DLH Serang Hentikan Sementara Kiriman Sampah dari Kota Tangsel

Warga Kota Serang mengajukan protes keras menolak pengiriman sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong. Menurut warga, kerja sama tersebut dinilai dilakukan tanpa persetujuan dan tidak ada sosialisasi terlebih dahulu.

Penyebab utama protes ini adalah dampak negatif yang ditimbulkannya bagi lingkungan di Taktakan, yaitu paru-paru Kota Serang. Warga mengklaim bahwa bau menyengat dari pengiriman sampah itu sangat mengganggu dan tidak nyaman.

Penanganan penolakan ini juga didukung oleh Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, yang menjelaskan bahwa pihaknya telah memperketat pengawasan dengan mendirikan pos pemeriksaan di Kilometer 68 dan daerah Cakung untuk mencegah kehilangan air lindi.

Namun, warga juga menanyakan kelayakan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari kerja sama tersebut. Mereka meminta transparan mengenai pengelolaan air lindi yang mencemari lingkungan.
 
๐Ÿค” Aku pikir ini sengaja dilakukan oleh kota serang agar tidak ada bau sampah di kawasan cilowong, tapi sebenarnya gini aja... warga kota serang punya hak untuk memprotes, tapi pihaknya harus lebih transparan tentang dokumen amdal dan pengelolaan air lindi. Mereka pasti ingin menghindari kerugian bagi paru-paru warga kota serang, tapi jangan lupa juga kewajiban mereka sebagai pemilik daerah untuk menjaga lingkungan ๐ŸŒฟ๐Ÿ‘
 
Pengiriman sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong itu harus lebih teliti dulu, ya? Warga Kota Serang benar-benar tidak nyaman dengan bau menyengatnya, tapi kaya punya jawaban apa lagi tentang Amdal yang dibuat tanpa persetujuan warga? Transparan itulah yang dibutuhkan, agar tidak terjadi kehilangan air lindi dan makin paru-paru kita Serang lebih sihat aja ๐ŸŒฟ๐Ÿ’ฆ
 
Mana aja kejadian ini? Warga Kota Serang malah memprotes penanganan sampah oleh Tangsel ya, kan kayaknya mereka ada rasa tidak nyaman dengan bau dari sampah itu ๐Ÿ˜ท. Saya paham kan, kalau kita buat lingkungan yang sehat, kita harus berhati-hati dalam pengelolaannya. Mereka juga ingin transparan tentang Amdal ya, itu penting banget agar kita bisa tahu apa yang benar dan apa yang salah. Saya harap pemerintah bisa mendengarkan kekhawatiran warga ini dan membuat perubahan yang baik ๐Ÿ‘.
 
Protes warga Kota Serang ini benar-benar membuatku penasaran ๐Ÿค”. Saya rasa pihak kota harus lebih serius dalam mempertimbangkan dampak lingkungan dari pengiriman sampah. Bau yang menyengat itu bukan cuma masalah bagi paru-paru warga, tapi juga dapat menyebar ke lingkungan sekitar dan bahkan mencemari air lindi. ๐Ÿ’ง

Saya lihat pihak kota sedang berusaha memperketat pengawasan, tapi saya rasa itu tidak cukup. Mereka harus lebih transparan dalam mengelola air lindi dan menyediakan dokumen Amdal yang lengkap. Kalau tidak, maka warga tidak akan percaya bahwa pihak kota benar-benar peduli dengan lingkungan. ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ
 
Pagi kawan ๐Ÿ˜Š, aku pikir warga Kota Serang benar-benar paham kalau mereka tidak ingin sampah dari Tangsel diiris ke TPSA Cilowong. Bau bau itu pasti nggak nyaman banget ๐Ÿคข. Tapi, aku rasa kunci masalah ini ada di bagian Amdal, ya? Mereka harus ngikuti aturan dan transparan tentang pengelolaan air lindi. Kalau bisa, kita seharusnya mencari solusi yang lebih baik lagi, seperti menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan ๐ŸŒฟ. Kita tidak ingin kehilangan air lindi, tapi kita juga harus melindungi paru-paru kita ๐Ÿ˜ท.
 
Pikiran saya juga tentang ini, kalau nggak ada transparan, siapa tahu ada korban lain yang terkena dampak dari kerja sama itu ๐Ÿค”. Mereka harus lebih jelas mengenai pengelolaan air lindi ya... misalnya apa yang dibutuhkan untuk mencegah masalah ini terjadi lagi di masa depan. Saya rasa warga kota serang benar-benar memperjuangkan hak mereka untuk lingkungan yang bersih dan aman ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š
 
ini kalau pihaknya mau punya pos pemeriksaan di Kilometer 68 dan daerah Cakung, tapi warga masih penasaran sih bagaimana logistiknya bikin jarak itu panjang kok? kan warga sudah khawatir dengan paru-parunya yang terkena dampak bau sampah, jadi pihaknya harus mau nggabungin warga dalam proses pengelolaan air lindi agar semua orang tahu apa-apa. dan sih, apakah ada transparansi tentang biaya pengiriman sampah itu? kalau ada masalah, kenapa tidak solusinya jangan buat pos pemeriksaan sembarangan aja?
 
Oiahh, gue pikir ini serangga kerja sama nggak bisa dilakukan tanpa proses sosialisasi dulu! Warga Kota Serang benar-benar tak nyaman sama pengiriman sampah ke TPSA Cilowong, terutama karena paru-paru Kota Serang yang sudah sakit-sakitan. Gue sendiri punya teman yang hidup di daerah tersebut, dan dia bilang bahwa bau dari pengiriman sampah itu memang sangat mencolok.

Gue rasa Kepala DLH Kota Serang udah lakukan hal yang tepat dengan mendirikan pos pemeriksaan, tapi gue masih ragu-ragu sama dokumen Amdal. Warga benar-benar butuh transparansi mengenai pengelolaan air lindi yang mencemari lingkungan. Gue harap kerja sama ini bisa diatasi dengan cara yang lebih ramah lingkungan. ๐Ÿค”
 
aku pikir penolakan warga Kota Serang itu gampang banget, tapi nggak salah kalau warga tahu apa yang diinginkan mereka, ya? kayaknya pihak kota dan DLH harus lebih transparan, buat siapa aja yang bertanggung jawab. kalau ada kerja sama yang tidak transparan, pasti gini aja, warga akan protes. aku pikir ini gampang banget untuk pemerintah, kok?
 
"Kisah yang tidak pernah terjadi, hanya jika kita tidak belajar dari kesalahan masa lalu ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ๐Ÿ’ฆ. Jika kerja sama ini dilakukan tanpa persetujuan dan sosialisasi, itu berarti kita tidak memperhatikan dampak yang bisa terjadi, kayaknya kita harus lebih berhati-hati dalam mengelola lingkungan kita ๐ŸŒŽ๐Ÿ‘."
 
Oooh, gue penasaran banget apa dokumen Amdal itu, sih. Gue yakin kalau warga Kota Serang ingin tahu lebih banyak tentang asal-usul kerja sama pengiriman sampah. Gue rasa pemerintah harus jujur dan transparan mengenai data-data yang ada. Bau di Taktakan ini bukan cuma masalah warga, tapi juga masalah lingkungan yang harus kita solusiin. Gue harap pihak yang berwenang bisa memberikan informasi yang lebih banyak tentang apa aja yang terjadi pada kerja sama tersebut.
 
ini kasusnya jadi macet... kalau nggak ada sosialisasi dulu, kenapa langsung diimpor sampah ke sini? ini kan masalah air lindi yang besar banget... sih kalau pemerintah serang bisa banget ngerasa kewalahan sama lingkungan, tapi kalau tidak ada transparan dalam pengelolaan air lindi, kemudian kerja sama itu tidak akan berjalan lancar... di mana buku Amdal itu? sih kan untuk melindungi lingkungan kita...
 
Gue pikir kalau pengawasan di Kilometer 68 dan Cakung itu jadi 'jebakan' aja. Gue rasa lebih efektif kalau pemerintah buat pos pemeriksaan di area pengiriman sampah itu sendiri, ya? Jadi kalau ada yang mau ilegal, akan langsung ditembakin by eye ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Tapi gue punya ide lain lagi... mungkin biar lebih cepat, gue suggesikan nambahin CCTV di area tersebut, jadi kalau ada yang mau buka 'kecelakaan' itu, bisa langsung terkena mata pengawas ๐Ÿ“ธ
 
Paham yaa, kalau kerja sama Tanjung Jaya dengan TPSA Cilowong gak ada sosialisasi terlebih dahulu, itu kayaknya tidak masuk akal. Mereka malah kirim sampah tanpa basa-basi, ayo cek dulu siapa yang benar kalau ini ada efek negatif pada lingkungan? Bau menyengat itu nggak cuma di Taktakan aja, bisa di Semarang, Bogor, apa pun daerahnya, bausu yang masuk dari sampah itu harus dihentikan dulu.
 
kembali
Top