Dorong Kemandirian, Bahlil Sebut Dirinya Menteri Anti Impor

Ternyata, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengaku sebagai menteri anti-impor. Apakah itu benar atau hanya kata-katanya yang dipenuhi dengan rasa politik?

Pertanyaan-pertanyaannya adalah: Bagaimana asal usul kebijakan tersebut? Maksudnya, "By Design" apakah kata Bahlil, bukan hanya bantahan dan keinginannya untuk tidak tergantung pada impor. Kalau benar-benar ingin menjadi menteri anti-impor, bagaimana dia bisa mengatakan hal ini tanpa tulus?

Pernyataan itu juga diiringi dengan data yang menunjukkan ketimpangan besar antara konsumsi dan produksi domestik. Misalnya untuk solar, kebutuhan nasional mencapai 38 juta kiloliter per tahun, tetapi produksi hanya berkisar 14-16 juta kiloliter. Kesenjangan ini selama ini ditutupi dengan program campuran bahan bakar nabati B40.

Tapi apa yang menurut Bahlil bisa dilakukan? Maka dia membuat mandatori etanol, yaitu efisiensi impor sebesar 3,9 juta kiloliter. Itu juga menunjukkan dia ingin mengatur kebijakan untuk mengurangi impor bensin.
 
Wow! 🤯 Bahlil benar-benar serius dengan kata-katanya tentang anti-impor ya... tapi bagaimana cara dia bisa jadi seperti itu? Mungkin ada sesuatu yang membuatnya ingin berubah, kayaknya dia bukan cuma yang sibuk dengan politik... Entah apa yang dia pikir, tapi kalau benar-benar anti-impor, dia harus mulai dari sekarang! 🚨
 
Gue rasa Bahlil Lahadalia ini malah membuat gue penasaran. Jika benar-benar ingin anti-impor, bagaimana dia bisa terus memilih produsen impor yang konsisten? Kalau tulus, dia harus mengutamakan nasionalisme terlebih dahulu. Tapi jadi apa, kalau dia hanya membuat kebijakan yang bikin rasa nyaman saja? Etanol mandatori ini gue suka bayangkan, tapi bagaimana caranya dia bisa memastikannya tidak justru menambahkan beban pada negara?

Gue juga rasa perlu diawasi penggunaan bahan bakar etanol. Jika benar-benar efektif, maka produksi nasional harus meningkat. Tapi sekarang gue rasa masih banyak yang ragu-ragu tentang keefektifannya...
 
[GIF: Anak kecil yang meminta ayahnya tidak beli mainan impor di pasar]
[Pasar siber dengan iklan "Impor: Tidak Perlu Beli!" dan logo B40]
[Logo Bahlil Lahadalia ditempatkan di atas sebuah latar belakang yang berwarna hijau, menunjukkan "Energi Terbarukan"]
[Solusi etanol terlihat sebagai botol besar di tengah hutan, dengan gambar matahari terbit di baliknya]
 
Kalau benar-benar anti-impor, toh Bahlil harus bikin pola hidup yang baik dulu, sih... Minta dia jelasin bagaimana caranya nih? Bisa buat perubahan teknologi, bisa bikin industri lokal lebih berkembang... Tapi mungkin itu hanya kata-katanya yang dipenuhi dengan rasa politik, bukan asli ingin anti-impor.
 
Gue pikir Bahlil lah kira-kira mau bikin perubahan besar di bidang energi, tapi ternyata gue penasaran buat tahu apa yang sebenarnya dipikirkannya. Kalau benar-benar ingin mengurangi impor, toh dia harus siap menghadapi tantangan-tantangan besar, seperti membangun infrastruktur produksi domestik yang lebih baik. Misalnya, untuk membuat industri etanol di Indonesia bisa berkembang, tapi itu pasti butuh investasi dan waktu yang lama.

Gue juga penasaran buat tahu bagaimana dia bisa yakin bahwa program mandatori etanol ini bisa bekerja, karena kalau tidak ada infrastruktur yang memadai, maka impor bensin masih akan terus berlanjut. Kalau benar-benar ingin mengurangi impor, toh perlu adanya kebijakan yang lebih komprehensif dan mendukung bagi industri domestik. 🤔
 
Gue think bahlil lah sedang buat strategi bisnis politik aja, tapi kalo gue lihat data2 itu, rasa gue penasaran banget. Apa sih maksudnya "by design"? Berarti dia udah tahu impor tidak bisa dihindari, tapi dia mau coba bikin kebijakan anti-impor ya? Gue pikir mandatori etanol itu cara2 untuk mengurangi konsumsi bensin, tapi gue juga curiga gue tidak pernah lihat data yang benar2 itu. Kalo kebijakannya memang benar, maka gue percaya dan siap mendukung. Tapi kalau ini hanya politisasi, maka biarkan dia terus bikin kalimat-kalimat yang cerdas aja 😐
 
Gue rasa kalau Bahlil jujur banget aja, tapi dia juga gue pikir perlu ada strategi yang lebih matang dari itu... Gue lama-lama suka bensin, tapi sekarang aku udah mulai suka solar ya, karena aku tahu efisiensi dan lingkungan jadi prioritas utama. Aku rasa kalau dia mau benar-benar anti-impor, maka dia harus lebih fokus pada infrastruktur produksi di dalam negeri, bukan hanya memerintahkan etanol saja...
 
Aku pikir kalau Bahlil benar-benar ingin menjadi menteri anti-impor, dia harus nanya dari dirinya sendiri, apa yang membuatnya ingin mengubah kebijakannya ini. Apakah karena kekhawatiran akan dampak lingkungan? Atau karena dia ingin mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan perekonomian nasional?

Tapi aku pikir kalau dia kata "By Design" itu artinya dia sudah memiliki rencana yang jelas untuk mengurangi impor, bukan hanya sekedar kata-kata. Kalau benar-benar ingin melakukan perubahan besar ini, dia harus siap menerima tantangan dan kesulitan dalam menerapkannya.

Aku juga pikir bahwa data yang diberikan Bahlil itu sudah cukup jelas tentang kesenjangan antara konsumsi dan produksi domestik. Maka dari itu, aku yakin kalau ada solusi yang bisa diambil untuk meningkatkan produksi dan mengurangi impor. Tapi aku ingin melihat bagaimana Bahlil siap untuk menerimanya dan mengimplementasinya. 🤔
 
Gue rasa Bahlil jujur sekali, tapi gue curiga nih... Apakah ia benar-benar ingin buang impor atau apa? Tapi gue setuju dulu, impor itu memang salah satu penyebab kita tergantung pada negara lain. Ingat dulu kapan saja kita banyak mengimpor bahan bakar? Kita harus berani untuk mengurangi imoprn dan lebih fokus pada produksi sendiri ya... Misalnya seperti solar, gue setuju dengan ideanya... Tapi apa yang harus dibuat etanol itu? Gue rasa itu hanya cara sederhana aja...
 
Maksudnya apa sih kalau dia bilang anti-impor tapi ternyata masih ada impor? 🤔 Nah, aku pikir kalau dia bukan hanya ingin berbicara-bicara, tapi dia juga benar-benar ingin membuat perubahan. Tapi gampang-gampangnya aja kan? Maksudnya, apa yang salah dengan program B40 itu? Kita tidak bisa menghilangkan impor sama sekali, kan? 🤷‍♂️
 
Gue pikir Bahlil hanya lirik aja, tapi gak ada bukti yang konfirmasinya sih 😂. Kalau benar-benar mau anti-impornya, dia gak perlu naksir kalau impornya sih. Mereka punya program yang sudah jelas, seperti B40. Kebijakan mandatori etanol itu juga bisa dianggap sebagai cara untuk mengurangi impor bensin, tapi kapan aja dia akan membuat kebijakan yang sebenarnya? Kita harus cek-liheck lagi data dan kebijakannya sebelum gue setuju dengannya 😐.
 
Apa yang jadi, ini dia lagi buat cerita kontra! Pokoknya Bahlil mau anti-impor tapi ternyata lagi buat kepentingan sendiri aja... Kalau benar-benar ingin anti-impor, dia jangan ada kata-kata politik yang berantakan. Lalu apa dengan data itu sih? 38 juta kiloliter solar dan 14-16 juta di produksi... Itu kalau perlu banjir etanol mandatori ya! Tapi yang penting sih, impor bensin mau dipotong atau tidak... Aku masih nggak yakin apa yang harus dilakukan.
 
gak paham sih, kalau dia bilang menteri anti-impor tapi asal usulnya gak terungkap apa aja? gak ada bukti bahwa dia benar-benar ingin berubah cara belanja energinya, kayaknya hanya niat sendiri dan politik. apa yang dia maksud dengan "by design" sih? apakah dia bermaksud mengatakan bahwa ini semua sudah dirancang dari awal untuk tidak tergantung pada impor? gak jelas sih.
 
Hmmppp, apa yang diharapkan sih Menteri Bahlil nih... kalau serius ingin anti-impor, kenapa gak buat kreatif deh? Membuat etanol 3,9 juta kiloliter itu nggak kebeneran aja... bikin kesenjangan lagi antara konsumsi dan produksi, apa caranya yang bisa dipecahkan sih? Nah, aku pikir Menteri Bahlil sebenarnya gampangnya membuat kesalahannya sendiri... kayaknya dia tidak memikirkan dampak jangka panjang dari kebijakannya ini...
 
Gue bayangin kalau Bahlil benar-benar ingin menjadi menteri anti-impor, dia harus berani untuk mengubah sistem produksi dan konsumsi nasional. Tapi, gue penasaran juga apa yang dibawa oleh para pejabat di balik kata-kata politiknya. Apakah mereka benar-benar peduli dengan kebutuhan rakyat atau hanya ingin memenuhi janji-janji pada suara-suara di luar?

Gue lihat data yang disebutkan, ternyata ada kesenjangan besar antara konsumsi dan produksi. Tapi, apa yang bisa dilakukan dengan cara mandoriasi etanol? Gue rasa itu seperti membersihkan air kotor tanpa memikirkan sumber utama. Apakah Bahlil benar-benar ingin mengurangi impor bensin atau hanya ingin menunjukkan bahwa dia peduli dengan isu-isu lingkungan?

Gue khawatir kalau kebijakan ini akan menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga. Misalnya, apakah produksi etanol bisa dipertahankan? Bagaimana dengan harga bensin? Gue rasa kita perlu lebih bijak dan memikirkan tentang dampak jangka panjang dari kebijakan ini. 🤔💡
 
Kata-katanya Bahlil ngerasa kurang masuk akal, karena kalau benar-benar anti-impor, dia tidak akan membuat mandatori etanol yang sebesar itu. Etanol pasti dari impor, jadi makanya lagi kalau dia ingin anti-impor, dia harus kembali memikirkan strategi yang lain 😐. Kita juga penasaran dengan asal usul kebijakan ini, bukannya hanya kata-katanya yang dipenuhi dengan rasa politik 🤔.
 
Gue pikir apa yang dilakukan Bahlil Lahadalia itu kayak ngelancur dalam hidup nyawa gue. Siapa yang mau tawarkan mandatori etanol dan mengatakan kalau dia ingin anti-impor? Tapi, aku rasa gue bisa memahami dirinya, karena aku juga pernah salah cari di zaman sekolah...

Tapi, apa yang bisa dilakukan Bahlil itu nggak bakalan jadi efeknya. Jika kita mau anti-impor, maka kita harus tahu bagaimana cara buatan sendiri di dalam negeri terlebih dahulu. Kita tidak bisa langsung mengatakan kalau kita anti-impor aja dan ingin mandatori etanol. Aku pikir itu seperti ngomong kosong...

Aku rasa apa yang perlu dibicarakan adalah bagaimana cara gue bisa bekerja sama dengan niatan Bahlil itu. Jika gue mau bekerja sama, maka aku akan mencoba cari solusi untuk mengurangi impor bensin dan meningkatkan produksi etanol di dalam negeri...
 
Gue pikir ini tapi benar-benar ketergantungan impor itu memang salah satu masalah kita buat efisiensi energi. Pernyataan Bahlil itu pasti ada alasan ya, dia bisa jadi ingin jaga kontrol atas industri di dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor dan biaya yang ada. Misalnya seperti solar, gue suka sama program b40 karena memang kita punya sumber daya yang cukup buat produksi energi baru itu. Jadi mandatori etanol itu bisa jadi solusi nyaman banget baginya ya...
 
Aku senang lihat Bahlil punya visi yang kaya akan ide, tapi apa kabar asal-usulnya? Bagaimana dia bisa ngejar gagas seperti ini tanpa perlu 'dipengaruhi' oleh kepentingan-kepentingannya sendiri? Kalau benar-benar ingin menjadi menteri anti-impor, dia harus bisa memberikan solusi yang akurat dan konstruktif, bukan hanya ngebludak-ngeliat aja. Dan yang paling penting, bagaimana dia akan menangani dugaan 'kebalikannya' yang mungkin keluar nanti?
 
kembali
Top