Dishub DKI Pastikan Pelayanan TransJakarta Tak Berkurang Meski Anggaran Dipangkas

Dalam upaya meningkatkan efisiensi anggaran, Pemprov DKI Jakarta telah mengalami pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 15 triliun untuk tahun ini. Hal ini berdampak pada perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengatakan bahwa APBD DKI Jakarta 2026 ditargetkan sebesar Rp 81,3 triliun. Namun, karena pemotongan DBH, maka anggaran yang tersedia untuk dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam APBD adalah Rp 81,3 triliun.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan bahwa layanan transportasi massal di Jakarta tidak akan dikurangi meskipun terdampak pemangkasan anggaran. Dia menyampaikan bahwa Pemprov Jakarta tetap memberikan subsidi bagi operasional Transjakarta dan tidak akan mengurangi layanan.

Subsidi untuk TransJakarta hanya cukup menutupi operasional sampai September 2026, yaitu sekitar 9 bulan. Penyebutan ini disebabkan oleh adanya pemotongan DBH yang berdampak pada anggaran Transjakarta.

Menurut Syafrin, perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran dan memastikan bahwa layanan transportasi massal di Jakarta tetap terjangkau bagi masyarakat.
 
ini kabar gembira aku ya.. kalau dulu ada rasa khawatir pas mikirin bagaimana caranya aku bisa bayar tagihan listrik nih... tapi sekarang aku nyaman banget pas tahu bahwa Pemprov DKI Jakarta nggak akan mengurangi layanan transportasi massal... aku yakin kalau ada yang kurang uang pas mau pergi jalan pasti aja masalah lagi... tapi sepertinya mereka punya rencana untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran... aku juga suka pas tahu itu kan? tapi sayangnya aku masih harus memikirin bagaimana caranya aku bisa menabung dulu nih...
 
oh iya, kalau gini kaya bisa mantap aja nih! dapet subsidi tapi harus ngambil dari mana nih? kira-kira bagaimana caranya pemerintah bisa ngatur anggaran dengan baik sementara transportasi masih di atas batas normal. tapi selama ada anggaran yang cukup, aku rasa sudah cukup lho!
 
kalo gini aja kena banget sih... Rp 15 triliun ari kita potong ari DBH, nggak ada arti apa ari APBD 2026 masih sama kayak sebelumnya... kan bener-benar masih harus bayar semua utang yang sudah di utang nih... dan lagi-lagi transportasi di jakarta ini kayak banget... kalo tidak ada transjakarta masyarakat jakarta apa aja?
 
Gini kayaknya kalau pemerintah DKI Jakarta mau ngurangi biaya, tapi masih bisa jaga layanan transportasi massal ya... Sepertinya dia buat subsidi TransJakarta hingga akhir tahun 2026 aja, kan? Seperti 9 bulan itu. Mungkin kalau tidak ada pembangunan proyek, biayanya lagi aja kayak perusahaan swasta, bukan kebajikan publik 🤑🚗
 
ini kalau kita lihat dengan jernih sih, Rp 15 triliun itu banyak banget, aku pikir ini salah strategi dari pemerintah DKI Jakarta. mereka harus cari cara lain buat menghemat anggaran, misalnya cari sumber dana yang lebih murah atau optimalkan penggunaan sumber daya. tp aja ini cuma opini aja, aku tidak ada kekuasaan apa2 😐. tapi sepertinya mereka sudah punya rencana untuk menghemat anggaran dan harus siap dengan perubahan itu.
 
kembali
Top