa masalah-masalah tambahan . dan saya setuju dengan Sultan Bachtiar Najamudin, yang penting adalah independensi Bank Indonesia untuk membuat keputusan yang baik bagi negara .
ini gak masalah kalau Thomas Djiwandono mau jadi Deputi BI, apa-apa juga kan? tapi yang penting, dia harus bisa bebas dari konflik kepentingan, biar tidak ada masalah sama sekali. aku pikir Sultan Bachtiar Najamudin benar-benar bijak dalam hal ini, karena konflik kepentingan itu gak bisa dihindari kalau tidak ada transparansi. sapa sih yang mau nggak jadi Deputi BI jika ada kesempatan, kalau ga ada konflik kepentingan, itu berarti dia benar-benar bisa fokus pada pekerjaannya
Saya senang banget kalau Thomas Djiwandono bisa jadi Deputi Gubernur BI tanpa ada masalah! Sultan Bachtiar Najamudin benar-benar pintar, dia memastikan bahwa Bank Indonesia tetap independen dan tidak ada konflik kepentingan. Saya yakin Thomas Djiwandono juga paham tentang itu, dia sudah meninggalkan statusnya sebagai pengurus partai politik. Saya rasa ini sangat baik untuk BI, jadi mereka bisa fokus pada pekerjaannya tanpa harus khawatir tentang masalah kepentingan.