DJP Ungkap Sektor Terbanyak Penerima Insentif Pajak

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan bahwa sektor terbesar yang menerima insentif pajak adalah sektor manufaktur. Menurutnya, alokasi belanja fiskal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga keberlanjutan keuangan negara telah meningkat signifikan, dari Rp293 triliun pada 2021 menjadi Rp530,3 triliun pada 2025.

Dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) yang diselenggarakan Tirto.id di Thamrin Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026), Bimo menjelaskan bahwa sektor manufaktur adalah penyerap utama tax expenditure karena terkait langsung dengan kesejahteraan masyarakat luas. Selain itu, sektor jasa pertanian, perdagangan, transportasi, pergudangan, pendidikan, dan kesehatan juga mendapatkan alokasi cukup besar.

Bimo menekankan bahwa tax expenditure tidak hanya berfokus pada insentif bagi dunia usaha, tetapi juga berperan dalam mendukung daya beli rumah tangga. Belanja perpajakan itu diposisikan sebagai instrumen yang bisa mendukung daya beli rumah tangga masyarakat.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan, administrasi, dan kapasitas sumber daya manusia. Bimo juga mengajak seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan media, untuk bersama-sama mendukung tata kelola perpajakan yang baik.

"Kami mohon juga dari dunia bisnis, dari pers, dari media ikut mendukung kami untuk mengingatkan supaya masyarakat tidak mengakomodasi praktek-praktek yang non governance, yang terkait dengan pemungutan pajak," tuturnya.
 
aku senang melihat insentif pajak yang diberikan kepada sektor manufaktur nih, aku rasa itu gampangnya membuat produk-produk Indonesia bisa kompetitif di pasar internasional 🤝. tapi sayangnya masih banyak orang yang curiga dengan pajak, aku harap Direktur Jenderal Pajak bisa lebih baik lagi dalam menjelaskan apa itu pajak dan bagaimana insentifnya dibagi. kalau bisa jelasin juga tentang bagaimana insentif pajak itu membuat daya beli masyarakat lebih baik 😊. yang penting, gampang banget untuk semua orang tahu bahwa insentif pajak itu bagus buat ekonomi kita 📈.
 
Wow 😮, nggak sabar kagenangin kalau alokasi belanja fiskal naik drastis banget! 🤑 Rp530 triliun di tahun 2025 itu makin besar dari Rp293 triliun di tahun 2021, makanya bener-bener bisa dipercaya aksi ini akan memberikan dampak positif pada ekonomi kita. 😊
 
Kira-kira gini sih, kalau kita coba lihat dari mana saja uang itu aja nih? Apakah semua orang mendapatkan sama? Tapi tapi kayaknya ada beberapa sektor yang lebih penting daripada yang lain... Kalau punya sumber daya tambah untuk bantu ekonomi, apa yang harus dibuat jadi prioritas aja nih? Kita nggak boleh lupa, pembangunan ekonomi itu bukan cuma tentang berapa besar pengeluaran saja, tapi juga tentang bagaimana sekarang punya keuntungan bagi banyak orang.
 
aku pikir gak salah jadi apa kalau di perbanyak insentif untuk industri manufaktur, tapi nanti apa aku kaya? semua orang punya kebutuhan, tapi nggak semua orang bisa kebutuhan sama. dan apa yang bikin aku penasaran lagi, apa ada bukti nyata bahwa insentif pajak itu benar-benar efektif dalam meningkatkan perekonomian? kayaknya masih banyak hal yang harus dicoba dan diteliti lebih lanjut sebelum nggak mau jadi oplosan dana negara 🤑
 
Gue rasanya pembangunan ekonomi Indonesia ngebawa banyak harapan, tapi apa kerenainya kalau semua aset kita diambil dari pajak? Gue yakin kalau ada cara lain buat mendapatkan dana bukan melalui pajak, misalnya dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Dan gue pikir pemerintah harus lebih bijak dalam mengelola dana tersebut agar bukan hanya memberikan insentif saja, tapi juga memberikan manfaat yang sebenarnya bagi masyarakat luas 🤔💡
 
Kalau ini alokasi belanja fiskal untuk mendukung ekonomi dan keberlanjutan negara yang gitu, kayaknya harus juga ada target untuk meningkatkan pendapatan rakyat. Kalau hanya fokus pada insentif bagi dunia usaha saja, nanti apa yang terjadi dengan daya beli rumah tangga? Belanja perpajakan itu harus bisa mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya untuk memperoleh keuntungan bagi para pengusaha.
 
kembali
Top