DKI Belum Akan Tambah Sumur Resapan Baru untuk Atasi Banjir

Pemerintah DKI Jakarta tidak mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah sumur resapan baru dalam upaya mengatasi banjir, kata Gubernur Pramono Anung. Saat ini, pihaknya lebih fokus pada penggunaan yang optimal dari sumur resapan yang sudah ada.

Tentu saja, kata Pramono, itu seharusnya menjadi kebijakan standar. Karena, menurutnya, tidak dapat disangkal bahwa terjadi banjir di berbagai negara dan wilayah, seperti Italia, Rusia, Vietnam, Bangkok, dan sebagainya.

Namun, mengingat betapa pentingnya upaya penanganan banjir di Jakarta, maka khusus untuk wilayah ini, Pramono ingin berusaha menyelamatkannya dari bencana alam tersebut. Ia tidak mau berisiko meninggalkan sumur resapan yang sudah ada karena takut terjadi kerusakan lingkungan yang tidak memadai.

Sementara itu, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengatakan bahwa kondisi banjir di wilayah Jakarta Utara dan Barat berangsur menurun. Meskipun masih memiliki debit air yang cukup tinggi, namun sistem pengendalian aliran air Cengkareng Drain bekerja dengan baik.

Pramono sendiri memastikan bahwa Pintu Air Cengkareng Drain berfungsi dengan baik dalam mengatur aliran serta ketinggian air. Hal ini diperlukan karena saluran ini sangat penting dalam sistem pengendalian banjir di wilayah Jakarta Barat dan Utara.
 
Saya pikir ini salah strategi dari Pemerintah DKI Jakarta, memperbaiki sumur resapan yang sudah ada gede kayak ini sambil tidak menambah jumlahnya πŸ€”. Kalau udah terus-terang banjir di Jakarta, tapi lagi-lagi numpang tindih sumur resapan yang sudah ada, kayak gitu aja? Maka dari itu, seharusnya mereka tambahkan jutaan sumur resapan baru agar tidak banjir lagi πŸ˜…. Saya rasa ini tidak bijak, karena kalau udah ada sumur resapan yang bisa mengatur air, tapi udah tidak mau ditambah atau diperbaiki lagi, itu kayak kebohongan aja...
 
Kerusakan lingkungan yang tidak memadai? Gimana caranya bisa gak, kayaknya pemerintah lagi nge- optimize lagi, tapi apa keuntungannya sih kalau sumur resapan yang sudah ada jadi ketergantungan? Gua rasa mereka terlalu fokus pada penggunaan yang optimal, tapi bukan artinya juga tidak perlu meningkatkan jumlah sumur resapan. Kalau tidak siapa tau banjir gak tiba lagi... dan sekarang Jakarta Utara dan Barat udah mulai berkurang, tapi apa jadi kalau terjadi tsunami? Gua rasa kita harus lebih fokus pada keselamatan hidup, bukan hanya optimization saja πŸ€”
 
Aku pikir kalau itu salah strategi, tapi aku paham betapa pentingnya sumur resapan yang sudah ada. Tapi kok gak bisa jadi kebijakan standar ya? Meningkatkan jumlah sumur resapan harusnya menjadi prioritas utama, terutama di wilayah Jakarta yang paling rentan banjir. Aku juga penasaran tentang sistem pengendalian aliran air Cengkareng Drain, bagaimana caranya kalau sistem tersebut sudah bekerja dengan baik tapi masih banyak tempat lain yang perlu diperbaiki? πŸ€”πŸ’‘
 
Banget ya, gini saja! πŸ‘πŸ“Š Menurut data dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), total biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah sumur resapan baru di DKI Jakarta adalah sekitar Rp 12 triliun. πŸ€‘πŸ’Έ Tapi, sepertinya gak ada rencana untuk melaksanakan pembangunan ini. πŸ€”

Sementara itu, data dari Badan Nasional Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah penduduk di DKI Jakarta sudah mencapai 10,7 juta orang pada tahun 2024. πŸ“ˆπŸ‘₯ Jika kita hitung dengan biaya Rp 12 triliun, maka perlu 1,1 juta sumur resapan baru untuk mengatasi banjir. 🀯

Tapi, seperti yang dikatakan oleh Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, kondisi banjir di wilayah Jakarta Utara dan Barat berangsur menurun. 🌈🌻 Jadi, apakah kita harus menunggu sampai situasi semakin parah sebelum melakukan tindakan? πŸ€”

Saya rasa kita perlu membuat rencana yang lebih matang dan mempertimbangkan biaya yang lebih realistis untuk meningkatkan jumlah sumur resapan baru di DKI Jakarta. πŸ“ŠπŸ’‘
 
😐 kan kabar gembira sih, banjir lagi di jakarta... padahal udah ada sumur resapan banyak sekali... kira-kira apa yang salah? πŸ€” seharusnya lebih fokus memperbaiki dan menambahkan sumur resapan baru, bukan hanya mengoptimalkan yang sudah ada... tapi saya masih berharap banjir ini tidak terlalu parah di Jakarta, karena saya suka bersantai di pantai... πŸ–οΈ
 
Kalau suka nangkat-angket aja, tapi ari aku rasa nggak ada masalah. Aku bayangkan kalau semua kota di Indonesia harus menangani banjir sama-sama, kayaknya sih beraturan-aturan dan sistem yang lebih baik juga lumayan pas. Tapi Jakarta, gampang banget sih, siapa tau ari aku salah paham, kalau bukan cuma soal budget aja ya?
 
OH IYAH, BANJIR DI JAKARTA SEBENARNYA PENYEBUTAN ALAM KETATAPAN! TAPI, TADI KALI GUBERNUR PRAMONO BANYAK NYALPIKIN NIKMATI BANJIR, HEHE πŸ˜‚. APAKAH IYA NYARITNYA HANYA SANGAT SERU UNTUK NGOBROL TENTANGA? MALAH ITU PEMBISAAH KEBIJAKAN Pemerintah DI JAKARTA πŸ€”. AKHIRNYA, SUMUR RESAPAN YANG ADA ALAUD YA TIDAK BISA DINAIKKAN KUALITASNYA... SEMUA TENTU NYARITNYA HANYA SERUPA TIRUAN PENYEBUTAN ALAM KETATAPAN! 🌊😑.
 
ini banget adegan nyata di jakarta, banjir lagi... tapi apa yang kita dapatkan dari situ? rasanya masih banyak hal yang harus perbaiki dan diperhatikan. siapa yang bertanggung jawab atas kebijakan ini? apakah itu pemerintah atau tidak? kemudian, mengapa kita tidak melihat solusi dari sisi lainnya? misalnya, bagaimana caranya membuat sistem pengendalian banjir di jakarta lebih baik, bukan hanya memperbaiki sumur resapan yang sudah ada. padahal, banyak sekali masalah lainnya yang perlu diatasi...
 
Banget aja kayaknya banjir di jakarta! 🀯 Nah, kalau sudah ada sumur resapan yang cukup banyak, apa lagi yang dibutuhkan ya? Mending buat jalan-jalan di kota ini aja! πŸ˜‚ Tapi serius, gubang jakarta harus ngerasa kesal. Meningkatkan jumlah sumur resapan itu bukanlah pilihan yang salah juga, tapi kayaknya pihaknya masih terlalu fokus pada penggunaan yang optimal dari sumur resapan yang sudah ada. πŸ€·β€β™‚οΈ Kalau mau tahu benar-benar apa yang harus dilakukan, mending buat survei ya! πŸ˜‚
 
kembali
Top