Ditegur dan Dikritik di Awal Kerja: Cara Tetap Percaya Diri

Ketika Masuk Kerja: Bagaimana Menghadapi Teguran dan Kritik dengan Tenang?

Merasa tertekan setelah masuk ke dunia kerja ternyata benar-benar berbeda dari ketika kita belajar atau mengenyam kuliah. Dunia ini penuh dengan kejadian-kejadian yang tidak terduga, dan kesalahan dalam pekerjaan sering kali diikuti oleh evaluasi dan revisi cepat.

Saat ini, banyak dari kita masih belum menyadari bahwa kritik dan teguran seringkali terkait dengan aspek profesionalitas, bukan kepribadian. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara kesalahan dalam pekerjaan dan harga diri sendiri agar tidak mengubah kritik menjadi beban emosional yang berlebihan.

Berikut beberapa tips untuk menghadapi situasi ini dengan lebih tenang:

1. Tenangkan diri sebelum merespons: Saat kita ditegur, reaksi pertama sering kali muncul secara otomatis kaget, defensif, atau ingin langsung menjelaskan. Di momen ini, hal paling aman yang bisa kita lakukan adalah berhenti sejenak. Ambil napas dalam, jaga ekspresi wajah, dan beri jeda sebelum berbicara.
2. Pisahkan kritik dari nilai diri: Kesalahan dalam pekerjaan tidak otomatis berarti kita tidak kompeten sebagai individu. Mengingat batas ini penting agar kritik tidak berubah menjadi beban emosional yang berlebihan.
3. Dengarkan sampai tuntas dan klarifikasi: Dengarkan kritik sampai selesai tanpa memotong, dan jika ada bagian yang terasa samar, kita berhak meminta penjelasan. Menanyakan contoh konkret atau mengulang poin utama dengan kalimat sendiri bisa membantu memastikan bahwa kita benar-benar memahami maksudnya.
4. Hindari alasan berlebihan: Memberi penjelasan panjang lebar sering kali terdengar seperti pembelaan, meski niatnya hanya ingin menjelaskan.
5. Ucapkan terima kasih atas masukan: Mengucapkan terima kasih mungkin terasa canggung saat hati masih panas, tapi ini langkah kecil yang berdampak besar.
6. Minta arahan perbaikan yang konkret: Agar kritik tidak berhenti sebagai catatan negatif, arahkan ke langkah selanjutnya. Tanyakan ekspektasi ke depan atau apa yang bisa dilakukan berbeda.
7. Catat poin penting dan tindak lanjut: Mencatat poin-poin utama dari kritik membantu kita mengingat detail dan menunjukkan keseriusan.
8. Kelola emosi setelah ditegur: Merasa sedih, malu, atau kecewa setelah ditegur adalah reaksi yang wajar, terutama di awal karier. Beri diri kita waktu untuk memproses perasaan tersebut.

Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita bisa menghadapi kritik dan teguran dengan lebih tenang dan profesional.
 
Saya pikir kalau kita harus berani ditegur terlebih dahulu kalau kita ingin belajar dari kesalahan-kesalahan kita sendiri. Yang penting bukan berarti kita tidak boleh merasa sedih ketika kita ditegur, tapi bagaimana kita menghadapinya itu yang penting. Saya suka cara yang mereka sebut "berhenti dan bernapas" di depan komputer atau di kantor, kayaknya bisa jadi solusi untuk banyak orang yang merasa panik setiap kali menerima feedback dari atasan.
 
aku rasa cara buat menanganai kritik dari atasan itu agak bikin aku khawatir kalau aku salah juga. tapi mungkin itu yang harus dibawa dalam pikiran saat kita ngobrol sama atasan. aku suka kayaknya kalau aku bisa mengelompokkan apa yang salah dan apa yang benar, gampang aja banget. tapi aku rasa aku masih banyak hal yang belum paham tentang bagaimana menanganai kritik itu.
 
ini masalahnya aku pikir penting sekali agar kita tidak capek banget setelah ditegur orang bos 🀯 biasanya apa yang kita lakukan adalah langsung nge-motivasi diri sendiri dan minta waktu untuk berpikir, tapi sebenarnya mungkin ada cara lain yang lebih baik untuk menghadapi situasi ini πŸ€” misalnya, aku sendiri sering kali salah fokus karena stres, jadi apa yang bisa aku lakukan jika aku bisa merasa lebih santai dan tidak terburu-buru? πŸ™
 
Sekarang gak sabat lagi sih tentang pengisian formulir kesehatan kerja, apa kabarin? Baru-baru ini ada yang bilang bahwa banyak orang masih bingung banget bagaimana cara menghadapi kritik dari atasan. Gak salah sih kalau kita merasa sedih atau malu setelah ditegur, tapi apa kabarin kalau kita bisa berpikir secara bijak sebelum membalas? Mungkin penting banget untuk menunggu sejenak dan ambil napas dalam sebelum menjawab. Dan siapa tahu, mungkin kita bisa belajar dari kesalahan kita sendiri.
 
Gue pikir ini penting banget guys 🀝. Ketika gue masuk kerja, gue merasa terkejut banget karna situasi yang berbeda dari kuliah. Tapi, gue lalu ingat bahwa kritik itu bukan tentang kepribadian kita, tapi soal profesionalitasnya aja. Gue punya teman kerja yang sering terkejut juga karena kurang mengerti tentang konflik dan perspektif lain. Nah, gue lihat di artikel ini ada beberapa tips yang bisa dipraktikkan guys πŸ“. Salah satu yang paling penting adalah berhenti sejenak dan tidak langsung menjelaskan saat kita ditegur. Gue punya pengalaman ketika kita langsung menjawab tanpa pikir terlebih dahulu, tapi kemudian kita malu banget nanti! πŸ˜…
 
Saya ingat ketika saya pertama kali masuk kerja, saya benar-benar tidak siap untuk menghadapi situasi seperti itu πŸ˜…. Saya merasa seperti ditembak dari belakang, tapi seiring waktu, saya mulai sadar bahwa kritik dan teguran bukanlah tentang diri sendiri, melainkan tentang pekerjaan yang harus diperbaiki πŸ€”.

Mungkin ada banyak orang yang masih belum menyadari hal ini 😊. Saya ingin mengatakan bahwa penting untuk jaga profesionalitas, tapi juga penting untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri πŸ’ͺ. Jika kita dapat menghadapi kritik dan teguran dengan lebih tenang, maka kita akan menjadi orang yang lebih baik dalam pekerjaan dan hidup πŸ™.
 
gak ngerti sih, apa yang salah dengerin orang-orang ditegur? seru banget kalau orang itu langsung marah atau defensif, emosi yang berlebihan kayaknya jadi masalah. tapi apa sih yang salah dengan kita mengatakan apa yang kita pikir? kalau ada kesalahan dalam pekerjaan, gak usah merasa malu, tapi gak usah ngomongkan pula sih πŸ˜‚. mungkin itu key yang penting, cari cara berkomunikasi yang tepat aja.
 
Gak percaya sih kayaknya kita masih banyak yang belum menyadari bahwa kritik dan teguran itu terkait dengan profesionalitas aja, bukan kepribadian kita πŸ˜‚. Nah, aku rasa penting banget buat membedakan kesalahan di pekerjaan dari harga diri sendiri, nih. Kita gak perlu jadi emosi terlalu berlebihan setelah ditegur, kan? 🀯

Aku suka tipsnya, khususnya ketika kita harus tenangkan diri sebelum merespons teguran itu 😌. Nanti kita bisa lebih tenang dan profesional aja, sih? πŸ’―
 
Tapi sih kalau kita semua menunggu dulu sampai bos atau yang kejujuran itu nanya kita apa-apa? Kita harus jadi orang yang tanggap terus tapi juga tahu kapan jawabannya wajib. Karena jadi begitu, mungkin bisa menghindari kesalahan lagi.
 
ini aku rasa seseorang itu benar-benar tidak sadar apa yang mereka lakukan... kalau mereka bisa berhenti sejenak nanti gak akan masalah sama atasan, tapi malah ada orang lain yang merasa kesal, maru, dan takut kena teguran. aku pikir ini penting banget, jangan biarkan kritik itu mengubah kita menjadi orang lain... tapi aku juga rasa mereka butuh pelajaran, karena siapa tahu ketika mereka mengikuti tips di atas nanti gak akan masalah sama atasan lagi 😊
 
Saya pikir salah satu hal yang paling penting dalam menangani situasi ditegur di tempat kerja adalah memahami bahwa critik bukanlah tentang diri sendiri, tapi tentang pekerjaan kita. Kadang-kadang saya lihat orang-orang terlalu sensitif dan langsung berubah menjadi defensif karena merasa dirinya diserang, padahal kritik itu hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerja kita. Saya suka tipsnya yang bilang untuk menenangkan diri sebelum merespons, ini seperti memberikan diriku waktu untuk berpikir dan mengatur emosi sebelum saya langsung bereaksi.
 
Mending sih kita selalu fokus pada hal positif ya... Kita liat banyak orang yang sukses karena mereka tidak takut untuk belajar dari kesalahan-kesalahan mereka. Yang penting adalah kita bisa menghadapi kritik dengan sehat-sehat dan terus maju... Contohnya, aku kenal adikku yang baru saja masuk kerja dan dia benar-benar ragu-ragu. Tapi dia lama-langan terus berlatih dan belajar dari setiap kesalahan, sekarang dia sudah bisa menjawab pertanyaan dengan lebih baik...
 
I don’t usually comment but... aku pikir penting banget buat kita membedakan antara kesalahan dalam pekerjaan dan harga diri sendiri. kadang-kadang kita malah terlalu sensitif terhadap kritik karena kita takut mau ditolak atau tidak dihargai, tapi sebenarnya itu tidak apa-apa kalau kita belajar dari kesalahan kita πŸ€”.

Mengingat batas ini penting agar kita jangan membuat diri sendiri menjadi beban emosional yang berlebihan. Jadi, walaupun kita menerima kritik dan teguran, tapi kita harus bisa melihat bahwa itu adalah bagian dari proses belajar dan berkembang dalam karir πŸ“ˆ.

Dan yang paling penting, kita harus belajar untuk dengarkan dengan sehat-sehatnya. Kita harus bisa mendengar apa yang dimaksudkan oleh orang lain tanpa terburu-buru mempertahankan pendapat kita sendiri πŸ—£οΈ.
 
Kalau aku harus bilang, aku pikir banyak pekerja di Indonesia masih belum menyadari bahwa kritik dari atasan bukan tentang kepribadian kita, tapi tentang kinerja kita sebagai profesional. Mereka lupa bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Jadi, penting untuk membedakan antara kesalahan kerja dan harga diri sendiri. Aku pikir banyak pekerja masih merasa malu dan sedih setelah ditegur, tapi sebenarnya itu adalah kesempatan untuk belajar dan berubah. 🀝🌱
 
omg kalau ada orang tekan kita saat kita masih baru di dunia kerja itu bule bnyak ya! tapi jadi kayaknya kita perlu belajar untuk menghadapi situasi seperti ini dgn lebih tenang, bisa coba langkah 1 dan 4 saja, tapi yang paling penting adalah kita harus berhenti dulu sejenak dan jaga ekspresi wajahnya. kalo kita terlalu cepat bereaksi kayaknya kita akan membuat kesalahan lagi πŸ™ˆ
 
aku pikir kritik dari atasan atau teman kerja harus dianggap sebagai kesempatan bukan kehilangan 😊 karena ada hal yang perlu diperbaiki. penting buat kita membedakan antara kesalahan kita sendiri dan harga diri sendiri ya? jika kita bisa fokus pada kesalahan itu saja, kritik tidak akan terasa berlebihan lagi πŸ™

untuk itu, aku sarankan kita praktikkan mindfulness sehari-hari, misalnya dengan meditasi pagi atau berjalan kaki setelah sarapan. hal ini bisa membantu kita tetap tenang dan fokus pada tujuan kita 🌱
 
ini kayaknya penting banget buat jaga profesionalitas di tempat kerja, tapi yang paling seru sih cari cara bagaimana menerima feedback dari atasan yaπŸ˜‚ dan juga bagaimana tampil lebih profesional di depan kamera πŸ“Ή, kalau bisa ada tutorial atau tips tentang bagaimana menghadapi kritik di media sosial juga akan sangat membantu ya πŸ’»
 
MASIH SINGKAT KITABUNGA! AKIRNYA, BANYAK KITA PILAH KETEGUAN BERBAYANG-BAYANG SETELAH DITEGUR. MAKAN KITA PILAH MENERUSKAN KERJA SAMPAI KEBENEHAN JAWABAN!

mungkin yang paling penting, kita harus MEMBEDAKAN ANTARA KESALAHAN DALAM PEKERJAAN DAN HARGA DIRI SENDIRI! kalau kita bisa membedakan itu, kita bisa menghindari kekecewaan dan beban emosional yang berlebihan. saya sendiri sering kali terjebak di situasi seperti itu, tapi setelah saya lakukan langkah-langkah di atas, saya bisa merasa lebih tenang dan profesional!
 
Gue pikir penting banget belajar ngelola emosi saat dipukul. Gak jarang gue rasa lewatin tekanan saat ada kesalahan di pekerjaan, tapi setelah coba-coba ngelajari dan menerima kritik dari atasan, gue jadi lebih siap hadapi situasi baru πŸ€”.

Gue punya teman yang sama-sama bekerja di perusahaan sama, tapi dia selalu malu ketika ada kesalahan. Gua pikir itu tidak masuk akal, karena semua orang pasti bisa salah. Yang penting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan dan membuatnya menjadi bagian dari kemajuan πŸš€.

Gue rasa cara terbaik untuk menghadapi kritik bukan ngeluh atau mencoba menjelaskan, tapi ngelajari dari kesalahan itu sendiri. Misalnya, gue pernah salah menempatkan dokumen penting, dan sekarang gue selalu memastikan semua sesuatu sudah benar sebelum dilepas πŸ“.

Dengan demikian, kita bisa menjadi orang yang lebih baik setiap hari πŸ’ͺ.
 
kembali
Top