DJP Kejar Potensi Rp562 T di 2026 via Perluasan Basis Pajak

Gue rasa kalau ini masih jauh dari realitas, gue aja baca artikel ini duluan dan rasanya sengaja nggak masuk akal banget. Seperti gue dibilang bisa menerima pajak secara online, tapi siapa yang udah coba? Di samping itu, kalau teknologi sudah bisa lebih efisien dalam menghitung pajak, kenapa gak sempat optimalkan sistem informasi pajak sendiri? 🤔
 
Kalau nggak salah itu masalah kebocoran pajak yang serius, tapi aku masih ragu-ragu apakah ini benar-benar bisa dicapai. Teknologi yang digunakan untuk mendorong kepatuhan wajib pajak itu nih bagus, tapi gimana kalau banyak orang nggak mau berubah? Dan AR itu apa sih? Kita harus yakin dulu bahwa teknologi ini akan bermanfaat, bukan hanya membuang-buang uang.
 
Aku pikir itu bagus nih, tapi siapa yang bilang mereka bisa ngontrol semua kebocoran pajak di tahun 2026? Aku rasa itu seperti cobalah menenangkan badai dengan hanya menggantungkan rantai. Semoga teknologi AR dan mesin pajak dapat membuat orang-orang lebih kawal, tapi aku masih ragu-ragu nih...
 
Kalau punya kesempatan bisa nonton konten asing kayaknya harus diterjemahkan terlebih dahulu, bikin lebih mudah dipahami sih 😂. Saya bayangkan apa yang terjadi jika kita tidak mengerti apa adanya rencana itu. Kebocoran pajak yang besar, makanya penting banget ngoptimalkan basis pajak dan meningkatkan efisiensi penerimaan pajak. Saya setuju kalau kepatuhan wajib pajak harus ditingkatkan, tapi saya rasa 80 persen saja kurang, sih? Mungkin karena masih banyak yang tidak tahu tentang konsekuensi tidak membayar pajak secara tepat waktu. Langkah-langkah ini pasti bisa memberikan dampak positif jika dilaksanakan dengan baik, tapi harus diingat juga kalau ada risiko jika tidak diterima oleh masyarakat.
 
Makasih info ini, aku pikir strategi ini agak keren banget! 😊 Banyak kebocoran pajak yang masih terus berjalan di Indonesia, tapi kalau DJP bisa optimalkan teknologi dan pendekatan personal, pasti akan lebih efektif. Aku setuju dengan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, ada banyak potensi penerimaan pajak yang belum tercapai secara optimal. 🤔

Aku harap DJP bisa meningkatkan efisiensi dan responsibilitas penerimaan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi. Kalau mereka bisa menggunakan teknologi seperti mesin untuk mendorong kepatuhan wajib pajak, itu akan lebih baik! 💻 Aku juga senang sekali dengan penggunaan AR (Account Representative) untuk meningkatkan efisiensi.

Aku pikir langkah ini sangat tepat dan aku harap bisa membantu promosikan rencana ini kepada teman-teman saya. Kehadiran ekonomi digital di Indonesia adalah peluang yang besar, dan kalau kita bisa mengoptimalkan teknologi dan pendekatan personal, pasti akan lebih baik! 💡
 
kembali
Top