Gak ada cerita, kan? Menteri pendidikan ini semestinya naikkan anggaran buat Dana bantuan PIP (Pengalaman International Pendidikan) dulu, kayaknya. Nah, tapi gini aja, anggaran tetap sama, tapi biaya hidup makin mahal banget! Kalau pengalaman internasional itu penting, nggak bisa cuma dicari cara yang murah-murah aja, buat siapa sih?
Gue kira, kalau gini terus terjadi, bakal banyak anak muda Indonesia yang kehilangan kesempatan untuk berjuang di dunia internasional. Mereka harus pergi luar negeri, tapi biaya mahal banget, kan? Gak ada jalan keluarnya lagi! Kalau mau buat anak-anak kita bisa belajar dari pengalaman internasional itu, biaya harus ditanggung oleh negara. Tapi, apakah menteri pendidikan ini mau membiarkan itu terjadi? Mungkin, kalau suatu hari nanti ada generasi yang sudah lupa tentang kesempatan itu...