Ditegur dan Dikritik di Awal Kerja: Cara Tetap Percaya Diri

Ketika masuk ke dunia kerja, rasanya seperti berada di ruang belajar yang berbeda. Dalam lingkungan ini, kesalahan tidak hanya menjadi bagian dari proses belajar, tapi sering diikuti evaluasi kinerja, revisi cepat, atau teguran dari atasan.

Di tengah kejaran tenggat waktu, ada surel dan pesan yang harus segera dibalas, dan tuntutan tampil profesional. Situasi ini pasti membuatmu merasa tertekan. Meskipun demikian, penting untuk mengingat bahwa kritik dan teguran adalah bagian normal dari proses adaptasi profesional, bukan ukuran nilai dirimu.

Banyak dari kita tanpa sadar menyamakan hasil kerja dengan harga diri. Padahal, kritik di tempat kerja hampir selalu ditujukan pada pekerjaan, bukan kepribadianmu. Kegagalan dalam laporan, presentasi, atau email tidak otomatis berarti kamu tidak kompeten sebagai individu.

Jika kamu menerima kritik di tempat kerja, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan secara mental untuk menghadapinya dengan lebih tenang.

Tenangkan diri sebelum merespons. Ketika kamu ditegur, reaksi pertama sering kali muncul secara otomatis kaget, defensif, atau ingin langsung menjelaskan. Di momen ini, hal paling aman yang bisa kamu lakukan justru adalah berhenti sejenak.

Ambil napas dalam, jaga ekspresi wajah, dan beri jeda sebelum berbicara. Fokuslah mendengar, bukan membela diri. Reaksi awal sering dianggap sebagai cerminan profesionalisme, bahkan lebih dari kata-kata yang diucapkan.

Pisahkan kritik dari nilai diri kamu. Banyak orang tanpa sadar menyamakan hasil kerja dengan harga diri. Padahal, kritik di tempat kerja hampir selalu ditujukan pada pekerjaan, bukan kepribadianmu.

Kesalahan dalam laporan, presentasi, atau email tidak otomatis berarti kamu tidak kompeten sebagai individu. Mengingat batas ini penting agar kritik tidak berubah menjadi beban emosional yang berlebihan.

Dengarkan sampai tuntas dan klarifikasi. Dengarkan kritik sampai selesai tanpa memotong. Jika ada bagian yang terasa samar, kamu berhak meminta penjelasan. Menanyakan contoh konkret atau mengulang poin utama dengan kalimat sendiri bisa membantu memastikan bahwa kamu benar-benar memahami maksudnya.

Hindari alasan berlebihan. Memberi penjelasan panjang lebar sering kali terdengar seperti pembelaan, meski niatnya hanya ingin menjelaskan situasi. Jika memang ada kesalahan, akui secara singkat dan jelas.

Sikap ini menunjukkan tanggung jawab dan keterbukaan untuk belajar. Di banyak situasi kerja, hal ini lebih dihargai daripada seribu alasan.

Ucapkan terima kasih atas masukan. Mengucapkan terima kasih mungkin terasa canggung saat hati masih panas, tapi ini langkah kecil yang berdampak besar. Kalimat sederhana bisa menunjukkan kematangan emosional dan profesionalisme.

Memberi kritik juga tidak selalu mudah bagi orang lain, jadi pengakuan ini membantu meredakan ketegangan di percakapan.

Minta arahan perbaikan yang konkret. Agar kritik tidak berhenti sebagai catatan negatif, arahkan ke langkah selanjutnya. Tanyakan ekspektasi ke depan atau apa yang bisa dilakukan berbeda.

Dengan begitu, kritik berubah menjadi rencana aksi yang jelas, bukan sekadar evaluasi yang menggantung dan membingungkan.

Catat poin penting dan tindak lanjut. Mencatat poin-poin utama dari kritik membantu kamu mengingat detail dan menunjukkan keseriusan. Buat daftar perbaikan beserta tenggat waktu yang realistis.

Dengan begitu, ketika ada kesempatan berikutnya, misalnya saat revisi atau proyek baru, akan terlihat progres. Menunjukkan perubahan demikian sering kali lebih efektif daripada penjelasan panjang.

Kelola emosi setelah ditegur. Merasa sedih, malu, atau kecewa setelah ditegur adalah reaksi yang wajar, terutama di awal karier. Beri dirimu waktu untuk memproses perasaan tersebut.

Jika perlu, ceritakan ke teman tepercaya atau mentor. Yang penting, hindari mengubah satu teguran menjadi alasan untuk terus menyalahkan diri sendiri.

Refleksi singkat, bukan menghakimi diri. Setelah emosi mereda, lakukan refleksi singkat. Tanyakan pada dirimu sendiri, apa pelajaran yang bisa diambil, dan apa yang bisa diubah ke depan?

Fokuskan energi pada pertumbuhan, bukan penyesalan. Di dunia kerja, belajar sering kali datang lewat koreksi, bukan lewat pujian.

Bekerja memang tidak pernah sepenuhnya mudah, dan setiap peran pasti punya tantangannya sendiri.

Teguran yang kamu terima bukan tanda bahwa kamu gagal, melainkan bagian dari proses belajar menjadi profesional yang lebih matang.

Jika kamu mau bertanggung jawab, terbuka untuk belajar, dan memberi dirimu ruang untuk bertumbuh, kepercayaan diri itu akan terbentuk pelan-pelan, bukan karena tidak pernah salah, tapi karena kamu tahu cara bangkit dan memperbaiki diri.
 
๐Ÿคฉ aku jatuh cinta dengan pengaturan kerja yang rapi ini ๐Ÿ“…, kayaknya penting untuk mengingat bahwa kritik di tempat kerja hanyalah bagian dari proses adaptasi profesional, bukan ukuran nilai diri kita ๐Ÿ’ช. aku juga suka kalau orang-orang bisa terima kritik dengan sopan dan tidak langsung terkejut ๐Ÿ™, itu menunjukkan profesionalisme yang tinggi, ya! ๐Ÿ˜Š
 
๐Ÿค” Kritik di tempat kerja memang sangat penting untuk kita hadapi dengan tenang dan profesionalisme. Tapi apa yang membuatku sedih adalah banyak orang yang masih belum bisa membedakan antara kritik dengan penilaian harga diri ๐Ÿค•. Kita harus jujur, kritik tidak selalu tentang kita sebagai individu, tapi tentang pekerjaan kita sendiri ๐Ÿ’ผ. Jika kamu terima kritik dengan benar-benar hati-hati dan pikiran yang sehat, itu berarti kamu sudah lebih dewasa dan profesional di tempat kerja ๐Ÿ™. Tapi masih banyak orang yang salah paham dan merasa terancam oleh kritik, padahal itu adalah bagian dari proses belajar hidup ๐Ÿ“š๐Ÿ’ช
 
Lalu kabar gembira sih kalau kamu lupa biaya pulang liburan! Tapi apa sih kalau kamu pakai kartu kredit? Pulang ke tanah air nanti bakal kayak mau kena denda bisa jadi... ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
Ketika saya membaca artikel ini ๐Ÿ“š, aku merasa agak terinspirasi tentang bagaimana kita bisa menghadapi kritik di tempat kerja dengan lebih tenang dan profesional ๐Ÿ˜Š. Aku pikir banyak orang memiliki kesalahpahaman bahwa kritik adalah ukuran nilai diri, tapi sebenarnya itu hanya bagian dari proses adaptasi profesional ๐Ÿคฏ.

Aku juga setuju bahwa kita harus memisahkan kritik dari harga diri kita ๐Ÿ’ช. Kritik di tempat kerja hampir selalu ditujukan pada pekerjaan, bukan kepribadian kita ๐Ÿ“. Dan ya, kesalahan dalam laporan atau presentasi tidak otomatis berarti kita tidak kompeten sebagai individu ๐Ÿค”.

Aku suka ide bahwa kita harus menyadari bahwa kritik adalah bagian dari proses belajar dan pertumbuhan ๐Ÿš€. Dengan itu, kita bisa fokus pada meningkatkan diri kita sendiri, bukan menyalahkan diri sendiri ๐Ÿ˜Š.
 
Gue pikir kalau kritik dari atasan itu seperti guncangan tanah yang pasti membuat gue takut nantinya akan terjebak di dalamnya. Tapi sepertinya atasan itu hanya ingin mengajari kita untuk belajar dan meningkatkan diri, bukan menunjukkan bahwa kita tidak cukup baik ๐Ÿ˜.

Gue suka ide untuk tidak langsung membalas kritik dengan emosi, tapi lebih fokus pada apa yang bisa diubah dari kegagalan itu. Mungkin bisa jadi atasan itu hanya ingin melihat bagaimana kita dapat meningkatkan diri dan menjadi profesional yang lebih baik ๐Ÿค”.

Tapi gue masih ragu-ragu, karena gue tidak ingin menyesal nanti. Mungkin harusnya gue ambil napas dalam terlebih dahulu sebelum membalas kritik itu ๐Ÿ˜….
 
Mau dengar cerita? Saya pernah ditegur oleh atasan saat masih mahasiswa, dan rasanya sangat menyakitkan ๐Ÿค•. Tapi apa yang aku lakukan, aku tidak terpanik dan langsung memproses emosiku ๐Ÿ˜Œ.

Aku mengingat kata-kata sederhana dari teman saya: "Kritik bukan tentangmu, tapi tentang pekerjaanmu". Aku berusaha untuk tidak menyamakan hasil kerja dengan harga diri, dan aku pikir kritik itu bisa menjadi pelajaran berharga ๐Ÿ’ก.

Aku juga mencatat beberapa hal penting yang harus aku lakukan saat menerima kritik, seperti menenangkan diri, mendengar dengan tenang, dan mengingat bahwa kritik itu bisa membantu aku bertumbuh ๐Ÿ“ˆ.

Sekarang, ketika aku sedang merasa stres atau kesal karena ditegur, aku coba mengingat kata-kata itu dan mencoba untuk tidak terlalu keras kepada diri sendiri ๐Ÿ˜Š. Dan aku tahu bahwa dengan menghadapi kritik dengan lebih tenang dan profesional, aku bisa bangkit dari kesedihan dan melanjutkan perjalanan karirku dengan lebih baik ๐Ÿš€.
 
ini sederhana ya ๐Ÿค” di tempat kerja kita pasti ada kritik yang harus dihadapi, tapi seringkali kita lupa bahwa kritik itu bukan tentang diri kita sendiri, melainkan tentang pekerjaan kita ๐Ÿ˜Š jadi kalau kamu menerima kritik dari atasan atau rekan kerja, jangan langsung marah atau terkejut, cobalah tenang dan fokus mendengar apa yang diucapkan oleh orang lain. dan jangan lupa beri jeda sebelum berbicara ya ๐Ÿ˜Š
 
๐Ÿค” Rasanya kayak gini, aku pikir kritik dari atasan di tempat kerja kita sebenarnya bisa jadi pembelajaran yang baik ๐Ÿ“š. Tapi, seringkali kita terlalu cepat membandingkan hasil kerjamu dengan harga dirimu sendiri ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Kritik itu hanyalah bagian dari proses adaptasi profesional, bukan pengukuran nilai diri kamu ๐Ÿ’ช.

Aku pikir penting juga untuk mengingat bahwa kegagalan dalam pekerjaan tidak otomatis berarti kamu tidak kompeten sebagai individu ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. Yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan itu dan membuat perubahan yang diperlukan ๐Ÿ”„.

Jika kamu menerima kritik, aku sarankan untuk menenangkan diri sebelum merespons, ambil napas dalam, jaga ekspresi wajah, dan beri jeda sebelum berbicara ๐Ÿ˜Œ. Fokuslah mendengar, bukan membela diri, dan pisahkan kritik dari nilai dirimu ๐Ÿšซ.

Minta arahan perbaikan yang konkret dan catat poin-poin utama dari kritik itu, supaya kamu bisa melihat kemajuan dan tidak terjebak dalam siklus kritik ๐Ÿ˜Š. Dan jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih atas masukan itu, terutama jika orang lain berusaha membantu kamu ๐Ÿ’•!
 
Kalau nggak salah, kritik di tempat kerja itu seperti tes kecerdasan kita ๐Ÿค”. Jangan terlalu serius dengan apa yang dikatakan atasan, tapi jangan lupa sih untuk mengevaluasi kinerja kita sendiri ๐Ÿ“Š. Kalau kamu benar-benar ingin belajar, buatlah daftar perbaikan dan tindak lanjut yang jelas ๐Ÿ’ช. Dan jangan lupa, kata-kata sambut di balik kritik itu sangat penting ๐Ÿค—!
 
๐Ÿคฏ Maksudnya, ketika kita masuk kerja, rasanya seperti berada di ruang belajar yang berbeda ๐Ÿ“š๐Ÿ’ผ! Kita harus ingat bahwa kritik dan teguran adalah bagian dari proses adaptasi profesional, bukan ukuran nilai diri kita ๐Ÿ˜Œ.

Kita harus memisahkan kritik dari harga diri kita ๐Ÿค, karena kesalahan di tempat kerja tidak otomatis berarti kita tidak kompeten sebagai individu ๐Ÿ’ฏ! Kita harus fokus pada pekerjaan, bukan kepribadian kita ๐Ÿ“ˆ.

Jika kita menerima kritik, kita harus menenangkan diri sebelum merespons ๐Ÿ™, dan berhenti sejenak untuk menghindari reaksi spontan ๐Ÿ˜ฎ. Kita harus mendengar dan fokus pada kritik, bukan membela diri ๐Ÿ—ฃ๏ธ.

Kita juga harus memisahkan kritik dari kesalahan kita sendiri ๐Ÿค”, dan tidak terlalu serius dengan alasan yang diucapkan ๐Ÿ™„. Kita harus mencatat poin penting dan tindak lanjut ๐Ÿ“, dan membuat daftar perbaikan beserta tenggat waktu yang realistis ๐Ÿ•’.

Jika kita merasa sedih atau malu setelah ditegur, kita harus memberi dirimu waktu untuk memproses emosi tersebut ๐Ÿค—. Kita tidak boleh mengubah satu teguran menjadi alasan untuk terus menyalahkan diri sendiri ๐Ÿ˜”!

Terakhir, kita harus fokuskan energi pada pertumbuhan, bukan penyesalan ๐Ÿ”ฅ! Kita harus belajar dari kesalahan dan memberi dirimu ruang untuk bertumbuh ๐ŸŒฑ.
 
๐Ÿ˜Š Ahh, aku pikir kunci dari segalanya adalah belajar dari kesalahan ya! ๐Ÿค” Ketika kita menerima kritik, penting bukan untuk merasa terluka, tapi untuk fokus pada bagaimana cara memperbaiki diri. ๐Ÿ™ Aku suka cara yang dikatakan sebagai "refleksi singkat" di artikel itu, karena membuat kita tidak terlalu cepat berubah menjadi "aku salah, aku buruk". ๐Ÿคฆโ€โ™€๏ธ Yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan dan meningkatkan diri. ๐Ÿ’ช
 
๐Ÿ˜Š Berarti kamu benar-benar ingin belajar dari kritik di tempat kerja, kan? ๐Ÿค” Maka dari itu, penting untuk tidak terlalu berat badan dengan kesalahan-kesalahan kecil di laporan atau presentasi. ๐Ÿ˜… Ingat, kritik itu ada tujuannya, yaitu agar kamu menjadi lebih baik dalam pekerjaanmu. Jadi, jangan takut membuat kesalahan, tapi cobalah belajar dari kesalahan tersebut dan ambil langkah untuk memperbaikinya! ๐Ÿ’ช

Kalau kamu merasa panas saat menerima kritik, coba ambil napas dalam-dalam sebelum merespons. ๐Ÿ˜Œ Ini akan membantu kamu tetap tenang dan berpikir jernih. Jangan lupa untuk fokus mendengar kritik dari atasanmu dan cari tahu apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki dirimu! ๐Ÿ’ก
 
aku masih ingat saat pertama kali masuk kerja... rasanya seperti berada di kantor baru yang berbeda ๐Ÿข. ternyata ada banyak hal yang harus kita lakukan untuk tidak kehilangan tekad kita dalam bekerja. tapi yang penting adalah kita tidak boleh membuat kesalahan menjadi harga diri kita sendiri ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ.

aku masih ingat saat pertama kali menerima kritik dari atasan... merasa sedih dan malu ๐Ÿ˜”. tapi kemudian aku belajar untuk menenangkan diri sebelum merespons, fokus mendengar, dan jangan membuat kesalahan lagi ๐Ÿ’ญ.

dan yang paling penting adalah kita tidak boleh membuat satu kritik menjadi alasan untuk terus menyalahkan diri sendiri ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. tapi kita harus belajar dari kesalahan itu dan menggunakan sebagai pelajaran untuk berubah ke depan ๐Ÿ”„.

karena itu, aku yakin bahwa dengan mental yang kuat dan proses belajar yang konsisten, kita akan bisa menjadi profesional yang lebih baik di masa depan ๐Ÿ’ช.
 
๐Ÿค” apa sih yang bikin kita rasa tertekan banget di tempat kerja? seringkali kritik dari atasan membuat kita merasa defensif atau malu, padahal itu gak harus demikian ๐Ÿ’ก

kita harus belajar untuk memisahkan kesalahan dengan nilai diri sendiri, bukan? ๐Ÿคทโ€โ™€๏ธ karena seringkali kita tidak menyadari bahwa kritik itu benar-benar tentang pekerjaan kita, bukan tentang kepribadian kita ๐Ÿ˜Š

dan apa yang bikin kita bisa menghadapi kritik dengan lebih tenang? ๐Ÿค” memisahkan diri, menenangkan pikiran, dan fokus pada pendengaran, bukan pengejaan ๐Ÿ’ก
 
๐Ÿค” gimana kalau kita fokus pada bagian mana dari kritik? misalnya kritik yang berfokus pada hasil kerja tapi masih bisa diperbaiki dengan belajar dan praktek, bukan menilai kepribadian kita sendiri ๐Ÿ™. kayaknya itu poin penting untuk diingat saat menerima kritik di tempat kerja ๐Ÿ˜Š
 
๐Ÿค” Kalo kamu sering ditegur di tempat kerja, jangan lupa kembali apa yang harus kamu lakukan! ๐Ÿ“ Tenangkan diri, fokus mendengar, dan pisahkan kritik dari nilai dirimu ๐Ÿ˜Œ. Jika kamu masih ragu, cari tahu apa yang bisa kamu perbaiki secara konkret ๐Ÿ“ˆ. Dan jangan lupa mengucapkan terima kasih atas masukan dari atasan ๐Ÿ™! ๐Ÿ’ช
 
๐Ÿค” Kalo gak salah, banyak banget orang yang merasa ketegoran dan panas gaham setelah ditegur di tempat kerja. Tapi kalau kita berpikir dengan bijak, kritik itu bisa jadi pelajaran berharga! ๐Ÿ“š Jika kamu mau bertanggung jawab dan belajar dari kesalahan, itu adalah tanda profesionalisme yang bagus. Yang penting, jangan biarkan emosi mengganggu pikiran kita dan jadilah orang yang tenang dalam menghadapi kritik. ๐Ÿ˜Œ
 
kembali
Top