Pemerintah menghadapi tekanan meningkat dari masyarakat agar konsumsi mereka meningkat. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk mencapai target tersebut pemerintah akan meluncurkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, pemerintah juga akan menawarkan sejumlah diskon untuk mendorong konsumsi masyarakat. Diskon tarif tiket pesawat hingga 16 persen menjadi salah satu contoh. Melalui diskon ini, pemerintah akan mengurangi pajak pertambahan nilai (PPN) tiket pesawar kelas ekonomi. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan diskon tarif bandara.
Selain diskon yang diberikan pada pesawat, pemerintah juga akan menawarkan diskon untuk avtur dan transportasi laut serta kereta api hingga 30 persen. Bahkan, diskon jalan tol sampai dengan 20 persen menjadi bagian dari kebijakan ini.
Untuk mendukung konsumsi masyarakat, pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk sejumlah diskon tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada sebagian masyarakat. Bansos yang diberikan ini berupa beras 10 kilogram selama dua bulan dan Minyak Kita untuk dua bulan dengan nilai besar Rp12 triliun.
Dengan demikian, pemerintah berharap bahwa kebijakan ini dapat membantu meningkatkan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Namun, masih banyak orang yang ragu-ragu mengenai efektivitas kebijakan ini.
Selain itu, pemerintah juga akan menawarkan sejumlah diskon untuk mendorong konsumsi masyarakat. Diskon tarif tiket pesawat hingga 16 persen menjadi salah satu contoh. Melalui diskon ini, pemerintah akan mengurangi pajak pertambahan nilai (PPN) tiket pesawar kelas ekonomi. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan diskon tarif bandara.
Selain diskon yang diberikan pada pesawat, pemerintah juga akan menawarkan diskon untuk avtur dan transportasi laut serta kereta api hingga 30 persen. Bahkan, diskon jalan tol sampai dengan 20 persen menjadi bagian dari kebijakan ini.
Untuk mendukung konsumsi masyarakat, pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk sejumlah diskon tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada sebagian masyarakat. Bansos yang diberikan ini berupa beras 10 kilogram selama dua bulan dan Minyak Kita untuk dua bulan dengan nilai besar Rp12 triliun.
Dengan demikian, pemerintah berharap bahwa kebijakan ini dapat membantu meningkatkan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Namun, masih banyak orang yang ragu-ragu mengenai efektivitas kebijakan ini.