DPD Tekankan Bebas Konflik Kepentingan di Pencalonan Deputi BI

Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI harus terbebas dari konflik kepentingan. Hal ini diutamakan oleh Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, terkait dengan proses pencalonan Wakil Menteri Keuangan yang kemudian akan menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Sultan mengatakan bahwa pentingnya menjaga independensi BI tidak boleh dipungut. Ia memerlukan mekanisme pengisian jabatan Deputi Gubernur BI untuk diatur secara jelas dan harus dipatuhi oleh semua pihak tanpa pengecualian.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu prinsip utama yang harus dijaga adalah independensi BI sebagai otoritas moneter. Sultan mengatakan bahwa jika tidak ada konflik kepentingan, maka proses pencalonan Thomas akan lebih jernih dan transparan.

Sultan juga menjelaskan bahwa menjaga independensi BI berarti memastikan pejabat yang menduduki posisi strategis tidak memiliki keterikatan dengan partai politik. Ia mengaku telah memperoleh informasi bahwa Thomas Djiwandono tidak lagi menjadi bagian dari Partai Gerindra.

Sebagai informasi, Thomas masuk bursa calon untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia yang ditinggalkan Juda Agung. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, telah mengkonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR yang berisi sejumlah nama calon pengganti untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
 
Hmmmmppfffttt... Biar-biar Sultan bakal ajak Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, tapi gue rasa perlu dicoba sambung lagi proses pencalonan ya! Apakah ini benar-benar tentang independensi BI? Gue curiga kalau ada yang mau manipulasi proses ini. Apa asal Surpres itu sih? Tidak ada tanda tangan yang jelas dari Prabowo Subianto kayaknya... Saya pikir ini semacam adegan drama ya...
 
Pernah kalau nggak bisa percaya, ya? Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sendiri yang ngerasa nyaman dengan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI, tapi dia punya istri yang sama partai dengan Presiden Prabowo Subianto. Kenapa kalau nggak ada konflik kepentingan? Biar nggak terjadi korupsi lagi... Tapi aku pikir Mensesneg ini canggih banget, ngerti apa-apa juga ngerasa nyaman...
 
gak bisa percaya kalau ada konflik interest di antara pengusung BI, gimana caranya dia2 bisa nggak masuk akal 😂. saya rasa Sultan Bachtiar Najamudin itu benar-benar peduli dengan otoritas BI ya, ia harus melindungi independensi BI agar tidak ada salah pahaman atau konflik kepentingan yang bikin proses pencalonan jadi korup. dan saya senang juga kalau Thomas Djiwandono udah keluar dari Partai Gerindra, itu bisa membuat uji kelayakan dia di BI lebih jernih 😊.
 
Pernah kayaknya, apabila nanti Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI... kayaknya tidak jelas siapa nanti yang masuk dalam daftar calon pengganti ya 😒 apa-apa yang salah dengan Thomas kok?
 
Duh, ini kisah Thomas Djiwandono lagi masuk konflik kepentingan 😳. Bikin ngiler aja sih bagaimana cara dia bisa lepas dari konflik itu. Sultan Bachtiar Najamudin benar-benar benar ingin melindungi independensi BI, tapi gimana kalau Thomas tetap masuk dalam konflik? 🤔. Mungkin dia harus jujur dulu tentang statusnya di Partai Gerindra. Tapi, apa yang penting adalah BI harus tetap bebas dari semua tekanan dari luar. Kita harap biar proses pencalonannya bisa jernih dan transparan 🙏.
 
[![GIF: Meme tentang BI, dengan karakter Meme Man di atas latar belakang BI logo]

Pencalonan Thomas Djiwandono itu gampang2 bikin konflik! 😂 Jangan biar bisa jadi partai politik sih... [GIF: Meme tentang korupsi, dengan karakter Koruptor di atas latar belakang uang kertas]

Sultan Najamudin benar banget lagi! 🙌 BI harus bebas dari konflik kepentingan. Jangan biar bisa jadi semua orang yang punya niat jahat aja bisa jadi Deputi Gubernur BI... [GIF: Meme tentang kejahatan, dengan karakter Penjahat di atas latar belakang polisi]
 
kembali
Top