Gangguan cuaca ekstrem akhirnya berdampak pada Bandara Juanda, Surabaya. Sejak beberapa hari yang lalu, cuaca kencang menyebabkan aeronautika mengalami penundaan, hingga terakhir penerbangan bandara tersebut beroperasi normal, seperti biasa. Dalam situasi sebelumnya, angin puting beliung membangunkan gangguan operasional, sehingga beberapa pesawat dipindahkan ke bandara alternatif.
Dalam waktu tertentu, penumpang mengalami kesulitan dalam menemukan informasi tentang keterlambatan penerbangan mereka. Seluruh langkah mitigasi yang diambil oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, tidak membuat penumpang terkena dampak. Menurutnya semua upaya dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, sehingga keselamatan penerbangan menjadi hal utama.
Di beberapa titik, peralatan ground support seperti tangga penumpang dipindahkan ke lokasi sementara karena beratnya bergeser dan roboh. Jika terjadi, tidak ada keterlibatan pesawat yang mengalami kerusakan akibat gangguan cuaca ekstrem tersebut.
Dalam beberapa kasus, penerbangan di balik kota Surabaya juga ditinggalkan untuk beroperasi secara normal dari bandara alternatif. Seperti halnya dalam situasi terdampak angin puting beliung yang menyebabkan beberapa peralatan ground support bergeser dan roboh, insiden tersebut diatasi tanpa dampak pada pesawat apapun.
Selain itu, menurut Lukman, semua fasilitas navigasi berfungsi normal dan perbatasan bandara tetap aman. Akses jalan masuk sisi utara Terminal 1 sempat mengalami gangguan karena dihantui pohon tumbang dan rambu roboh, namun kemudian diberi arah alternatif untuk mencegah kendaraan tertimpa benda asing tersebut.
Dalam waktu tertentu, beberapa maskapai seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, Nam Air, dan Xiamen Airlines mengalami keterlambatan. Pihak maskapai, penerbangan yang mengalami penundaan tersebut beroperasi secara normal setelah diinformasikan tentang waktu keberangkatan mereka.
Pengelola bandara dan maskapai memastikan penanganan keterlambatan dilakukan dengan transparansi sesuai ketentuan. Dalam keseluruhan, seluruh langkah mitigasi yang diambil tidak berdampak pada keselamatan penerbangan, jadi terus beroperasi normalnya seperti biasanya.
Dalam waktu tertentu, penumpang mengalami kesulitan dalam menemukan informasi tentang keterlambatan penerbangan mereka. Seluruh langkah mitigasi yang diambil oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, tidak membuat penumpang terkena dampak. Menurutnya semua upaya dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, sehingga keselamatan penerbangan menjadi hal utama.
Di beberapa titik, peralatan ground support seperti tangga penumpang dipindahkan ke lokasi sementara karena beratnya bergeser dan roboh. Jika terjadi, tidak ada keterlibatan pesawat yang mengalami kerusakan akibat gangguan cuaca ekstrem tersebut.
Dalam beberapa kasus, penerbangan di balik kota Surabaya juga ditinggalkan untuk beroperasi secara normal dari bandara alternatif. Seperti halnya dalam situasi terdampak angin puting beliung yang menyebabkan beberapa peralatan ground support bergeser dan roboh, insiden tersebut diatasi tanpa dampak pada pesawat apapun.
Selain itu, menurut Lukman, semua fasilitas navigasi berfungsi normal dan perbatasan bandara tetap aman. Akses jalan masuk sisi utara Terminal 1 sempat mengalami gangguan karena dihantui pohon tumbang dan rambu roboh, namun kemudian diberi arah alternatif untuk mencegah kendaraan tertimpa benda asing tersebut.
Dalam waktu tertentu, beberapa maskapai seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, Nam Air, dan Xiamen Airlines mengalami keterlambatan. Pihak maskapai, penerbangan yang mengalami penundaan tersebut beroperasi secara normal setelah diinformasikan tentang waktu keberangkatan mereka.
Pengelola bandara dan maskapai memastikan penanganan keterlambatan dilakukan dengan transparansi sesuai ketentuan. Dalam keseluruhan, seluruh langkah mitigasi yang diambil tidak berdampak pada keselamatan penerbangan, jadi terus beroperasi normalnya seperti biasanya.