Pemerintah berjanji mengejar ekonomi yang berkelanjutan melalui tiga mesin pertumbuhan, yaitu fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa ketiganya harus bergerak selaras dan saling memperkuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Jika sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, maka Indonesia dapat tumbuh lebih cepat. Pemerintah juga berkomitmen mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran di sektor fiskal.
Sementara itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral untuk menyelaraskan kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal. Hal ini bertujuan meningkatkan stabilitas moneter dan mengurangi risiko kebocoran.
Selain itu, pemerintah telah membentuk satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk mengatasi debottlenecking investasi melalui mekanisme penyelesaian hambatan investasi secara rutin. Setiap pekan, pemerintah akan menggelar sidang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia, sehingga iklim investasi dapat semakin kondusif.
Pemerintah juga telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Belanja negara ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional.
Jika sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, maka Indonesia dapat tumbuh lebih cepat. Pemerintah juga berkomitmen mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran di sektor fiskal.
Sementara itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral untuk menyelaraskan kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal. Hal ini bertujuan meningkatkan stabilitas moneter dan mengurangi risiko kebocoran.
Selain itu, pemerintah telah membentuk satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk mengatasi debottlenecking investasi melalui mekanisme penyelesaian hambatan investasi secara rutin. Setiap pekan, pemerintah akan menggelar sidang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia, sehingga iklim investasi dapat semakin kondusif.
Pemerintah juga telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Belanja negara ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional.