Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan besar-besaran pasca diluncurnya laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kondisi ini diperburukkan oleh praktik saham gorengan yang berkelanjutan di pasar modal domestik. Namun, mundurnya Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI dinilai sebagai langkah bertanggung jawab atas kondisi bursa belakangan itu.
Iman menyatakan bahwa ia telah memperingatkan Bursa Efek Indonesia tentang perluasan praktik saham gorengan di pasar modal domestik. Menurutnya, pembersihan lantai bursa dari praktik tersebut adalah keniscayaan untuk memperkuat pasar modal Indonesia dan mempertebal kapitalisasi pasar.
Iman juga menyarankan para investor saham untuk membuka peluang investasi di pasar modal dan sektor riil. Ia mengatakan bahwa pasar saham terjadi karena kejutan besar-besaran karena kemungkinan bahwa pasar saham Indonesia dianggap sebagai pasar frontier, yang merupakan tingkatan pasar modal di sebuah negara yang lebih maju dibandingkan dengan negara termiskin.
Namun, Iman juga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan tidak perlu khawatir. Dia menyarankan investor yang khawatir untuk beralih ke saham-saham blue chip yang memiliki fondasi kuat dan kinerja apik.
Dalam keseluruhan, Iman Rachman mengatakan bahwa kenaikan pasar saham di Indonesia terjadi karena kejutan besar-besaran karena kemungkinan bahwa pasar saham Indonesia dianggap sebagai pasar frontier. Namun, ia juga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan tidak perlu khawatir.
Iman menyatakan bahwa ia telah memperingatkan Bursa Efek Indonesia tentang perluasan praktik saham gorengan di pasar modal domestik. Menurutnya, pembersihan lantai bursa dari praktik tersebut adalah keniscayaan untuk memperkuat pasar modal Indonesia dan mempertebal kapitalisasi pasar.
Iman juga menyarankan para investor saham untuk membuka peluang investasi di pasar modal dan sektor riil. Ia mengatakan bahwa pasar saham terjadi karena kejutan besar-besaran karena kemungkinan bahwa pasar saham Indonesia dianggap sebagai pasar frontier, yang merupakan tingkatan pasar modal di sebuah negara yang lebih maju dibandingkan dengan negara termiskin.
Namun, Iman juga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan tidak perlu khawatir. Dia menyarankan investor yang khawatir untuk beralih ke saham-saham blue chip yang memiliki fondasi kuat dan kinerja apik.
Dalam keseluruhan, Iman Rachman mengatakan bahwa kenaikan pasar saham di Indonesia terjadi karena kejutan besar-besaran karena kemungkinan bahwa pasar saham Indonesia dianggap sebagai pasar frontier. Namun, ia juga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan tidak perlu khawatir.