Pembawa berita senior CNN Don Lemon ditangkap di Los Angeles setelah sedang meliput acara Grammy Awards. Ia dituduh melakukan konspirasi dan melanggar undang-undang hak sipil federal, Freedom of Access to Clinic Entrances (FACE) Act. Tuduhan ini dilontarkan oleh Departemen Kehakiman AS yang dipimpin oleh Jaksa Agung Pam Bondi.
Menurut laporan, Don Lemon bersikeras bahwa ia hadir sebagai jurnalis independen untuk mendokumentasikan peristiwa di Cities Church, St. Paul, yang kemudian menjadi titik fokus protes anti-ICE. Ia mengatakan bahwa pekerjaannya yang dilindungi konstitusi tidak berbeda dengan apa yang selalu ia lakukan sebelumnya.
Kontroversi ini memicu perdebatan panas tentang kebebasan pers di Amerika Serikat. Sebelumnya, seorang hakim pengadilan federal di Minnesota sempat menolak menandatangani surat perintah penangkapan untuk Don Lemon karena dinilai kurangnya bukti yang cukup.
Saat ini, Don Lemon dan jurnalis independen Georgia Fort dipercaya akan ditahan. Kelompok advokasi kebebasan pers mengecam keras tindakan ini, menyebutnya sebagai upaya intimidasi terhadap jurnalis yang meliput isu-isu sensitif terkait kebijakan pemerintah federal.
Tidak kalah penting adalah penangkapan lainnya, yaitu Jamael Lydell Lundy dan Trahern Jeen Crews. Mereka juga turut ditahan bersama Don Lemon. Sebelumnya, diperkirakan bahwa sekelompok demonstran memasuki Cities Church di St. Paul untuk menargetkan David Easterwood, pendeta yang juga menjabat sebagai pimpinan kantor lapangan ICE setempat.
Tindakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan federal dan aktivis sipil terkait operasi penegakan imigrasi di Minnesota. Dua penembakan fatal yang melibatkan agen federal di Minneapolis beberapa waktu sebelumnya telah memicu gelombang protes besar-besaran.
Don Lemon dijadwalkan akan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Los Angeles pada Jumat sore waktu setempat.
Menurut laporan, Don Lemon bersikeras bahwa ia hadir sebagai jurnalis independen untuk mendokumentasikan peristiwa di Cities Church, St. Paul, yang kemudian menjadi titik fokus protes anti-ICE. Ia mengatakan bahwa pekerjaannya yang dilindungi konstitusi tidak berbeda dengan apa yang selalu ia lakukan sebelumnya.
Kontroversi ini memicu perdebatan panas tentang kebebasan pers di Amerika Serikat. Sebelumnya, seorang hakim pengadilan federal di Minnesota sempat menolak menandatangani surat perintah penangkapan untuk Don Lemon karena dinilai kurangnya bukti yang cukup.
Saat ini, Don Lemon dan jurnalis independen Georgia Fort dipercaya akan ditahan. Kelompok advokasi kebebasan pers mengecam keras tindakan ini, menyebutnya sebagai upaya intimidasi terhadap jurnalis yang meliput isu-isu sensitif terkait kebijakan pemerintah federal.
Tidak kalah penting adalah penangkapan lainnya, yaitu Jamael Lydell Lundy dan Trahern Jeen Crews. Mereka juga turut ditahan bersama Don Lemon. Sebelumnya, diperkirakan bahwa sekelompok demonstran memasuki Cities Church di St. Paul untuk menargetkan David Easterwood, pendeta yang juga menjabat sebagai pimpinan kantor lapangan ICE setempat.
Tindakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan federal dan aktivis sipil terkait operasi penegakan imigrasi di Minnesota. Dua penembakan fatal yang melibatkan agen federal di Minneapolis beberapa waktu sebelumnya telah memicu gelombang protes besar-besaran.
Don Lemon dijadwalkan akan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Los Angeles pada Jumat sore waktu setempat.