Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperkuat antisipasi penyebaran penyakit super flu dengan berbagai upaya. Meski belum ada kasus super flu di Ibu Kota, Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati mengatakan bahwa super flu merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan virus influenza tipe A H3N2 subclade K. Fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga telah diinformasikan tentang kewaspadaan penyebaran SuperFlu, mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif untuk kasus ISPA dan pneumonia.
Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, Dinkes DKI juga melakukan skrining kesehatan melalui lima puskesmas di setiap kota administrasi dan satu rumah sakit (RS) untuk mendeteksi kasus super flu. Ani Ruspitawati menekankan pentingnya warga Jakarta selalu waspada akan terjadinya potensi penularan penyakit ISPA, mengingat mobilitas penduduk yang cukup tinggi setelah masa libur natal dan tahun baru serta sudah dimulainya musim penghujan.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), super flu telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025. Kasus tersebut ditemukan di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.
Untuk terhindar dari super flu, warga Ibu Kota diimbau melakukan sejumlah langkah, seperti sering mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk. Selain itu, warga juga harus menghindari menyentuh wajah, mengonsumsi nutrisi seimbang, meminum air dua liter per hari, beristirahat cukup, berolahraga secara teratur, dan segera ke fasilitas kesehatan apabila keluhan berlanjut.
Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, Dinkes DKI juga melakukan skrining kesehatan melalui lima puskesmas di setiap kota administrasi dan satu rumah sakit (RS) untuk mendeteksi kasus super flu. Ani Ruspitawati menekankan pentingnya warga Jakarta selalu waspada akan terjadinya potensi penularan penyakit ISPA, mengingat mobilitas penduduk yang cukup tinggi setelah masa libur natal dan tahun baru serta sudah dimulainya musim penghujan.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), super flu telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025. Kasus tersebut ditemukan di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.
Untuk terhindar dari super flu, warga Ibu Kota diimbau melakukan sejumlah langkah, seperti sering mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk. Selain itu, warga juga harus menghindari menyentuh wajah, mengonsumsi nutrisi seimbang, meminum air dua liter per hari, beristirahat cukup, berolahraga secara teratur, dan segera ke fasilitas kesehatan apabila keluhan berlanjut.